miom-710x150

Miom atau Myoma kini semakin banyak menjangkiti kaum hawa. Dari ratusan email yang masuk sejak klinikherbaljengana.com dibuat sekitar sebulan lalu, lebih dari 75 persen diantaranya mengeluhkan soal gangguan kandungan, khususnya miom.

Sejumlah survey memang menunjukkan bahwa sekitar 20 persen wanita usia reproduksi mengidap miom. Karena itu pada kesempatan ini, kami sengaja menurunkan artikel tentang miom, baik pencegahan maupun cara mengatasinya.

Sebelum bicara lebih jauh, kiranya perlu untuk memahami apa yang dimaksud dengan miom. Kebanyakan orang menyamakan miom dengan kista. Maklum, keduanya memang sama-sama semacam tumor yang menyerang organ reproduksi perempuan.

Hanya saja, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Yang pertama adalah lokasi tempat tumbuhnya kista dan mioma. Lokasi pertumbuhan kista berada pada indung telur (ovarium). Karena itu, penyakit ini kerap disebut dengan istilah kista ovarium. Adapun mioma tumbuh pada otot rahim kaum perempuan.

Dilihat dari tempat tumbuhnya, ada tiga macam miom, yakni:

1. Miom sub serosa, tumbuh keluar dinding rahim, bahkan bisa mempunyai tangkai

2. Miom intra mural, tumbuh di dalam dinding rahim

3. Miom sub mucosa, tumbuh didalam rongga rahim, bisa juga bertangkai sampai keluar ke jalan lahir.

Terbentuknya Miom berawal dari gangguan fungsi syaraf yang disebabkan gangguan hormon estrogen serta emosi yang tak stabil. Gangguan fungsi syaraf ini selanjutnya akan menyebabkan kesalahan bentuk otot di dalam rahim atau uterus. Mioma merupakan tumor jinak dari miomaetrium (otot rahim) yang melalui pemeriksaan USG terlihat seperti gumpalan.

Diameternya bisa beberapa cm, namun bisa juga mencapai 5 kg. Biasanya terdeteksi ketika seorang wanita ke ahli kebidanan dan kandungan dengan keluhan sulit memiliki anak. Dan tak jarang, gumpalan inilah yang menjadi biang keladinya. Dalam istilah medis mioma disebut fibriod, yang sebenarnya tumor jinak.

Banyak kasus memperlihatkan bahwa seringkali perempuan tidak mengetahui kalau dirinya sedang mengidam miom. Hal ini karena penyakit ini memang muncul tanpa disadari. Tetapi sebenarnya, ada gejala-gejala untuk bisa mengetahui apakah Anda mengidam miom ataukah tidak.

Gejala-gejala serangan miom yang kerap terjadi antara lain:

–         Nyeri di perut atau di pinggul.

–         Perut terasa penuh

–         Nyeri sanggama.

–         Gejala anemia karena banyak kehilangan darah haid.

–         Sering berkemih karena miom menekan kandung kemih.

–         Tekanan pada panggul.

–         Infertilitas atau keguguran.

–         Constipation (sembelit).

–         Nyeri haid, perdarahan haid yang tidak normal (lebih banyak atau lebih lama), atau haid tidak teratur

 

Penyebab Miom

Lantas, apa yang menyebabkan penyakit ini muncul? Hingga kini penyebab pasti mioma belum diketahui, tetapi dari beberapa sumber menyebutkan jika pertumbuhan tumor jinak ini disebabkan oleh :

– Faktor Keturunan.

Adanya rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause).

 – Obesitas

Obesitas bisa menyebabkan ketidakseimbangan ransangan hormon dan kekebalan tubuh sehingga memicu timbulnya mioma dalam tubuh.

– Makanan Berkadar Lemak Tinggi

Lemak memicu pertumbuhan kanker jinak ini, karena itu pengidap miom diharuskan menghindari makanan-makanan berlemak.

– Infeksi dan Jamur

Dalam keadaan hamil, adanya infeksi dan jamur juga dapat membuat mioma timbul kembali meskipun sudah dilakukan operasi pengangkatan.

 

Pengobatan Miom

Bila Anda menempuh cara medis, dokter biasanya menempuh beberapa tahap pengobatan dengan memberikan suntikan penjinak miom. Namun dalam banyak kasus, dokter pun akhirnya menyarankan pasien untuk melakukan operasi pengangkatan miom.

Pengobatan jenis ini tentu saja tidak murah. Selain itu risikonya juga cukup besar. Banyak kasus operasi yang ternyata tidak berhasil mengangkat miom sampai bersih hingga ke akar-akarnya, sehingga kemudian memunculkan miom baru. Ada juga kasus operasi yang justru menimbulkan jenis penyakit baru, karena terjadinya infeksi atau efek dari obat-obatan kimia yang diberikan kepada sang pasien.

Menurut hemat kami, pengobatan secara herbal merupakan pilihan paling aman. Cara ini sudah banyak terbukti ampuh untuk menghilangkan miom, tanpa harus melalui cara operasi.

Cukup banyak obat dari alam semesta ini yang mampu menjinakkan, bahkan memberangus miom. Sebut saja diantaranya daun sirsak, sarang semut, mengkudu, teripang, dan sebagainya. Tentu saja harus mengetahi cara penggunaan herbal tersebut secara benar dan tepat agar tidak salah. Karena kesalahan menggunakan herbal bisa juga berakibat terjadinya keracunan.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah penerapan pola hidup yang sehat. Karena munculnya miom itu sendiri juga karena pola hidup yang tidak sehat. Misalnya soal makanan dan minuman, kebersihan, pola pikir yang menyebabkan stres, dan sebagainya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

 


++++

Artikel terkait...