kesehatan wanita oleh jeng ana

Perempuan paruh baya ini tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika dirinya terbebas dari kanker serviks yang semula dideritanya. Bagaimana tidak, semula dokter sudah memvonis bahwa kanker akan menyebar luas bila tidak segera dilakukan operasi.

“Tetapi karena saya takut operasi, kemudian anak-anak saya menyarankan untuk berobat alternatif ke Jeng Ana. Kebetulan Jeng Ana kan perempuan, jadi sangat tepat. Kalau laki-laki kan susah ya. Dan kemudian saya pun ditangani oleh Jeng Ana,” terang Bu Erna yang tampil bersama Jeng Ana dalam acara Coffee Break yang disiarkan TV One, beberapa waktu lalu.

Setelah bertemu pertama kali dengan Jeng Ana, Bu Erna semakin yakin bahwa penyakit yang dideritanya bisa sembuh tanpa harus menjalani operasi seperti yang divonis oleh dokter. “Dan alhamdulillah, hanya seminggu setelah mengkonsumsi obat, rasanya sudah enak. Hanya dengan satu paket, saya tidak lagi mengalami keputihan dan flek-flek,” ujarnya.

Salah satu keluhan yang dialami Bu Erna sebelum menjalani pengobatan memang adanya keputihan dan keluarnya flek-flek darah pada bagian kewanitaannya. Waktu itu, akunya, kondisinya cukup parah. Itulah sebabnya kemudian anak-anaknya menyarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

“Waktu itu saya datang ke dokter kandungan, terus dilakukan pemeriksaan biopsi, USG, tes darah dan pemeriksaan lainnya. Hasilnya diketahui bahwa saya menderita kanker serviks. Kata dokter, kanker ini harus segera diangkat. Bila dalam waktu sebulan tidak dioperasi, maka bisa menjalar kemana-mana,” jelasnya.

Bu Erna kemudian mendiskusikan vonis dokter tersebut dengan anak-anaknya. “Saya sangat takut operasi. Tetatpi saya juga ingin sembuh. Karena itu kemudian anak-anak menyarankan untuk berobat ke Jeng Ana,” tutur perempuan berusia 40-an ini.

Jeng Ana pun menambahkan bahwa ketika pertama kali datang ke kliniknya, Bu Erna membawa hasil uji lab dan semua rekam medis dari dokter. “Saya mempelajarinya semua, dan kesimpulan dalam hasil uji lab itu bahwa Bu Erna menderita Adeno Karsinoma Serviks

Sekedar diketahui bahwa ada dua jenis utama kanker serviks. Sekitar 8-9 dari 10 jenis yang ada adalah karsinoma sel skuamosa. Di bawah mikroskop, kanker jenis ini terbentuk dari sel-sel seperti sel-sel skuamosa yang menutupi permukaan serviks. Sedangkan sisanya adalah adenokarsinoma. Kanker serviks ini dimulai pada sel-sel kelenjar yang membuat lendir yang kemudian keluar seperti keputihan dan flek-flek.

“Setelah semua data kami pelajari, kemudian kami memutuskan bentuk pengobatan dan terapi yang harus dikalani Bu Erna. Kebetulan waktu itu, disimpulkan bahwa Bu Erna harus menjalani terapi terlebih dahulu. Terapi refleksologi ini disesuaikan dengan jenis dan kondisi penyakit pasien,” terang Jeng Ana.

Setelah terapi selesai, Bu Erna diberi obat herbal dalam berbagai bentuk, mulai dari ramuan seduh, kapsul ekstrak, dan lainnya. Selain itu juga dilakukan pengaturan pola makan, pola pikir, dan istirahat yang teratur,” ujar Jeng Ana.
.
Alhamdulillah Bu Erna mampu menjalani semua panduan Jeng Ana dengan baik, termasuk menjauhi semua pantangan-pantangan yang disebutkan Jeng Ana. Tingkat kepatuhan ini sangat menentukan cepatnya pasien sembuh. Karena, menurut Jeng Ana, makanan sangat menentukan perkembangan penyakit.

“Tetapi intinya, semua pasien yg menjalani terapi harus yakin. Dengan keyakinan itu insyaAllah Tuhan akan memberi kesembuhan,” pungkasnya.


++++

Artikel terkait...