rini-bonbon-710x150

Kisah kesembuhan komedian Rini S Bon Bon dari penyakit diabetes mellitus yang semula dideritanya memang cukup fenomenal. Bagaimana tidak, saat itu sedikitnya tujuh dokter sudah memutuskan agar kakinya diamputasi. Tetapi Tuhan ternyata bicara lain, sehingga kini dia sembuh tanpa harus kehilangan sedikit pun bagian tubuhnya setelah menjalani terapi di Klinik Herbal Jeng Ana.

Kejadian memilukan ini memang sudah berlangsung sekitar tahun lalu. Berbagai media juga sudah beberapa kali memberitakannya. Tetapi kisah nyata yang dialami Rini S Bon Bon ini hingga kini masih sering menjadi pembicaraan, karena dianggap mampu memberi inspirasi dan semangat bagi orang lain agar tidak pernah putus asa dan patah semangat dalam mencari kesembuhan atas penyakit yang dideritanya.

Beberapa waktu lalu, komedian yang kini tubuhnya berangsur lebih langsing ini kembali menceritakan kisahnya ketika tampil bareng Jeng Ana dalam acara ‘Medika Natura’ di Jak TV dan acara Coffee Break yang disiarkan TV One. Berikut kesaksian Rini:

“Waktu itu gara-garanya sangat sepele, lecet di telapak kaki karena sepatu sehabis syuting. Kemudian tumbuh seperti bisul. Singkat cerita, saya kemudian melakukan pengobatan ke sejumlah dokter, tetapi tidak sembuh-sembuh. Malahan kondisinya semakin parah.

Tujuh dokter sudah mengharuskan saya untuk menjalani operasi. Kalau operasi kan berarti kaki saya harus diamputasi. Alasan dokter, ketika dirontgen, tulang kaki saya sudah hancur. Selain itu juga sudah gangrang, penanahan di dalam yang terus menjalar dan sudah sampai ke pangkal paha. Padahal semula hanya sampai di lutut.
Secara psikis, saya jelas sangat terpukul. Sudah sekitar dua minggu saya ada di ICU.

Pihak keluarga menyerahkan ke saya untuk memutuskan apakah menjalani amputasi sebagaimana disarankan oleh dokter ataukah tidak. Alhamdulillah teman-teman memberi dukungan saya. Saat itulah saya menghubungi Jeng Ana untuk berkonsultasi. Jeng Ana punya feeling bahwa saya bisa sembuh tanpa harus menjalani amputasi.

Saya waktu itu sudah pasrah, sudah mengembalikan kepada Allah. Apalagi ketika saya tanyakan ke dokter, apakah dokter bisa menjamin saya akan sembuh setelah menjalani amputasi, ternyata dokter tidak bisa menjawab. Dokter hanya bilang, bahwa semuanya dikembalikan kepada Tuhan.

Dari situ saya berpikir bahwa masih banyak usaha yang masih bisa dilakukan. Saya yakin bahwa Allah memberikan penyakit pasti juga memberikan obatnya. Dalam doa, saya selalu memohon kepada Allah agar diberi mukjizat dan ditunjukkan kemana saya harus berobat agar bisa sembuh.

Rupanya Allah mempertemukan saya dengan Jeng Ana yang kemudian membuat saya bisa sembuh seperti sekarang ini. Berkat ramuan-ramuan herbal dan saran-saran Jeng Ana, alhamdulillah mukjizat itu sekarang benar-benar saya rasakan.”


++++

Artikel terkait...