tekanan-darah-tinggi-710x150

Assalamualaikum wr wb.

Jeng ana saya Nurfitria umur saya baru menginjak usia 18 tahun, saya sering mengeluh pusing. Setiap periksa ke dokter dibilang hipertensi. Padahal umur saya kan tergolong masih muda .

Pada awalnya saya sering mengeluh pusing, tekanan darah saya 170/110 , dan sampai sekarang tekanan diastol masih belum turun meskipun tekanan sistolnya kadang turun. Sekarang saya memang sudah jarang merasa pusing bila dibandingkan pertama kali saya periksa tekanan darah. Tetapi rasa pusing itu masih tetap terjadi sesekali.

Yang saya ingin tanyakan, bagaimana cara menyembuhkannya, dan obat herbal apa yang baik dan cocok untuk saya, dan mengenai biayanya berapa. Terimakasih.

 

Nurfitria
Nurfitria.piepit@yahoo.com

Jawab:

Wa’alaikum salam.

Terimakasih telah mengunjungi jengana.co.id. Kebanyakan masyarakat memang beranggapan bahwa hipertensi hanya menyerang orang yang telah berusia dewasa atau tua. Anggapan seperti ini tidak sepenuhnya salah, karena selama ini yang banyak mengidap penyakit ini memang para usia dewasa dan lanjut.

Tetapi pada dasarnya hipertensi bisa terjadi pada usia berapa saja, bahkan terhadap bayi sekalipun. Bahkan, belakangan kasus hipertensi diluar orang dewasa dan tua sudah semakin banyak. Hal ini erat kaitannya dengan gaya hidup masyarakat yang semakin tidak memperhatikan faktor dampak kesehatan, misalnya merokok, minuman alkohol, makanan berlemak, dan sebagainya.

Pada kasus yang terjadi pada bayi, hipertensi ditandai dengan gejala seperti gagal tumbuh, kejang, iritabilitas, kekurangan energi, dan kesulitan bernafas. Pada anak-anak, darah tinggi bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan, penglihatan kabur, mimisan, dan kelumpuhan wajah. Kasus hipertensi pada anak relatif lebih berbahaya, karena umumnya sulit dikenali gejala klinisnya.

Hipertensi sendiri adalah penyakit yang terjadi karena peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri, yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya.

Data penelitian menunjukkan bahwa 90 % kasus penyebab hipertensi tidak diketahui penyebabnya. Namun penyakit darah tinggi ini bisa juga terjadi karena penyakit lain yang diderita seseorang, misalnya jantung/ginjal, diabetes, atau tumor kelenjar adrenal, dan sejumlah penyakit lain. Bisa juga terjasdi akibat efek samping obat-obatan yang dikonsumsi. Selain itu, kehamilan juga bisa meningkatkan potensi hipertensi.

Pada kasus orang dewasa, meskipun relatif lebih mudah dikenali, hipertensi ternyata juga tidak mudah untuk mengetahui gejalanya. Tetapi bisa dikenali tanda-tanda umumnya, antara lain:

  • Sakit kepala saat bangun tidur yang kemudian menghilang setelah beberapa jam.
  • Rasa pegal dan tidak nyaman pada tengkuk.
  • Mudah lelah, lesu, gairah seks menurun.
  • Telinga berdenging.
  • Detak jantung berdebar cepat. 
  • Pandangan agak kabur, susah tidur, sakit pinggang, dan mudah menjadi marah.

Sedangkan gejala klinis penyakit ini hanya bisa diketahui sampai timbul komplikasi. Sedang komplikasi yang menyertai biasanya berupa stroke, kegagalan jantung,  kerusakan ginjal, kerusakan mata, dan bahkan kerusakan otak. Jadi, jangan pernah meremehkan hipertensi, karena dampak komplikasinya sangat berbahaya, bahkan bisa mematikan.

Lantas bagaimana pengobatannya? Pertama-tama Anda harus mengubah gaya hidup yang tidak sehat. Semua jenis makanan dan kebiasaan yang bisa memicu hipertensi harus dihindari, seperti rokok, alkohol, makanan berlemak dan berkadar garam. Bersamaan dengan itu lakukanlah olahraga ringan secara teratur.

Bila Anda berobat ke dokter pasti akan diberi obat-obatan kimia yang mungkin secara instan bisa meredakan penyakit yang Anda derita. Tetapi sebaiknya hindari obat-obatan kimia, karena memiliki efek samping yang cukup berbahaya. Toh sangat banyak tanaman dari alam yang sudah disediakan Tuhan sebagai penyembuhnya.

Berikut beberapa resep alami yang terbukti baik menormalkan tekanan darah. 

1. Sarang Semut

Kunci dalam pengobatan hipertensi terletak pada sistem peredaran darah. Jika sistem peredaran darah sehat, maka tekanan darah dalam tubuh akan kembali stabil. Nah, untuk itu kandungan dalam sarang semut sangat membantu proses pelancaran peredaran darah.

Sarang Semut kaya akan kandungan antioksidan yang dapat membantu mengatasi hipertensi. Misalnya, salah satu antioksidan yang terkandung di dalamnya, yakni tokoferol, terbukti membantu mengencerkan darah, mencegah penggumpalan darah, dan memperbaiki sistem kerja jantung, serta menurunkan tekanan darah.

Flavonoid, senyawa antioksidan lain dalam Sarang Semut, berkhasiat mencegah terjadinya penggumpalan darah yang juga dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi. 

Selain kandungan antioksidannya yang tinggi, multi-mineral yang terdapat dalam Sarang Semut juga berperan penting dalam menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh, misalnya, kalium, bertugas dalam merangsang pengeluaran cairan dalam  tubuh. Jika proses pengeluaran kemih lancar, otomatis tekanan darah akan turun.

