Klinik Herbal Jeng Ana

 

Manusia hanya merencanakan tapi segala ketentuan berada di tangan Allah. Demikianlah kalimat yang sering kita dengar bahkan kita ucapkan. Hal tersebut sekaligus menggambarkan kelemahan manusia dan keperkasaan Allah.

Memang, manusia sangat tidak berdaya terhadap ketentuan hidupnya karena semuanya berada dalam genggaman Yang Maha Kuasa, apakah ada kekuasaan manusia terhadap kelahiran, rezeki, jodoh dan kematiannya? Tentu tidak ada kecuali Allah. Kita hanya sebagai wayang yang menjalankan skenario kehidupan ini yang telah ditentukan Allah.

Demikian pula halnya dengan penyakit. Setiap manusia yang hidup di dunia ini tidak akan terlepas dari menghadapi penyakit. Ada masanya penyakit datang sekali sekali seperti demam panas, pening kepala dan sakit gigi . Namun ada penyakit datang dalam jangka waktu lama menyebabkan penghidapnya hidup menderita hingga membawa kepada kematian.

Penyakit datang salah satunya akibat kuman, virus atau bakteria yang menyerang organ tubuh manusia sehingga menyebabkan kerusakkan organ-organ tersebut, seperti ginjal, hati, jantung, paru-paru, usus dan lain-lain sebagainya0. Penyakit seperti kanker, kencing manis, jantung, stroke dan penyakit-penyakit lain adalah penyakit yang sering menyerang manusia ketika telah dewasa, tua, remaja atau pun kanak-kanak.

Namun demikian, sebagai Muslim sudah tentu kita harus percaya bahwa setiap penyakit, pasti ada obatnya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang menegaskan, “Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya.”

Salah satu obat tersebut adalah yang murni berasal dari alam berupa tumbuhan, atau yang saat ini dikenal dengan istilah herbal. Pada masa lalu kebanyakan orang memakai herbal karena tradisi atau alasan ekonomi tidak mampu membayar biaya dokter. Tampaknya, alasan tersebut mulai bergeser. Masyarakat semakin banyak yang memanfaatkan herbal sebagai pengobatan setelah menyadari khasiat dan keamanan herbal.

Pengobatan herbal memiliki efek samping lebih rendah dari pada obat-obat kimiawi. Tidak heran bila herbal semakin populer tidak hanya di Indonesia, tetapi juga negara-negara lain yang telah melakukan berbagai penelitian mengenai khasiat herbal.

Sebagai contoh, masyarakat tradisional Cina menganggap makanan adalah sumber penyebab terjadinya penyakit. Contohnya, pola hidup modern yang tidak sehat memicu munculnya penyakit-penyakit mematikan. Gaya hidup yang serba sibuk dan serba ingin cepat membuat sebagian masyarakat tidak meluangkan waktu untuk mengonsumsi makanan-makanan sehat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Demi kepraktisan, langkah kaki lebih sering menuju restoran-restoran cepat saji daripada makanan sehat (berserat) buatan sendiri. Tempat-tempat yang menyajikan makanan cepat saji ini makin mudah ditemui terutama di kota-kota besar. Meski harganya relatif tinggi, ternyata tidak menyurutkan niat mereka untuk menikmatinya. Bahkan, kandungan lemak di dalamnya yang dapat membahayakan kesehatan pun seolah terbang dari pikiran.

Karena kesibukan pula mereka sampai tidak dapat meluangkan waktu berolahraga secara teratur untuk membakar lemak tubuh yang menumpuk. Akibatnya, berbagai penyakit hinggap karena pola hidup yang tak sehat. Jantung koroner adalah salah satu penyakit yang timbul akibat adanya lemak berlebih dalam tubuh.

Penyakit ini awalnya disebabkan penumpukan lemak dalam pembuluh darah jantung atau pembuluh Koroner. Bahkan, penyakit mematikan yang lain semisal kanker, diperkirakan pada masa mendatang akan menjadi pembunuh nomer satu di dunia. Di Indonesia, dari sekian banyak kanker, kanker serviks merupakan kanker pembunuh nomor satu para wanita.

Diikuti faktor-faktor pendukung lain yang memperparah penyakit, para penderita penyakit mematikan awalnya berbondong-bondong pergi ke dokter. Ketika pengobatan konvensional tidak memberikan hasil yang diharapkan mereka kemudian beralih ke pengobatan herbal.

Jeng Ana, pemilik Klinik Herbal yang memiliki 9 cabang di berbagai daerah, adalah seorang herbalis yang menjadi contoh nyata keberhasilan pengobatan herbal. Para penderita penyakit mematikan yang berhasil sembuh dengan obat herbal menambah deretan keberhasilan kisah gaya hidup Back to Nature lewat penanganan Jeng Ana. Padahal, ada yang datang ke dokter lalu divonis tak ada harapan sembuh, begitu beralih ke pengobatan herbal ia sembuh dan dapat bekerja seperti sediakala.

Penting untuk selalu diingat bahwa pemakaian herbal sebagai obat bukan berarti aman 100%. Pengobatan dengan herbal memiliki ketentuan atau takaran sendiri. Jika berlebih tetap akan menimbulkan efek samping. Jeng Ana, praktisi herbal yang telah menangani ribuan pasien di kesembilan cabang kliniknya, menuturkan kalau terjadinya ‘kasus’ setelah mengkonsumsi buah mahkota dewa dan temu putih yang dijadikan andalan untuk menumpas sel kanker.

Selain sakit tenggorokan mendadak, orang yang mengkonsumsi ramuan tersebut justru mengalami pendarahan. Usut punya usut, ternyata biji mahkota dewa tidak boleh dikonsumsi karena sangat beracun. Buah mahkota dewa dan temu putih pun tidak boleh diminum selagi haid karena akan memperhebat pendarahan.

“Oleh karenanya, penderita harus berhati-hati terutama masalah dosis. Sebelum mengkonsumsi herbal, penderita harus teliti ketika membeli atau mencari bahan-bahan yang di butuhkan agar tidak terjadi kesalahan. Jangan asal mengkonsumsi. Pelajari terlebih dahulu atau bertanyalah kepada yang ahli,”

Tegas Jeng Ana dalam sebuah acara seminar tentang herbal beberapa waktu yang lalu.

Kedisiplinan dalam mengkonsumsi herbal juga memegang peranan penting dalam pengobatan herbal. Herbal bersifat konstruktif dan detoktif. Oleh karena itu, keteraturan dan kontinuitas dalam mengkonsumsi herbal sangat dibutuhkan. Semakin si penderita disiplin akan semakin cepet pula dampak positif yang dirasakannya.

Hal tersebutlah yang selalu ditegaskan kepada para pasien yang ditanganinya. Bahkan, agar tidak salah dalam melakukan diagnosa, Jeng Ana selalu menekankan para pasien untuk membawa serta bukti tes laboratorium dan sejenisnya, pada saat mereka datang untuk pertama kalinya berobat ke klinik yang dikelolanya. Kedisiplinan inilah yang kemudian membuahkan hasil yang dapat dirasakan oleh para pasiennya. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak jumlahnya penderita penyakit mematikan yang berhasil sembuh berkat racikan herbal Jeng Ana. Namun, semua ini tentu berkat campur tangan Allah, sebab hakikat kesembuhan hanya milik Allah semata. (***)


++++

Artikel terkait...