Penyembuhan-Penyakit-Khusus-Wanita

Ada banyak jenis ketidakseimbangan dan gangguan metabolisme yang dapat mempengaruhi fungsi biologis alami atau ritme kehidupan dalam tubuh wanita. Banyak dari faktor-faktor ini bertanggungjawab secara langsung dengan masalah “organ khusus” perempuan seperti siklus menstruasi, kesuburan seorang wanita, kemampuan untuk kontrasepsi dan kemampuan untuk melahirkan anak.

Ada banyak alasan untuk proses ini menjadi terganggungjawab kodrati kaum wanita, mereka secara alami rentan terhadap stimulus eksternal dan internal yang dapat memicu munculnya gangguan penyakit.
Asupan konsumsi makanan yang salah, emosional dan stress, serta faktor kelelahan akibat bekerja terlalu keras, semua dapat menyebabkan tingkat metabolisme internal tubuh menjadi bermasalah.

Ketika faktor-faktor ini mempengaruhi seorang wanita, maka dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh, yang berujung pada penurunan imunitas dan pemicu awal resistensi yang lebih rendah untuk serangan patogen dan kuman infeksi lainnya. Masalah ini dapat juga mempengaruhi fungsi normal sirkulasi yang mendukung sistem reproduksi.

Menurut Jeng Ana, sosok Ratu Herbal Indonesia yang selama ini banyak berkecimpung dengan penanganan penyakit kewanitaan, ada begitu banyak penggunaan tanaman herbal dalam mengobati “penyakit khusus” bagi kaum perempuan. Penggunaan berbagai jenis ramuan tanaman obat khusus untuk wanita bahkan sudah dikenal hampir sepanjang sejarah.
“Ada berbagai jenis jamu dan produk tanaman telah digunakan dalam pengaturan keseimbangan hormon pada wanita.

Tanaman herbal seperti ini juga telah digunakan dalam peningkatan fungsi sistem reproduksi wanita. Banyak tanaman herbal juga telah digunakan sebagai alat bantu dalam membawa penyembuhan cepat untuk masalah yang khusus timbul pada wanita,” papar wanita berkulit kunging langsat yang memang dikenal sebagai pakar herbal urusan organ reproduksi kaum wanita.

Dunia modern dan tekanan eksistensial yang menyulitkan kehidupan sehari-hari menyebabkan sebagian besar wanita sulit menjaga keseimbangan kesehatan dan vitalitasnya. Sebuah riset menunjukkan bahwa di negara-negara berkembang, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia, jumlah penderita kanker mencapai 70 persen.

Jumlah itu meliputi 130 jenis penyakit kanker. Ironisnya, umumnya penyakit kanker terjadi pada kaum perempuan. Hal memang karena perempuan sangat rentan dengan salah satu penyakit yang menakutkan ini.

”Ciri-ciri penyakit kanker mulut rahim, misalnya, keputihan yang tidak wajar disertai gatal-gatal. Hal ini jangan dianggap remeh sebab bisa menimbulkan penyakit kanker mulut rahim,” tegas Jeng Ana mengingatkan.

Menurut Jeng Ana, biasanya penyakit ini mengancam perempuan yang menikah pada usia muda atau di bawah 20 tahun dan mempunyai anak lebih dari dua. Selain itu juga menyerang perempuan yang mengalami infeksi organ vital dan tidak diobati.

Apalagi, bagi perempuan yang sering berganti-ganti pasangan seksual. Jeng Ana juga menjelaskan, gejala penyakit kanker mulut rahim biasanya diawali dengan keputihan yang berwarna kekuning-kuningan, bau tak sedap disertai gatal-gatal.

”Untuk itu saya berpesan kepada ibu-ibu yang sudah menikah agar memelihara atau melakukan perawatan vagina sehingga tidak menimbulkan gatal-gatal,” ujarnya sambil tersenyum.

Perawatan terhadap gejala dini penyakit kanker, menurut Jeng Ana, sebetulnya tidak membutuhkan biaya besar seperti juga pada perawatan wajah atau payudara. Untuk pencegahannya cukup dibersihkan dengan obat tradisional, seperti daun sirih. Daun ini dapat mensterilkan daerah vital tersebut.

 

 

Pengalaman Menangani Pasien

Sejak tahun 2004 hingga saat ini tercatat ratusan atau bahkan ribuan pasien kankerr yang bisa disembuhkan dengan pengobatan herbal Jeng Ana. Kebanyakan kanker itu adalah menimpa kaum wanita seperti kista, kanker payudara dan kanker rahim.

Meski ada pameo yang mengatakan bahwa kanker merupakan penyakit yang sulit disembuhkan, namun dalam pengobatan herbal Jeng Ana semua jenis kanker banyak yang ditangani dan bisa disembuhkan dengan tingkat keberhasilan tinggi.

Pengobatanya menggunakan teknik perpaduan antara detoksifikasi yang dikombinasikan dengan ramuan herbal alami. Dalam hal penyembuhan penyakit kanker yang diidap oleh kaum wanita, bisa dibuktikan dengan sudah banyaknya testimoni yang disampaikan oleh para pasien Jeng Ana, misalkan saja lewat program talkshow di televisi yang selalu ditayangkan secara live.

Salah satu testimoni kanker rahim yang sangat ekstrim dituturkan oleh Fitriyanti (36) dari Pademangan, Jakarta. Ia menderita kanker rahim stadium 3, yaitu kanker yang telah menyebar keluar rahim tetapi masih di dalam rongga panggul dan belum menyerang kandung kemih maupun rektum. Pada kanker rahim stadium 3 ini merupakan kanker yang tingkat dan gejalanya sudah semakin parah dan menjelang stadium akhir.

Dokter di Indonesia, tepatnya di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta, menyarankan berobat ke Singapura atau ke Malaysia dengan total biaya hampir 800 juta rupiah. Karena keadaan maka tidak diikuti saran dokter tersebut, dan Fitri menjalani penyembuhan herbal di klinik Jeng Ana selama 3 bulan. Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT sembuh total.

Fitri hanyalah sebuah contoh kecil. Tetapi intinya, sudah banyak yang membuktikan bahwa pengobatan kanker dengan menggunakan bahan herbal alami jauh lebih aman, disamping juga mudah dan tidak beresiko buruk atau berefek samping negatif seperti pada pengobatan modern.

Namun demikian, disadari benar oleh Jeng Ana, bahwa memang ada beberapa pertanyaan yang biasanya muncul pada penderita kanker, misalkan saja, “Apakah dengan pengobatan herbal mampu menyembuhkan atau lebih baik dari pengobatan modern?”

“Sebaga jawaban dari keragu-raguan tersebut saya sering kali menegaskan bahwa hal tersebut sangat tergantung pada pola pikir Anda. Sebaik apapun obat yang Anda konsumsi, jika Anda berpikir “Saya tidak mungkin sembuh”, maka 99% Anda tidak akan sembuh. Maka mulailah dari sekarang untuk membangkitkan energi positif dan pikiran positif untuk melawan penyakit Anda. Karena dengan diawali dengan sugesti yang baik, maka herbal kami pun akan bekerja secara maksimal,”papar jeng Ana.

Yang jauh lebih penting lagi, dalam keadaan seperti apapun semua manusia harus berikhtiar untuk mencari pertolongan Allah. Bukan lewat kekuasaan dan kehendakNya, Allah telah menitipkan energi penyembuhan pada tanam-tanaman? Nah, potensi inilah yang selalu digali oleh Jeng Ana dalam menolong para pasiennya.

(*)


++++

Artikel terkait...