Sikap Ikhlas Adalah Salah Satu Kunci Sembuh Dari Kanker

Gambar Ikhlas Menghadapi Cobaan sumber : vandrahmad.blogspot.com

Kekuatan jiwa adalah sebuah potensi yang tidak tampak tetapi efeknya luar biasa. Dengan menggunakan kekuatan jiwa, beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat sebenarnya dapat disembuhkan.

Hal tersebut diungkapkan praktisi herbal, Ina Soviana, atau yang akrab disapa Jeng Ana. Menurutnya, pada dasarnya setiap manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, tapi tidak semua orang tahu caranya.

“Salah satu kunci kekuatan jiwa yang dapat menyembuhkan penyakit adalah perasaan ikhlas,” tegas Jeng Ana.

Menurutnya, rasa ikhlas secara sederhana dapat diartikan sebagai perasaan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. “Ikhlas adalah sesuatu yang mungkin hanya dapat digambarkan dengan perasaan seperti ini. Apapun kenyataan hidup, sudah tidak lagi berbenturan dengan keinginan dan hasrat karena kita sudah bisa menerima dengan apa adanya,” paparnya.

Untuk menyelaraskan tubuh dan pikiran, selain juga menetralisir pikiran dan perasaan supaya tidak terpendam dan menumpuk dalam hati, salah satunya adalah dengan bersikap ikhlas.

Jeng Ana menyatakan, setiap orang tentu memiliki kemampuan berbeda dalam menghadirkan keikhlasan. Untuk itulah, ia menyarankan untuk membiasakan diri berlatih secara bertahap dan rutin.

“Latihan yang saya maksud di sini adalah dengan terus meningkatkan kualitas beribadah. Tak perduli apapun penyakitnya, keikhlasan dapat dilatih dengan mendekatkan diri pada Allah. Saya selalu menganjurkan puasa kepada pasien kanker yang saya tangani,” urai Jeng Ana.

Sebuah mukjizat berkat ikhlas dirasakan oleh Aida Hubaedah (32), penderita kanker ovarium stadium 3 dan 3 sel kanker di otak kiri. Putri sulung pasangan H. Baharuddin dan Hj. Rohimah ini sembuh setelah berjuang melawan kanker dengan ikhlas dan pasrah, sambil secara kontinyu mengkonsumsi herbal racikan Jeng Ana.

Sesuai dengan saran Jeng Ana dan kesanggupan keluarga pasien, orangtua Aida juga melakukan pengajian bersama anak yatim, selama 40 hari. Aida mengaku bersyukur telah sembuh dan mengimbau kepada keluarga penderita kanker agar terus memberikan semangat, karena hal itu sebagai obat mujarab.

“Saya ingin berbagi pengalaman, penderita kanker jangan menyerah. Kalau terus berjuang penyakit bakal kalah. Kalau ada saudara kena kanker mohon disemangati semaksimal mungkin. Harus ikhlas dan pasrah dalam berikhitar. Konsumsi herbal Jeng Ana meskipun pahit, sebab ini sangat menyembuhkan,” tutur Aida saat memberikan testimoni di acara tasyakuran atas kesembuhannya.

Aida bercerita, awalnya ia tidak pernah menyadari kalau tubuhnya digerogoti penyakit yang sangat mematikan. Yang ia rasakan sepertinya hanya sakit pinggang dan nyeri di bagian perut. Namu saat berobat di rumah sakit dan diobservasi lanjutan ditemukan benjolan di perut kiri yakni kanker ovarium stadium 3.

“Saat itu dokter bilang bisa disembuhkan dengan kemoterapi dan operasi. Semua persiapan sudah dilakukan, tapi menjelang operasi saya kejang dan semua persiapan hancur. Kondisi saya terus menurun hingga berat badan 20 Kg,” kenang Aida sambil menitikkan air mata.

Kondisinya terus menurun. Aida bersyukur sebab ayahnya mendapat informasi tentang pengobatan herbal Jeng Ana. Setelah menghabiskan 2 paket herbal dirinya dinyatakan sembuh total.

“Dari situ saya percaya jika kita pasrah dan ikhlas menyerahkan serta meminta kesembuhan pasti akan diberi oleh Allah,” ungkapnya sambil mengusap air matanya.

Yang tak kalah penting, Aida Hubaedah juga percaya bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, dan apabila obat tersebut sudah tepat mengenai penyakit maka pasti akan sembuh. Obat dimaksud salah satunya ada di dalam tanaman herbal. Dengan ketepatan Jeng Ana dalam meramunya, maka ini juga menjadi bagian penting dari kesembuhan penyakit kanker.


++++

Artikel terkait...