Mineral lain dalam Sarang semut, besi dan magnesium, berperan penting dalam menyediakan dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kebutuhan oksigen yang terpenuhi akan membantu melancarkan peredaran darah yang selanjutnya membantu kestabilan tekanan darah. 

Untuk mendapatkan sarang semut berkualitas yang didatangkan dari Papua memang sulit untuk dicari sendiri di kebun atau di pekarangan kita. Tetapi pusat obat-obatan herbal banyak yang menjualnya, termasuk di Klinik Herbal Jeng Ana.

Tetapi Anda harus berhati-hati, karena banyak yang menjual sarang semut palsu atau setidaknya berkualitas rendah. Kalau sudah begini, khasiatnya tentu juga perlu dipertanyakan, karena kandungan yang terdapat di dalamnya tentu berbeda dengan sarang semut yang asli dan berkualitas.

Cara penggunaan sarang semut juga cukup mudah. Ambil beberapa bagian sarang semut, kemudian cuci bersih, lantas patah-patahin menjadi beberapa bagian, dan rebus dengan air sampai mendidih. Minumlah air rebusan itu tiga kali sehari.

2. Daun Salam

Daun salam, atau yang dalam Bahasa Arab berarti selamat, damai atau baik ini kerap digunakan sebagai bumbu masak. Adalah kandungan flavonoid, tanin, dan minyak asiri (sitral, eugenol) yang menimbulkan rasa kelat pada daun salam yang menjadikannya berkhasiat. Untuk mengobati hipertensi, ambillah 15 lembar daun salam yang masih segar, dicuci, lalu direbus dengan tiga gelas air. Biarkan mendidih hingga air rebusan menyusut menjadi satu gelas, kemudian dinginkan. Air rebusan yang telah disaring kemudian dapat diminum. Lakukan dua kali sehari sebelum makan.

3. Rumput Laut

Penelitian oleh ilmuwan dari Universitas Sheffield Hallam, Inggris menyebutkan butiran rumput laut atau granul disarankan bagi penderita hipertensi. Konsumsi garam harian bagi penderita hipertensi memang disarankan untuk dibatasi, yakni maksimal 6 gram sehari. Sebagai varian, rasa asin pada rumput laut dapat digunakan. “Rasanya enak dan kuat bila dicampur dengan makanan. Manfaatnya pun jelas,” kata Dr Craig Rose dari Seaweed Health Foundation.

4. Ketimun

Buah hijau muda dari India ini ternyata berfungsi sebagai obat, selain sebagai bahan kosmetika. Buah yang mengandung banyak air ini mampu meringankan gejala rematik, menghaluskan kulit, melembabkan kulit, melancarkan pencernaan, hingga meringankan penyakit hipertensi. Bagi yang ingin menurunkan tekanan darah tinggi, disarankan untuk meminum sari ketimun 2-3 kali sehari, atau mengkonsumsinya begitu saja. Adalah kandungan mineral yaitu potassium, magnesium, dan fospor pada mentimun yang berkhasiat mengobati hipertensi.

5. Blewah

Nutrisi kalium yang terkandung dalam blewah terbukti bermanfaat mengendalikan tekanan darah. Blewah kaya akan gula dari monosakrida, seperti sukrosa dan fruktosa, baik untuk menghidrasi tubuh serta membantu pengeluaran asam urat dari dalam tubuh. Daging buah blewah dapat dicampurkan dengan racikan buah lain dalam es buah.

6. Mengkudu

Penelitian terkait khasiat mengkudu oleh Departemen Farmasi Universitas Indonesia (UI) dengan ketua oleh Prof Doktor Sumali Wiryowidagdo belum lama ini. Ternyata ditemukan, kandungan scopoletin pada buah bernama lain pace ini dapat mengontrol tekanan darah tinggi.

“Zat ini bermanfaat melebarkan pembuluh darah yang menyempit, sehingga bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Dalam jangka panjang mengkudu ini menjaga stabiltias tekanan darah normal pada penderita diabetes,” kata Prof Sumali. Untuk mendapat khasiatnya, buah mengkudu dapat dicuci, lalu dijus atau diparut. Ampas parutan kemudian diperas dan disaring. Air yang terkumpul dapat diminum setiap hari.

7. Bawang Putih

Selain dapat ditambahkan pada masakan sebagai bumbu, bila diolah, racikan bawang putih mampu menurunkan hipertensi. Suplemen bawang putih, sebagai pendamping obat medis, bahkan telah disarankan oleh para dokter di Austria untuk para pasien hipertensi.

Untuk mendapatkan khasiatnya, tumbuk halus tiga siung bawang putih. Lalu peras dan saring hasil tumbukan untuk diminum rutin setiap hari. Opsi lain, panggang dua siung bawang putih untuk kemudian langsung dimakan. Cobalah untuk melakukannya setiap pagi selama tujuh hari.

8. Terong Ungu

Kadar kalium yang tinggi dan natrium yang rendah pada sayur bernama latin Solanum melongena L ini, membuat terung baik untuk mencegah hipertensi. Masakan dengan bahan terong ungu, dengan sedikit garam, baik dikonsumsi penderita hipertensi. Atau gunakan 250 gram terung ungu, 30 gram rambut jagung, 150 gram akar alang-alang direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 400 cc, lalu disaring dan diminum airnya selagi hangat. Lakukan secara teratur dua kali sehari.

Kembali ke pertanyaan Anda, tentu saja penggunaan herbal yang baik memerlukan bimbingan dari ahlinya. Karena penggunaan herbal yang salah, bukan hanya tidak bermanfaat, tetapi juga bisa menimbulkan keracunan. Bila Anda berminat melakukan terapi, silakan dating langsung ke klinik kami.

 

 


++++

Artikel terkait...