Who Rekomendasikan Herbal Untuk Sembuhkan Kanker
Sumber gambar media phytonutrients.news

Badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) yang salah satu tugasnya adalah melakukan koordinasi kegiatan dalam hal peningkatan kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia, semakin menunjukkan dukungan untuk back to nature. Salah satu penyebabnya adalah karena diperoleh bukti adanya kegagalan obat modern yang semakin meluas dalam berbagai kasus penanganan penyakit degeneratif dan kanker.

Menurut WHO, 60% dari penduduk negara maju, dan 80% dari penduduk negara berkembang telah menggunakan obat herbal. Faktor pendorong peningkatan penggunaan obat herbal di negara maju adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat.

Dalam rilisnya WHO menyebut, adanya kegagalan penggunaan obat modern (obat kimiawi) untuk penyakit tertentu di antaranya kanker semakin luas. WHO merekomendasikan penggunaan obat tradisional termasuk herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif dan kanker.

Membahas tentang kanker, penyakit ini merupakan penyebab kematian utama kedua yang berkontribusi sebesar 13 persen pada kematian dari 22 persen kematian akibat penyakit tidak menular utama di dunia.
Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal), menyerang jaringan biologis di dekatnya, bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik.

Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Penyebab utama kanker adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat.

Berdasarkan pada data pasien di Herbal Jeng Ana, pasien dengan keluhan kanker terbukti dapat sembuh dengan konsumsi herbal. Karena itulah sebagai pelaku pengobatan herbal Jeng Ana sangat setuju dengan data-data yang dirilis WHO baru-baru ini tentang pentingnya back to nature, baik dalam pemeliharaan kesehatan maupun penyembuhan penyakit.

Berbicara tentang upaya penyembuhan kanker dengan herbal, menurut Jeng Ana dibutuhkan herbal utama yang berfungsi menghambat dan mematikan perkembangan sel kanker, herbal yang berfungsi mengobati peradangan dan menetralisir racun akibat serangan kanker, serta herbal pendukung lainnya guna menghasilkan kesembuhan secara maksimal.

“Karena itu racikannya memang harus benar-benar pas dan tidak sembarangan,” tegas herbalis berjuluk Ratu Herbal Indonesia itu. Ia mengaku, resep ramuan kanker yang selama ini diberikan kepada pasien terbukti dapat membantu penyembuhan kanker.\

“Yang tak kalah penting, pasien juga harus mengikuti pantangan dan anjuran dari saya,” tegas Jeng Ana.

Kepada pasien, dirinya juga selalu berupaya meyakinkan posisi penting doa dalam mempercepat proses penyembuhan. Ia selalu mengingatkan, memohon kesembuhan hanya kepada Allah semata, karena pada hakikatnya kesembuhan hanya datang dari Allah, sedangkan obat hanya merupakan sarana untuk memperoleh kesembuhan sebagai ikhtiar kita menjalani sebab.

“Doa akan memberi ketenangan dan kedamaian. Bersikaplah bahwa yang terjadi pada kita adalah yang terbaik menurut kehendak-Nya dan penderitaan yang dialami pasti ada hikmahnya,” ungkap Jeng Ana. (***)


++++

Artikel terkait...