constipation-710x150

Assalamu’alaikum.

Jeng Ana, saya Ferta dari Batam. Mohon bantuan Jeng Ana, saya ada masalah dengan BAB. Kadang-kadang sampai 1 minggu saya tidak BAB. Saya harus memakai bantuan obat pencahar atau obat pencuci perut setiap kali mau BAB.

Sejak susah BAB, saya jadi sensitif terhadap makanan dan logam-logam selain emas serta debu. Kulit gampang alergi setiap kali makan seafood. Padahal sebelumnya tidak pernah terjadi. Alergi yang saya alami berbentuk bintik-bintik kecil dikulit dan di seputaran wajah seperti biang keringat.

Mohon bantuan dari Jeng Ana, ramuan apa yang harus saya beli dan konsumsi dari Jeng Ana untuk mengobati keluhan saya tersebut. Terimakasih

Tengku Ferta Deswita
ferta_smile@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum salam.

Kami bisa memahami bagaimana ketidaknyamanan yang Anda rasakan. Sulit Buang Air Besar (BAB) atau konstipasi merupakan masalah yang banyak dialami penduduk di dunia. Belakangan angka kejadiannya semakin meningkat.

Sebagai contoh di Amerika Serikat setiap tahunnya terdapat 2,5 juta kunjungan pasien karena keluhan konstipasi dan tiap tahunnya dokter meresepkan 3 juta obat pencahar.

Banyak yang menganggap sembelit ini sebagai gangguan kecil yang dapat hilang sendiri atau hanya karena kurang serat. Tetapi dalam banyak kasus, konstipasi ternyata merupakan tanda adanya ketidakberesan pada saluran cerna anda. Bila hal ini tidak segera diobati bisa menjadi ancaman serius.

Dalam dunia medis, konstipasi diartikan sebagai gangguan pada pergerakan saluran cerna bagian bawah, sehingga menimbulkan kesulitan BAB atau frekuensi BAB yang berkurang. Frekuensi buang air besar pada tiap individu sangat bervariasi dan individual sehingga sembelit hanya dapat dinilai oleh si penderita berdasarkan frekuensi buang air besar biasanya.

Nah, sebelum kita membahas konstipasi tentu kita harus mengetahui lebih dahulu pergerakan saluran cerna bawah yang normal. Yang disebut saluran cerna bawah terdiri dari usus halus bagian bawah ( jejunum dan ileum ), usus besar, dan dubur. Sehingga bila ada gangguan pada salah satu bagian tersebut, maka gejala sembelit dapat muncul.

Pengaturan pergerakan saluran cerna bawah sebagian besar diatur oleh sistem saraf di luar kontrol sadar manusia, kecuali bagian dubur yang dapat diatur secara sadar. Bila sisa makanan yang telah dicerna masuk ke dalam jejunum dan ileum, maka akan merangsang sistem saraf usus untuk menggerakkan usus secara simultan dan teratur sehingga mendorong sisa makanan ke usus besar.

Setelah sisa makanan sampai ke usus besar, maka akan terjadi penyerapan air dan elekrolit dari sisa makanan. Kemudian produk sisa tersebut akan disimpan sementara di usus besar. Normalnya waktu transit bervariasi mulai 15 hingga 20 jam dengan waktu transit pada kolon 12 hingga 72 jam.

Dan ketika sudah penuh, maka produk sisa dibawa ke rectum. Produk sisa pada rectum inilah yang akan merangsang sensasi ingin buang air besar. Tetapi karena dubur diatur secara sadar oleh anda, maka keinginan buang air besar bisa ditahan untuk sementara hingga sampai ke toilet.

Sedangkan orang akan disebut megalami konstipasi karena frekuensi buang air besar lebih lama dari orang normal. Biasanya disertai dengan gejala kembung dan sakit perut pada bagian bawah. Dan bila hal ini berlangsung lama dan tidak diobati dengan benar, maka bisa berdampak dengan terjadinya sakit kepala, nafsu makan menurun, rasa tidak nyaman pada perut dan juga bisa mempengaruhi gaya hidup dan keseharian.

Pada orang yang waktu transitnya normal, ia merasakan ada mulas tetapi sulit  mengeluarkan tinja. Sementara itu orang yang waktu transitnya lambat, biasanya tidak ada rasa mulas sama sekali namun perut terasa tidak nyaman.

Konstipasi kronik sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup, namun ada beberapa kondisi yang diakibatkan penyakit organik, misalnya tumor, polip, atau pun kanker usus. Semakin lama kotoran di dalam perut, kontak dengan dinding usus bertambah sehingga rawan menyebabkan perubahan atau mutasi sel pada dinding usus.

Nah, dalam kasus yang Anda alami, konstipasi mengakibatkan terjadinya alergi kulit ketika menyantap seafood. Kondisi ini buka merupakan kejadian aneh. Dalam sejumlah kasus, konstipasi juga bisa menimbulkan jerawat atau gangguan kulit lainnya.

Mengapa? Karena kotoran yang terlalu lama mengendap di dalam perut bisa menimbulkan racun dalam tubuh. Metabolisme bagian tubuh yang lai pun bisa terganggu. Apalagi bila penyebab konstipasi ternyata adalah peyakit lain, seperti yang dipaparkan diatas.

Karena itu, pengobatan konstipasi memang sangat diperlukan. Saran kami, sebaiknya Anda melakukan uji lab terlebih dahulu. Juga dianjurkan untuk melakukan scanning/USG untuk memastikan bahwa kesulitan BAB itu bukan terjadi karena adanya tumor, polip, atau peyakit dalam  perut lainnya.

Saran umum yang biasaya disampaikan dokter untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan memperbanyak konsumsi serat, perbanyak aktivitas fisik, minum air putih sedikitnya dua liter setiap hari, serta mengonsumsi probiotik.

Namun, dalam kasus yang Anda alami, kemungkinan saran-saran tersebut belum mampu menghentikan konstipasi. Karena itu terapi khusus memang diperlukan. Bayak jenis ramuan herbal yang bisa dipergunakan untuk penyembuhan penyakit Anda. Namun tentu saja harus disesuaikan dengan penyebab konstipasi yang Anda alami. Karena itu, uji lab/scan menjadi sangat penting sebagai bahan menentukan ramuan dan komposisinya yang tepat.

Namun dalam kasus konstipasi umum, sejumlah tanaman herbal terbukti banyak membantu penyembuhannya, seperti madu, jeruk nipis, brokoli, buah prem, dan sebagainya.

 


++++

Artikel terkait...