Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


epilepsy-710x150

Anak saya usia 13 th, di diagnosa mengalami epilepsi sejak usia 7 tahun hingga saat ini masih mengalami kejang-kejang. Sudah di MRI 2 kali, saat usia 7 tahun dan terakhir bulan Januari 2012 lalu MRI ke-2. Hasil MRI menyebutkan ‘Mesial Temporal Sclerosis’ dengan hypotrophy hippocampus kanan. Dan hasil EEG dengan klasifikasi : EEG Abnormal III (Bangun); Continuous slowing activity hemisfer sinistra; Sharp wave frontal sinistra.
Apakah ada obat herbal yang cocok untuk anak saya? Terima kasih…

Jayahadi

jayahadi@gmail.com

JAWAB:

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami perlu sedikit menjelaskan apa yang dimaksud dengan epilepsi. Epilepsi merupakan istilah dalam bahasa Yunani, yakni gangguan neurologis umum kronis yang ditandai dengan kejang berulang tanpa alasan. Hal ini merupakan gejala dari aktivitas neuronal yang abnormal dan berlebihan.

Epilepsi tidak bisa menular ke orang lain karena hanya merupakan gangguan otak yang tidak dipicu oleh suatu kuman virus dan bakteri. Dengan pengobatan secara medis ataupun herbal bisa membantu pasien epilepsi untuk mengurangi serangan epilepsi maupun menyembuhkannya secara penuh.

Umumnya penyakit ini terjadi pada anak-anak atau orang di atas usia 65 tahun. Namun bukan berarti tidak bisa menimpa orang diluar usia tersebut. Karena kenyataannya banyak juga orang dewasa yang mengidap epilepsi. Epilepsi juga tidak mengenal garis keturunan, sehingga mereka yang tidak memilkiki keturunan yang mengidap epilepsi pun bisa terkena penyakit ini.

Pada tahun 2000, diperkirakan penyandang epilepsi di seluruh dunia berjumlah 50 juta orang, 37 juta orang diantaranya adalah epilepsi primer, dan 80% tinggal di negara berkembang. Laporan WHO (2001) memperkirakan bahwa rata-rata terdapat 8,2 orang penyandang epilepsi aktif diantara 1000 orang penduduk, dengan angka insidensi 50 per 100.000 penduduk.

Angka prevalensi dan insidensi diperkirakan lebih tinggi di negara-negara berkembang. Hasil penelitian Shackleton dkk (1999) menunjukkan bahwa angka insidensi kematian di kalangan penyandang epilepsi adalah 6,8 per 1000 orang. Sementara hasil penelitian Silanpaa dkk (1998) adalah sebesar 6,23 per 1000 penyandang. Epilepsi atau yang sering kita sebut ayan atau sawan tidak disebabkan atau dipicu oleh bakteri atau virus dan gejala epilepsi dapat diredam dengan bantuan orang-orang yang ada disekitar penderita.

Apakah penyebab penyakit ini? Sejauh ini belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa hal yang bisa menyebabkan epilepsi, atau dalam dunia medis dikenal sebagai faktor predisisposisi epilepsi, diantaranya:

– Asfiksia neonatorum.

– Riwayat ibu-ibu yang mempunyai resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang sukar melahirkan, penggunaaan obat-obatan, diabetes, atau hipertensi).

– Pascatrauma kelahiran.

– Riwayat bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsan yang digunakan sepanjang kehamilan.

– Riwayat demam tinggi.

– Adanya riwayat penyakit pada masa kanak-kanak (campak, penyakit gondongan, epilepsi bakteri).

– Riwayat intoksikasi obat-obatan atau alkohol.

– Riwayat gangguan metabolisme dan nutrisi atau gizi.

– Riwayat keturunan epilepsi.

 

Jenis Kejang dalam Epilepsi

Ada dua golongan utama penyakit epilepsi:

1. Kejang umum.

Kejang ini ditandai dengan empat fase, yaitu :

Fase Aura. Penderita mengalami berbagai sensasi sebelum kejadian kejang kronik. Sensasi ini merupakan tanda akan datangnya kejang. Sensasi mungkin merupakan penciuman, pusing, cahaya, rasa tertentu, baal atau getaran pada tangan.Itu bagian awal dari kejang epilepsi

Fase Tonik. Ditandai hilangnya kesadaran, jeritan (suara bernada tinggi disebabkan lewatnya udara melalui laring yang menutup disertai kontraksi maksimal otot-otot dada dan perut), tubuh kaku karena kontraksi tiba-tiba dari seluruh otot volunteer ( tangan fleksi, kaki ekstensi dan gigi rapat).

Fase Klonik. Ditandai oleh gerakan-gerakan kejang agitasi seluruh tubuh karena pergantian relaksasi dan kontraksi yang cepat dari seluruh otot volunteer. Pernapasan terhenti dan terjadi sianosis. Mungkin disertai mulut berbusa karena banyaknya saliva yang mungkin berwarna merah bila terjadi pendarahan karena tergigitnya lidah.

Fase Pemulihan/ Postikal. Ditandai oleh terhentinya gerakan-gerakan kejang. Individu tidak sadar. Kesadaran dan semua gerakan volunteer perlahan kembali. Kebingungan, agitasi dan peka rangsang mungkin muncul. Individu akan merasa lelah. Mungkin mengalami inkontinensia urine. Individu jua lupa akan kejang yang dialaminya.

2. Kejang fokal atau parsial

Kejang fokal sederhana ditandai dengan kejang pada bagian tubuh tertentu merupakan tempat dimana konduksi neural abnormal terjadi goncangan pada satu sisi wajah meluas kepada otot-otot tubuh pada sisi yangt sama. Gejala somatosensori bisa terjadi misalnya kesemutan, rasa logam, halusinasi visual; gejala otonom juga dapat terjadi seperti mual, berkeringat, individu tidak mengalami kehilangan kesadaran.

Kejang fokal kompleks ditandai oleh adanya kehilangan kesadaran, disertai tingkah laku kacau seperti lip smaking, menarik-narik pakaian, atau menunjukkan jari. Kemudian kacau mental dan peka rangsang terjadi kemudian. Kejang parsial dapat berkembang menjadi kejang umum. Dengan kejang pertama, seseorang dirawat dan mengalami pemeriksaan diagnostic lengkap untuk menentukan penyebab kejang.

Sedangkan mengenai hasil MRI putra Anda, yakni ‘Mesial Temporal Scleosis dengan hypotrophy hippocampus kanan’. Maksudnya, bahwa pada ‘Mesial Temporal Sclerosis’ terjadi kekurangan ataupun ketidakadaan neuron-neuron otak, terutama di bagian lobus temporal. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Bisa akibat benturan , infeksi, tumor otak atau mungkin juga akibat kekurangan oksigen ke otak.

Sementara hippocampus memang merupakan area yang ada di lobus temporal. Jadi memang berkaitan antara hipoccampus yang hypotrophy dengan Mesial temporal sclerosis.

Apakah putra Anda bisa diobati secara herbal? InsyaAllah bisa, karena obat herbal berasal dari alam yang memang disediakan oleh Tuhan untuk semua jenis penyakit. Silakan saja datang ke klinik dengan membawa rekam medis atau hasil uji lab terbaru, atau bila tidak bisa datang, kirimkan saja copy-nya melalui email, sehingga kami bisa membuatkan ramuan obat yang tepat.

 

 


++++

Artikel terkait...