Sumber Gambar www.vemale.com

Pasangan suami istri, Toni dan Sudarni, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika menyampaikan kesaksian bersama Jeng Ana di stasiun televisi Jak TV, beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak, berkat bantuan pemilik Klinik Herbal Jeng Ana itu Sudarni bisa terlepas dari siksaan penyakit asam lambung akut yang dideritanya sejak tahun 2007.

Sang suami, Toni, merupakan orang yang paling repot sejak istrinya menderita penyakit ini. “Waktu itu tanggal 3 November 2007. Pagi-pagi ketika bangun tidur, istri saya bilang kalau mumet parah sekitar 10 menit lamanya. Buka mata saja nggak kuat. Setelah kondisinya agak enakan, saya antar ke dokter untuk periksa,” cerita Toni.

Menurut dokter, jelas Toni, istrinya menderita asam lambung. Yang membuat Toni heran, asam lambung yang diderita istrinya itu cukup parah. Air dalam perut bisa naik hingga ke jantung, paru-paru, bahkan sampai ke mata, sehingga kalau melihat terasa buram. “Tubuh saya rasanya berat, seperti penuh air,” sambung Sudarni.

Setelah kembali ke dokter, lantas disarankan untuk melakukan endoskopi untuk mengeluarkan air yang memenuhi bagian atas tubuh Sudarni. “Setelah itu kondisinya memang agak enak, tetapi ternyata asam lambungnya tidak bisa turun, dan bahkan naik terus. Kondisi istri pun semakin parah, saya sampai putus asa, karena sudah berganti-ganti dokter, sampai ke Jawa segala, ternyata tak kunjung sembuh,” cerita Toni.

Menurut Sudarni, yang dirasakan pada tubuhnya saat itu seperti bangkai saja. “Dipukul atau dicubit sekeras apapun tidak terasa sakit. Mati rasa. Selama satu setengah bulan saya tidak bisa tidur. Mata hanya merem, tapi tidak tidur,” terang Sudarni.

Pada tahun 2010 kondisi Sudarni makin parah. “Waktu itu penghilahatan saya benar-benar sudah kabur. Sudah tidak bisa mengenali orang sama sekali. Kami sudah hampir putus asa,” katanya.

Di tengah keputusasaan itu, pasangan Toni-Sudarni mendengar tentang Klinik Jeng Ana. “Pada bulan Desember 2010 kami pun memutuskan untuk berobat ke Jeng Ana. Alhamdulillah, ternyata jalan kesembuhan kami melalui Jeng Ana,” jelas Sudarni.

Seperti pasien lain pada umumnya, Toni membawa rekam medis istrinya itu ketika bertemu dengan Jeng Ana. Setelah dipelajari, Jeng Ana pun memberinya paket ramuan yang sudah disesuaikan dengan rekam medis Sudarni. “Sejak pertama datang, kami sudah diberitahu kalau reaksi obat herbal butuh waktu, tidak seperti obat kimia yang efeknya langsung terasa seketika,” jelas Toni.

Setelah mengkonsumsi paket pertama, aku Sudarni, efek ramuan sudah mulai terasa. Bila semula tidak bisa jalan sama sekali, kali ini sudah bisa jalan. “Semula kan hanya makan dan tidur saja,” terang Toni.

Begitu memasuki paket kedua, yakni di bulan ketiga, perkembangan Sudarni semakin baik. “Istri tidak hanya bisa jalan, tetapi juga sudah bisa mengerjakan peketjaan sehari-hari, sudah bisa kesana kemari,” ujar Toni.

Perkembangan Sudarni terus membaik dan akhirnya sembuh total setelah menghabiskan paket keempat. “Setiap habis satu paket kami selalu periksa ke dokter dan selalu dinyatakan kondisinya lebih baik. Dan tidak ada efek samping seperti ditakutkan kebanyakan orang tentang kondisi ginjal atau lever. Bahkan gula darah istri saya yang semula 219 ketika datang ke Jeng Ana kemudian turun menjadi 117, bahkan sekarang turun lagi,” kata Toni.

Menurut Toni, kesembuhan istri ini juga tidak lepas dari kepatuhannya dalam menjalankan semua saran yang disampaikan Jeng Ana, terutama mengenai pola makan. “Istri mematuhi semua.  Tidak ada yang dilanggar sama sekali. Makannya hanya oyong, wortel dan brokoli. Buahnya hanya buah naga, pir sama apel. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh total,” ujar Toni sumringah.

Jeng Ana menambahkan bahwa apa yang dialami Sudarni waktu itu memang sudah sangat parah. “Makanan sudah sulit masuk, dan bernafas juga sudah susah. Ini terjadi karena gas tidak bisa keluar, sedangkan cairan terus naik. Ini menekan pembuluh darah. Kebetulan Ibu Sudarni juga punya riwayat diabetes, dan mungkin pernah mengkonsumsi obat kimia dalam waktu cukup panjang,” terang jeng Ana.

Dengan kondisi itu, maka Jeng Ana pun membuatkan ramuan yang sesuai dengan kronologi penyakit yang pernah dialami Sudarni.

 

 


++++

Artikel terkait...