anemia-hemolitik-710x150

Dengan Hormat,

Saya berasal dari Tasikmalaya. Saya punya saudara usianya sekitar 23 tahun, sekarang didiagnosa oleh dokter menderita penyakit anemia emolitik (sistem imun memakan sel darah merah, katanya dok). Keluhannya pusing, lemas. Sudah berobat kemana-mana, tetapi kondisinya tetap.

Setelah melihat tayangan di televisi tentang klinik yang ibu jalankan, saya tertarik untuk mengantar berobat saudara saya tersebut. Pertanyaan saya:

1. Apakah penyakit saudara saya dapat disembuhkan?

2. Apa penyebab dan bagaimana mengatasinya?

3. Bagaimana agar saudara saya ingin ditangani langsung oleh Jeng Ana baik di pusat atau di cabang Bandung?

Mohon saran dan jawabannya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Tatang Mangsur, S.Pd

tatangtango@ymail.com

JAWAB:

Terimakasih Pak Tatang. Mungkin yang Anda maksud dengan penyakit yang diderita saudara Anda adalah Anemia Hemolitik. Penyakit ini merupakan jenis anemia yang terjadi karena meningkatnya penghancuran sel darah merah.

Penderita Anemia Hemolitik mengalami kekurangan kadar hemoglobin akibat kerusakan pada eritrosit yang lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang untuk menggantinya kembali.

Gejala anemia hemolitik mirip dengan anemia yang lainnya. Kadang-kadang hemolisis terjadi secara tiba-tiba dan berat, menyebabkan krisis hemolitik, yang ditandai dengan:

– Demam

– Menggigil

– Nyeri punggung dan nyeri lambung

– Perasaan melayang

– Penurunan tekanan darah yang berarti.

Dalam keadaan normal, sel darah merah mempunyai waktu hidup 120 hari. Jika menjadi tua, sel pemakan dalam sumsum tulang, limpa dan hati dapat mengetahuinya dan merusaknya.

Jika suatu penyakit menghancurkan sel darah merah sebelum waktunya (hemolisis), sumsum tulang berusaha menggantinya dengan mempercepat pembentukan sel darah merah yang baru, sampai 10 kali kecepatan normal. Jika penghancuran sel darah merah melebihi pembentukannya, maka akan terjadi anemia hemolitik.

Dalam keadaan normal, sel darah merah berjalan di sepanjang pembuluh darah tanpa mengalami gangguan. Tetapi secara mekanik sel darah merah bisa mengalami kerusakan karena adanya kelainan pada pembuluh darah (misalnya suatu aneurisma), katup jantung buatan atau karena tekanan darah yang sangat tinggi.

Kelainan tersebut bisa menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan sel darah merah mengeluarkan isinya ke dalam darah. Pada akhirnya ginjal akan menyaring bahan-bahan tersebut keluar dari darah, tetapi mungkin saja ginjal mengalami kerusakan oleh bahan-bahan tersebut.

Jika sejumlah sel darah merah mengalami kerusakan, maka akan terjadi anemia hemolitik mikroangiopati. Diagnosis ditegakkan bila ditemukan pecahan dari sel darah merah pada pemeriksaan contoh darah dibawah mikroskop. Penyebab dari kerusakan ini dicari dan jika mungkin, diobati.

Kadang-kadang sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan fungsi dan menghancurkan selnya sendiri karena keliru mengenalinya sebagai bahan asing (reaksi autoimun).

Jika suatu reaksi autoimun ditujukan kepada sel darah merah, akan terjadi anemia hemolitik autoimun. Anemia hemolitik autoimun memiliki banyak penyebab, tetapi sebagian besar penyebabnya tidak diketahui (idiopatik).

Diagnosis ditegakkan jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan antibodi (autoantibodi) dalam darah, yang terikat dan bereaksi terhadap sel darah merah sendiri.

Anemia hemolitik autoimun dibedakan dalam dua jenis utama, yaitu anemia hemolitik antibodi hangat (paling sering terjadi) dan anemia hemolitik antibodi dingin.

Anemia Hemolitik Antibodi Hangat adalah suatu keadaan dimana tubuh membentuk autoantibodi yang bereaksi terhadap sel darah merah pada suhu tubuh. Autoantibodi ini melapisi sel darah merah, yang kemudian dikenalinya sebagai benda asing dan dihancurkan oleh sel perusak dalam limpa atau kadang dalam hati dan sumsum tulang.

