Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


dinding rahim

Assalamualaikum Wr Wb.

Saya seorang Ibu Rumah Tangga, tahun 2009 saya melahirkan bayi laki-laki di rumah bersalin/ bidan melalui proses melahirkan normal. Alhamdulillah tahun 2012 sekarang ini saya kembali hamil, dan usia kandungan saya sekarang sudah 3 bulan tepat tgl 10 Juli 2012.

Namun tanpa disadari mulut rahim saya sekarang turun ke permukaan mulut vagina, dan bila tersentuh pada saat akan membersihkan setelah buang air kecil menimbulkan rasa sakit di sekitaran rahim saya.

Setelah konsultasi ke dokter ternyata itu akibat dari proses persalinan anak pertama yang pada saat proses menjahit vagina tidak terjahit dengan sempurna, sehingga mulut rahimnya tidak terangkat kembali ke posisi semula. Dokter pun menyarankan saya agar dioperasi untuk diangkat rahim saya setelah nanti melahirkan dikarenakan nantinya akan menggangu aktivitas normal saya.

Usia kandungan saya yang sekarang baru jalan ke-4, posisi mulut rahim saya sudah berada di muka mulut vagina dan ini menimbulkan rasa sakit bila tersentuh tangan. Dengan harapan dan semoga Alloh SWT mengijinkan dan meridhoi niat saya untuk mencoba jalan alternatif berobat ke klinik Jeng Ana. mohon infonya, apakah kejadian yang saya alami ini bisa ada jalan untuk disembuhkan secara alternatif? Sekian dan terima kasih.

Wassalam

Ratih Suryani

rafe_sweety@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum salam.

Pada kesempatan ini saya ingin menjawabnya secara umum agar juga bermanfaat bagi pembaca. Rahim yang turun biasanya dikenal dengan istilah ‘peranakan turun’. Sedangkan dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan prolaps uteri, yakni suatu keadaan dimana posisi rahim turun dari posisi yang semestinya.

Dalam kondisi normal, posisi rahim berada diatas vagina, menggantung di dalam rongga pelvic (panggul). Sedangkan pada kasus peranakan turun, posisi rahim bergeser ke bawah hingga ke dalam vagina.

Nah, posisi turunnya rahim ini menentukan berat-ringannya kasus. Umumnya dikenal ada empat tingkatan prolaps uteri, yakni:

  1. Tingkatan pertama tergolong ringan, yakni posisi rahim turun, tetapi masih berada dalam vagina.
  2. Posisi rahim turun dan tampak di lubang vagina.
  3. Rahim turun hingga menyembul dari lubang vagina.
  4. Tingakatan terakhir adalah paling parah, yakni rahim keluar seutuhnya dan menggantung di luar vagina.

Bila menyimak penjelasan Anda, nampaknya kasus yang Anda alami masih pada tingkatan antara kedua dan ketiga, karena belum sampai menyembul dari lubang vagina.

Turunnya peranakan bisa disebabkan oleh banyak sebab. Dalam kasus Anda, bila mengacu pada penjelasan dokter Anda, bahwa hal itu terjadi akibat proses persalinan anak pertama yang pada penjahitan vagina tidak sempurna, sehingga mulut rahimnya tidak terangkat kembali ke posisi semula.

Tetapi pada umumnya, kasus turunnya peranakan terjadi lantaran lemahnya otot-otot dasar panggul (tempat rahim bergantung). Mengapa bisa demikian? Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkannya, diantaranya:

  • Adanya kelainan bawaan
  • Faktor usia (proses penuaan)
  • Masa menopause, karena pada masa ini umumnya sudah terjadi kelemahan otot-otot dasar panggul.
  • Riwayat melahirkan normal hingga berkali-kali
  • Melahirkan bayi dengan janin besar sekitar 3,8 – 4 kg
  • Melahirkan dengan adanya kondisi penyulit sehingga ibu harus mengejan kuat atau divakum
  • Adanya tumor di perut yang kemudian menekan rahim hingga turun.

Sebenarnya, letak rahim tidaklah melekat permanen di satu tempat tertentu, melainkan dalam posisi bergoyang menggantung secara fleksibel. Kendati demikian, posisi rahim cukup kokoh untuk tidak “lari” ke mana-mana. Pasalnya ada beberapa ligamen yang bertugas “menyangga” rahim agar tetap diam di tempatnya dalam rongga perut.

Ligamen-ligamen yang bertugas menahan rahim tersebut di antaranya adalah ligamentum latum, ligamentum rotundum, ligamentum sakrouterina dan ligamentum kardinale.

Ligamentum latum banyak berisi pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Pada keadaan tertentu seperti endometriosis, ligamen inilah yang bekerja keras agar rahim tetap bergantung dan tak memperbesar peluang terjadinya prolapsus uteri. Sedangkan ligamentum rotundum terdiri dari otot-otot polos dan cukup lentur di bagian kanan-kirinya, hingga dapat meregang bila rahim terdorong ke atas atau ke bawah saat kandung kemih penuh maupun sewaktu dalam keadaan hamil.

