Wanita menjadi sasaran empuk penyakit mematikan terutama kanker. Dari semua jenis kanker yang ada, kanker mulut rahim dan kanker payudara yang paling mendominas. Disamping kanker, akibat stres wanita juga rentan terhadap sakit jantung.

Stres dan serangan jantung memang sejak lama diketahui saling berkaitan, tetapi belum jelas jenis stres seperti apa yang paling berpengaruh. Ternyata, stres akibat tekanan ekonomi, atau karena persoalan keuangan yang perlu kita waspadai.

Gejala-Sakit-Jantung

“Dalam pengalaman praktek saya selaku herbalis, selama satu tahun terakhir ini, ternyata yang paling meningkatkan risiko serangan jantung para wanita adalah masalah keuangan. Karena itu saya memprediksi tingkatnya akan semakin bertambah karena krisis ekonomi yang terjadi di negara kita,” beber Jeng Ana dalam kesempatan wawancara dengan media ini.

Menurutnya, kaum pria memang lebih rentan menderita serangan jantung, tapi pada wanita serangan jantung berdampak lebih fatal. “Menurut data, sekitar 25 persen wanita yang pernah serangan jantung akan meninggal dalam kurun waktu setahun, sementara pada pria angkanya hanya 20 persen,” tambahnya.

Dikatakan lebih lanjut oleh herbali bernama lengkap Ina Soviana, bahwa bukan hanya fashion maupun teknologi saja yang sedang trend di Indonesia, tetapi penyakit pun juga memiliki trend tersendiri. Di tahun 2015 ini, yang menjadi trend adalah penyakit jantung, disamping juga beberapa penyakit lainnya seperti stroke, kanker, dan diabetes.Disamping akibat stres, sakit jantung juga dapat dipicu oleh masalah kolesterol.

Menurut Jeng Ana, jika ada sumbatan pada arteri koroner akibat tumpukkan kolesterol, maka jantung akan mendapatkan sedikit darah dan oksigen. Tanpa oksigen yang cukup, jantung akan menjadi lemah dan rusak. Jika plak pecah, maka gumpalan darah dapat terbentuk di atas penumpukan tersebut sehingga menghambat aliran darah lebih jauh lagi. Atau gumpalan darah tersebut dapat pecah dan mengalir ke arteri di bagian lain dari tubuh. Jika sumbatan menghalangi aliran darah ke jantung, maka itu artinya seseoranng terkena serangan jantung.

“Semakin tinggi tingkat penyakit jantung dan pembuluh darah, juga resisten terhadap jenis penyakit lainnya termasuk juga stroke,” kata Jeng Ana, herbalis yang sudah lama berkecimpung di dunia penyembuhan tradisional menangani jenis-jenis penyakit akut dan kronis.

Dijelaskan oleh wanita tinggi semampai itu, secara natural tubuh manusia dapat memproduksi kolesterol, namun juga mendapatkannya dari luar ketika kita makan telur, daging, atau susu. Ketika tubuh kita memiliki lebih banyak kolesterol daripada yang dibutuhkan, maka kolesterol dapat menyebabkan plak yang menumpuk di arteri. Plak yang tebal dan keras ini dapat menyumbat arteri.

“Seperti pipa ledeng yang tersumbat maka dia tidak bisa mengalirkan air dengan lancar. Begitu pula arteri. Bila tersumbar, maka bisa mengakibatkan berkurangnya aliran darah yang pada gilirannya dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung,” tambah Jeng Ana.

 

Pencegahan Alami

Menurut Jeng Ana, pengobatan penyakit jantung tidak selalu harus bergantung dengan obat­obatan pengendali penyakit jantung yang berharga relatif mahal atau dengan melakukan suatu operasi jantung. Secara empirik, pengobatan penyakit jantung juga dapat dilakukan dengan cara tradisional yakni dengan pemanfaatan tanaman herbal baik dari buah, daun hingga akar dari tanaman herbal itu sendiri.

“Salah satu obat jantung yang dipercaya dapat membantu penderita penyakit jantung yakni dengan menggunakan daun sukun,” ungkap Jeng Ana. Dipaparkan, cara memanfaatkan daun sukun untuk pengobatan jantung adalah dengan menggunakan beberapa lembar daun yang sudah tua, kemudian rebus dengan takaran 5­6 gelas air. Rebus hingga mendidih dan air tersisa setengah. Kemudian saring dan tambahkan lagi 5 gelas air matang. Kemudian habiskan air rebusan daun sukun, diminum 3 kali sehari, hingga habis tidak tersisa.

Sakit-Jantung

“Untuk menekan kolesterol juga bisa menggunakan ramuan daun sukun. Hanya dosis minumnya harus dikurani, yakni 1 atau paling banyak 2 kali pagi dan sore,” tambah Jeng Ana. Berdasarkan resep herbal turun temurun yang sudah dibuktikan secara empirik oleh Jeng Ana dalam menangani pasien­pasiennya, masih banyak herbal yang memiliki khasiat menyembuhkan penyakit jantung. Sang herbalis berjuluk Ratu Herbal Indonesia itu membeberkan beberapa di antaranya, yakni:

  1. Bawang Putih: Mengonsumsi bawang putin bisa bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi menurunkan kolesterol, dan dapat mecegah penyakit jantung dengan cara melawan oksidasi dari serum lemak.
  2. Temu Giring: Berkhasiat menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan jantung , membersihkan darah, meningkatkan sirkulasi darah.
  3. Sambang Darah: Berkhasiat untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi tekanan darah tinggi dan menjaga kinerja Jantung.
  4. Temu Putih: Memiliki khasiat sebagai antilemak, penurun kolesterol.
  5. Mahkota Dewa: Bisa digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit berat seperti kanker, sakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal.

Disamping pencegahan dan penyembuhan dengan berbagai racikan herbal tersebut, yang paling penting adalah dengan olah raga dan menghindari stres. Hal ini karena jantung adalah salah satu bagian tubuh yang rentan terhadap stres kronis.

“Gangguan jantung terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada sistem saraf simpatik. Situasi ini kemudian menyebabkan keluarnya insulin (hormon yang membantu mengendalikan gula darah) secara berlebihan. Kelebihan cadangan itu menyebabkan terjadinya penimbunan insulin dalam darah, sehingga risiko terhadap penyakit jantung meningkat. Bahaya lanjutan, potensi timbulnya tekanan darah tinggi dan stroke,” papar Jeng Ana.

Untuk menghindari stres, terutama stres dalam masalah keuangan mengingat krisis ekonomi, Jeng Ana menawarkan resep sederhana yakni dengan hidup hemat dan memperbanyak doa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

(*)


++++

Artikel terkait...