Sepertiga penderita anemia jenis ini menderita suatu penyakit tertentu (misalnya limfoma, leukemia atau penyakit jaringan ikat, terutama lupus eritematosus sistemik) atau telah mendapatkan obat tertentu, terutama metildopa.

Gejalanya seringkali lebih buruk daripada yang diperkirakan, mungkin karena anemianya berkembang sangat cepat. Limpa biasanya membesar, sehingga bagian perut atas sebelah kiri bisa terasa nyeri atau tidak nyaman.

Sedangkan Anemia Hemolitik Antibodi Dingin adalah suatu keadaan dimana tubuh membentuk autoantibodi yang bereaksi terhadap sel darah merah dalam suhu ruangan atau dalam suhu yang dingin.

Anemia jenis ini dapat berbentuk akut atau kronik. Bentuk yang akut sering terjadi pada penderita infeksi akut, terutama pneumonia tertentu atau mononukleosis infeksiosa. Bentuk akut biasanya tidak berlangsung lama, relatif ringan dan menghilang tanpa pengobatan. Bentuk yang kronik lebih sering terjadi pada wanita, terutama penderita rematik atau artritis yang berusia diatas 40 tahun.

Bentuk yang kronik biasanya menetap sepanjang hidup penderita, tetapi sifatnya ringan dan kalaupun ada, hanya menimbulan sedikit gejala. Cuaca dingin akan meningkatkan penghancuran sel darah merah, memperburuk nyeri sendi dan bisa menyebabkan kelelahan dan sianosis (tampak kebiruan) pada tangan dan lengan.

Penderita yang tinggal di daerah bercuaca dingin memiliki gejala yang lebih berat dibandingkan dengan penderita yang tinggal di iklim hangat.

Diagnosis ditegakkan jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan antibodi pada permukaan sel darah merah yang lebih aktif pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh.

Lantas, apa yang menyebabkan penyakit ini? Ada sejumlah faktor yang dikenal sebagai penyebabnya, antara lain:

– Pembesaran limpa (splenomegali)

– Sumbatan dalam pembuluh darah

– Antibodi bisa terikat pada sel darah merah dan menyebabkan sistem kekebalan menghancurkannya dalam suatu reaksi autoimun

– Kadang sel darah merah hancur karena adanya kelainan dalam sel itu sendiri (misalnya kelainan bentuk dan permukaan, kelainan fungsi atau kelainan kandungan hemoglobin)

– Penyakit tertentu (misalnya lupus eritematosus sistemik dan kanker tertentu, terutama limfoma)

– Obat-obatan (misalnya metildopa, dapson dan golongan sulfa).

Lantas apakah penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan secara herbal? InsyaAllah bisa. Yang terpenting adalah lakukan pemeriksaan medis atau laboratorium terlebih dahulu untuk mengetahui secara seksama penyebab dan kondisi anemia yang saudara Anda alami. Bila sudah memiliki rekam medisnya, maka Anda tinggal memberikan copynya kepada kami.

Dengan data tersebut insyaAllah kami akan mengupayakan cara pengobatannya secara lebih tepat. Yang kami lakukan adalah menyembuhkan sumber-sumber yang menjadi penyebab terjadinya penyakit. Dengan demikian, mudah-mudahan dengan ridlo Allah, penyakit bisa disembuhkan.

Menjawab pertanyaan Anda tentang penanganan langsung oleh Jeng Ana, bahwa Jeng Ana praktik langsung di klinik pusat pada setiap hari Sabtu dan Minggu. Sedangkan untuk di Bandung tidak ada jadwal yang pasti, sehingga Anda harus mengkomunikasikannya dengan klinik Bandung untuk mengetahui hari apa Jeng Ana datang kesana.

Kami sarankan untuk mendaftar sehari atau beberapa hari sebelumnya agar bisa mendapat nomor antrean. Tetapi sebenarnya, tanpa ditangai langsung oleh Jeng Ana juga tidak menjadi masalah. Karena para asisten yang menangani juga memiliki keterampilan dan kemampuan pengobatan yang mumpuni, karena telah dilatih khusus oleh Jeng Ana. Selain itu, obat-obat yang diberikan juga hasil racikan langsung dari tangan Jeng Ana.

Sekian. Terimakasih.

 

 

 


++++

Artikel terkait...