erempuan berusia 50-an tahun ini tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat menemani Ratu Herbal Jeng Ana di studio B Channel, beberapa waktu lalu. Maklum saja, berkat pengobatan yang dilakukannya di Klinik Herbal Jeng Ana, mata perempuan bernama Sundari itu bisa melihat kembali.

Padahal, kata Sundari, semula dia hampir putus asa dengan penyakitnya itu. “Selama setahun lebih berbagai jenis pengobatan sudah saya lakukan, baik secara medis di dokter maupun alternatif. Tetapi tidak sembuh juga. Malah banyak yang bilang kalau penyakit saya tidak bisa sembuh,” kenang Sundari.

Perlu diketahui bahwa sekitar dua tahun lalu, Sundari mengalami gangguan pada penglihatannya. Semula pandangannya cuma redup atau kabur. Lama-lama, pandangannya semakin kabur dan bahkan akhirnya gelap dan tidak bisa melihat sama sekali. “Berkat dukungan anak dan suami, saya tidak putus asa untuk terus mencari pengobatan. Biarpun banyak yang bilang kalau saya tidak sembuh, tetapi saya yakin bahwa Tuhan memberikan penyakit pasti ada obatnya,” ujarnya.

Apa sebenarnya penyakit yang diidap Sundari? Sejumlah dokter yang pernah didatangi Sundari kala itu tidak bisa menyimpulkan secara pasti. Bahkan, kata Sundari, antara dokter satu dengan lainnya bersilang pendapat. “Ketika saya di-rontgen oleh dokter satunya dibilang bahwa ada cairan di bagian belakang mata saya. Tetapi ketika dokter lainnya melakukan scan dikatakan tidak ada apa-apa di mata saya. Jadi, pendapatnya bertolak belakang. Saya jadi makin bingung,” katanya.

Sedangkan pengobat alternatif atau dukun yang didatangi Bu Sundari saat itu menduga bahwa kebutaan terjadi karena guna-guna atau dikerjain oleh dukun.

Di tengah ketidakpastian pendapat medis ini lantas Bu Sundari disarankan untuk menjalani penyinaran. Tetapi saran ini tak serta merta dipenuhinya. “Saya bilang ngapain disinar sedangkan nggak ada katarak.”

Upaya medis pun praktis gagal. Tetapi alhamdulillah rupanya Bu Sundari secara tak sengaja melihat tayangan Jeng Ana di televisi. “Waktu itu hari Sabtu saat Jeng Ana tampil pada acara Medika Natura di Jak TV. Keesokan harinya saya langsung ke klinik Jeng Ana,” tuturnya.

Ketika datang ke klinik, sambung Jeng Ana, kondisi Bu Sundari saat itu cukup memprihatinkan, sama sekali tidak bisa melihat alias buta. Dari penjelasan yang disampaikan Bu Sundari, Jeng Ana menyimpulkan bahwa penyakit yang diidap adalah komplikasi. “Ada komplikasi penyakit maag kronis, gangguan lambung, kepalanya pusing seperti vertigo setiap malam,” terang Jeng Ana.

Jadi, menurut Jeng Ana, apa yang dialami Bu Sundari sama sekali tidak ada hubungannya dengan dukun atau guna-guna, melainkan lantaran komplikasi penyakit yang diidapnya. Karena itu, Jeng Ana lantas menerapi Bu Sundari, memandikannya dengan rempah, serta memberinya satu paket ramuan herbal.

“Semua berkat Allah, saya berikan obat yang terdiri dari ratusan tanaman obat yang sudah kami racik. Diterapi badannya untuk rileksasi, mandi rempah. Nah mengenai mandi rempah ini sama sekali tak ada muatan musyrik, melainkan murni pengobatan, akrena rempah yang digunakan untuk mandi itu merupakan tanaman obat sesuai dengan penyakitnya.”

Selain itu Jeng Ana juga memberinya dengan air doa. “Kami memohon sama Allah agar kesembuhan Bu Sundari dimudahkan. Alhamdulillah dalam perkembangannya kemudian pelahan-pelahan kabut putih yang dialami Bu sundari hilang. Beliau bisa melihat meja, bisa melihat pintu dan akhirnya bisa melihat semuanya,” jelas Jeng Ana.

Menurut Bu Sundari, efek obat dari Jeng Ana sudah dirasakannya sejak awal mengkonsumsi ramuan herbal yang diberikan Jeng Ana. “Kalau satu paket itu kan ada dua kantong ya. Sejak meminum dari kantong pertama, rasa pusing yang biasanya muncul malam hari pelahan-lahan hilang. Saya minum terus obatnya dan kemudian penglihatan saya dari hari ke hari semakin terang. Dan setelah sekitar satu setengah bulan kemudian, saya bisa melihat jelas,” ujarnya.

Kesembuhan ini membuat Bu Sundari dan keluarganya tak henti-hentinya bersyukur. Betapa tidak. Semula para dokter dan pengobat alternatif menyatakan bahwa kebutaan Bu Sundari tak bisa sembuh, tetapi ternyata kini malah sembuh total. “Karena itu saya berpesan kepada masyarakat lain yang sedang menderita sakit, jangan pernah berputus asa. Bersabarlah dan terus berusaha mencari pengobatan yang tepat. Buktinya saya bisa bisa melihat kembali meskipun semula divonis tidak bisa melihat lagi. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah,” pungkasnya.

 


++++

Artikel terkait...