mpok-ori-jna-710x150

Komedian senior Mpok Nori berangsur sembuh dari penyakit batu ginjal yang dideritanya. Komedian berdarah Betawi itu mengkonsumsi obat-obatan herbal setelah pengobatan medis tak berhasil.

“Sekarang banyak perubahannya, makanya Mak balik lagi ke klinik Jeng Ana. Sekarang perut Mak, lambung sebelah kanan sudah nggak sakit lagi,” katanya usai berobat di Klinik Herbal Jeng Ana di kawasan Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (23/9).

Komedian yang khas dengan logat bicaranya yang lantang itu merasa lebih cocok menggunakan pengobatan herbal ketimbang medis. Ia berharap bisa segar dan kembali beraktivitas.

“Mak juga kan masih punya harapan untuk sembuh, jadi balik lagi kesini ternyata Mak cocok. Mudah-mudahan bisa syuting lagi,” katanya berharap.

Dalam pengobatan, Ratu Herbal Jeng Ana memberikan ramuan dan rempah-rempah sehingga kesehatan Mpok Nori kini berangsur membaik.

“Setelah Mak Nori melakukan pemeriksaan USG di rumah sakit, neprosiasis yakni ada batu ginjal di kanan dan di kiri. Selama Mak Nori di rumah sakit, kagak tahu kan penyakitnya, mesti tiap hari minum obat tetap saja Mak Nori terbaring di rumah sakit. Dan sekarang setelah mengkonsumsi ramuan herbal kami, alhamdulillah kondisi Mak Nori berangsur membaik,” sambung Jeng Ana.

Karena penyakit yang dideritanya, Mpok Nori juga menghadapi banyak pantangan makanan. Karena itu ketika bertemu Jeng Ana, perempuan tua yang masih semangat ini menanyakannya ke Jeng Ana. “Emak mau tanya nih, apa makan terong dan leunca itu juga termasuk makanan yang pantang saya makan. Soalnya terong dan leunca itu makanan favorit emak,” tanyanya.

Perasaan komedian sekaligus budayawan Betawi itu jadi lega setelah mendengar jawaban Jeng Ana. Menurut wanita berkerudung itu, Mpok Nori tetap bisa mengonsumsi makanan kesukaannya tersebut. “Asal jangan makan buah nangka,” ucap Jeng Ana.

Tapi Mpok Nori rupanya masih penasaran. Ia sengaja mengeluarkan unek-uneknya supaya bisa menjaga pola makannya. Ia kemudian menanyakan apakah dirinya boleh mengonsumsi jus wortel, apel, dan pir yang dicampur gula pasir atau madu.

“Pakai madu saja mbak. Soalnya gula pasir kurang bagus. Paling enggak gula aren, kurma juga boleh,” saran Jeng
Ana.

Kini usia Mpok Nori sudah kepala tujuh. Sejumlah penyakit pun mulai menggerogotinya. Beberapa waktu lalu, ia harus
menjalani perawatan karena tipes, dan sekarang ditambah lagi batu ginjal. Namun Jeng Ana menuturkan Mpok Nori bisa
hidup sehat di masa tuanya.

Jeng Ana melanjutkan pasiennya tersebut melakukan terapi dengan mandi rempah secara berkala. “Dengan mandi rempah, badan Emak Nori bisa kembali segar bugar,” tandasnya.

Mpok Nori pun mengakui bahwa kondisinya saat ini sudah jauh membaik. “Sekarang banyak perubahannya. Sudah terapi, mandi rempah, perut Mak, lambung sebelah kanan sudah enggak sakit lagi,” cerita Mpok Nori.

 


++++

Artikel terkait...