Sementara ligamentum sakrouterina dan ligamentum kardinale terdiri dari jaringan ikat dan merupakan ligamen yang sangat kuat. Ligamentum kardinale terbentang dari leher rahim bagian lateral/samping sampai ke dinding panggul. Sedangkan ligamentum sakrouterina terbentang dari leher rahim ke dinding belakang sampai tulang belakang panggul/sakrum.

Dalam keadaan normal, kekuatan ligamen-ligamen yang bertugas menyangga rahim tadi sebetulnya tak perlu diragukan. Apalagi ada fasia atau membran kuat yang melingkari vagina, rektum, dan kandung kencing; selain ada otot-otot dasar panggul yang cukup kokoh.

Perlu diketahui bahwa turunnya peranakan pada umumnya tidak terjadi dalam waktu singkat. Jadi, bukan berarti ibu yang melahirkan janin besar atau setelah melahirkan satu atau dua anak, lalu rahimnya turun. Faktor-faktor tersebut baru merupakan faktor risiko di usia lanjut kelak.

Lantas apa gejala yang dirasakan penderita prolaps uteri? Biasanya penderita akan mengeluhkan adanya semacam benjolan atau sesuatu yang mengganjal di jalan lahir. ‘Benjolan’ ini tidak terasa sakit kalau dipegang. Rasa sakit hanya terasa ketika bergesekan dengan celana atau pakaian, bahkan bisa berdarah akibat gesekan tersebut.

Keluhan lain yang sering terjadi adalah sakit luar biasa pada bagian pinggang dan perut bagian bawah. Untuk mengurangi rasa sakit yang menekan, tak jarang orang memilih pijat sebagai terapi.Demikian juga stagen atau penahan perut bisa saja digunakan. Kendati tak bisa diharapkan mampu mengembalikan kelenturan otot-otot dan jaringan penyangga,paling tidak bisa sedikit tertahan agar tak semakin parah keluhan prolapsusnya.

Selain itu penderita biasanya juga merasa ada sesuatu yang keluar dari vagina, nyeri saat berhubungan seksual, sulit buang air kecil dan buang air besar, dan kesulitan saat berjalan.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah beser atau sering kencing tapi dalam jumlah sedikit-sedikit. Ini terjadi akibat kandung kemih ikut tertarik turun, hingga posisinya terjepit dan daya tampungnya jadi amat terbatas. Meski kelihatannya sepele, keluhan semacam ini dirasa menyebalkan dan pasti mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, bagi penderita turun peranakan yang sedang hamil, seperti Anda, tidak perlu cemas atau takut dengan kondisi janin yang dikandung. Sepanjang Anda merawat kehamilannya dengan benar dan memeriksakan diri secara teratur, prolapsus uteri takkan memberi dampak buruk apa pun pada kehamilan. Hanya saja kehamilan yang memang merupakan beban akan memperparah keluhan peranakan yang memang sudah turun.

Bagaimana cara pengobatannya? Tentu saja sangat tergantung pada kondisi struktur pendukung di sekitar rahim. Jika masih ringan atau bisa tangani di rumah, maka sang ibu disarankan memperkuat otot-otot panggulnya melalui senam kegel.

turun-peranakan-710x150

Jika tidak bisa ditangani dengan senam kegel, maka dokter biasanya menyarankan tindakan medis, seperti memasukkan cincin ke dalam vagina untuk membantu memulihkan kekuatan dan vitalitas jaringan di vagina. Penanganan ini dilakukan jika si perempuan masih ingin hamil lagi atau terdapat kontraindikasi jika dilakukan operasi.

Sedangkan pilihan terakhir adalah dengan melakukan operasi untuk memperbaiki rahim atau mengangkatnya. Dalam kasus yang parah, dokter akan mengangkat rahim (histerektomi). selama operasi dokter bedah juga akan memperbaiki penyangga dinding vagina, uretra, kandung kemih dan rektum.

Apakah herbal dan terapi tradisional bisa mengatasi penyakit ini? InsyaAllah bisa. Serperti selalu kami sampaikan dalam menjawab pertanyaan pasien, bahwa Tuhan menciptakan penyakit pasti juga memberikan obat-obatan di alam semesta ini untuk menyembuhkannya.

Pengangkatan rahim dengan cara terapi pijat kiranya terlalu riskan bila dilakukan saat hamil ini. Yang bisa dilakukan saat ini adalah bagaimana menjaga agar kondisi janin sehat, dan ligamen-ligamen penyangga rahim lebih kokoh sehingga secara perlahan bisa terangkat naik.

Kami memiliki ramuan khusus untuk penyakit ini, yang mengkombinasikan sejumlah herbal dalam dosis tertentu sesuai dengan kondisi pasien. Karena itu, sangat tepat bila ibu melakukan terapi herbal selama proses kehamilan ini.

Bila Anda berkenan, silakan saja datang langsung ke klinik kami, baik di pusat maupun cabang, dengan membawa rekam medis atau hasi; uji lab terbaru. InsyaAllah upaya atau ikhtiar Anda tidak akan sia-sia.

 


++++

Artikel terkait...