Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


dermatitis-710x150

Assalamuaikum .

Kata dokter, Saya (19th) menderita penyakit Dermatitis Seboroik di daerah wajah sejak sekitar dua tahun lalu. Sampai sekarang penyakit ini belum sembuh-sembuh juga.

Yang ingin saya tanyakan, apakah penyakit ini bisa sembuh total? Dan apa di Klinik Herbal Jeng Ana memiliki obat untuk Dermatitis Seboroik ini?
Terima kasih 🙂

dwi
zee.mine@ymail.com

JAWAB:

Wa’alaikum salam.

InsyaAllah segala penyakit bisa disembuhkan bila kita mau berusaha dan Allah meridloi kesembuhan Anda. Alam telah menyediakan berbagai jenis obat-obatan untuk semua jenis penyakit, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya saja.

Dermatitis Seboroik (Seborrhoeic Dermatitis) merupakan peradangan permukaan kulit berbentuk lesi squamosa (bercak disertai semacam sisik), bersifat kronis. Penyakit ini umumnya terjadi di area kulit berambut dan area kulit yang banyak mengandung kelenjar sebasea ( kelenjar minyak, lemak ), seperti kulit kepala, wajah, tubuh bagian atas dan area pelipatan tubuh (ketiak, selangkangan, pantat).
Penyakit ini tidak mengenal usia. Tetapi kebanyakan menimpa usia pubertas hingga usia 40 tahun. Pada bayi, Dermatitis Seboroik kerap dijumpai di area kepala dan pelipatan tubuh. Sedangkan bila dilihat dari jenis kelamin, Dermatitis Seboroik sebenarnya sedikit lebih banyak dialami pria ketimbang wanita.

Penyebab penyakit ini sampai sekarang diketahui secara pasti. Namun terdapat sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab Dermatitis Seboroik, antara lain:

  • Infeksi jamur Malassezia ovale
  • Faktor imunologi
  • Faktor iklim
  • Faktor genetik
  • Faktor lingkungan
  • Faktor hormonal
  • Aktifitas kelenjar sebasea yang berlebihan.
  • Reaksi obat-obat tertentu, seperti: auranofin, aurothioglucose, buspirone, chlorpromazine, cimetidine, ethionamide, griseofulvin, haloperidol, interferon alfa, lithium, methoxsalen, methyldopa, phenothiazines, psoralens, stanozolol, thiothixene, dan trioxsalen.

Dermatitis Seboroik relatif mudah dikenali karena tandanya yang khas, yakni dijumpainya krusta (bercak disertai semacam sisik) berminyak. Pada bayi, bila penyakit ini terjadi di bagian kepala, maka ditandai krusta tebal, pecah-pecah, berwarna kekuningan dan berminyak. Tanda ini disebut cradle cap karena bentuknya yang mirip topi menutupi kulit kepala.
Sedangkan bila terjadi di bagian tubuh yang lain, ditandai: ruam berwarna kemerahan, merah kekuningan, dengan krusta berminyak yang menutupi permukaannya.
Sementara pada orang dewasa, peradangan pada area seboroik dengan gambaran berbagai bentuk lesi, berwarna kemerahan atau kekuningan disertai dengan adanya skuama, krusta, basah berminyak, dan bisa juga kering. Residif (mudah kambuh) dan bersifat kronis. Diduga behubungan dengan faktor stress, kelelahan, sinar matahari dan iklim.

Pengobatannya

Dermatitis Seboroik akan sembuh total bila sumber penyakitnya berhasil dihilangkan. Karena itu, pemeriksaan laboratorium secara seksama sangat diperlukan untuk mengetahui secara pasti apa dan dimana sumber penyakit yang menjengkelkan ini.

Bila sumber penyakit telah diketahui, maka cukup banyak tanaman herbal yang memiliki khasiat untuk mengobatinya. Dengan komposisi yang tepat dan penggunaan yang tepat pula, insyaAllah sumber penyakit Dermatitis Seboroik bisa dihilangkan.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga gaya hidup dan pola makan. Bila hal ini tidak dijaga, maka bukan mustahil bila Dermatitis ini akan timbul alias kambuh lagi.


++++

Artikel terkait...