Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


alas2

Jeng Ana, istri saya didiagnosa terkena penyakit ALS (pengecilan otot dan mematikan saraf motorik) diakibatkan karena ada virus yang menghantam sumsum tulang belakang. Sampai sekarang  belum ada obat di dunia kedokteran dan untuk menghambat keaktifan penyakit tersebut hanya dengan terapi stemcel yang ada di China (Huang Zou hospital). Biayanya sangat mahal, sekitar 20.000 – 30.000 dolar. Apakah sudah ada pasien ALS yang berobat di tempat klinik Jeng Ana? Mohon infonya dan ramuan yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut mohon infonya. Terimakasih.

Johny K, johkaimbon@gmail.com

JAWAB:

Bapak Johny, segala jenis penyakit insyaAllah ada obatnya, termasuk juga ALS. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami menjelaskan dulu apa yang dimaksud dengan ALS, agar masyarakat yang lain juga memahaminya.

ALS  merupakan kependekan dari Amyotrophic Lateral Sclerosis. ALS merupakan penyakit yang menyerang saraf motorik, yang mengakibatkan kelemahan anggota gerak. Otot menjadi kaku, bicaranya sulit, kadang kesulitan menelan dan kesulitan bernapas. Hal ini disebabkan karena degenerasi saraf motorik atas dan bawah. Yang terganggu hanyalah saraf motorik, sedangkan saraf sensorik dan saraf otonom tidak terganggu. Sehingga pasien ALS tetap bisa merasakan, membau, meraba, melihat dan mendengar dengan baik.

Ada juga yang menyebutnya sebagai penyakit Charcot, untuk menghormati Jean-Martin Charcot, dokter ahli patologi Perancis yang kemudian merintis neurologi, yang memperhatikan dan melaporkan dengan cermat gejala pada pasien dan mengusulkan suatu diagnose pada tahun 1874.  Di Amerika Serikat penyakit ini juga dikenal dengan nama Lou Gehrig Disease, karena Lou Gehrig, seorang pemain baseball superstar klub Yankees New York, meninggal karena penyakit ALS.

Bagaimana cara mengenali seseorang menderita ALS? Pada awalnya penderita penyakit ini menunjukkan gejala kelemahan otot yang ringan. Jika mengenai tungkai maka ketika berjalan tiba-tiba mengalami kram di kaki, atau mendadak jatuh saat berdiri. Bila menyerang lengan maka pasien mengalamii kesulitan saat memakai baju. Tangan susah masuk ke baju. Kesulitan menulis atau saat akan menyalakan kendaraan (motor, mobil) tidak mampu memutar kunci kontak. Serangan ini bisa satu sisi ekstremitas (kanan atau kiri saja), sehingga disebut Monomelic amyotrophy.

Seperempat pasien (25%) mengalami kesulitan dalam berbicara. Bicaranya tidak jelas, terbata-bata, atau gagap. Kadang seperti sengau. Sebagian mengalami gangguan gerakan lidah, sehingga seperti celat atau pelo. Ada yang mengalami gangguan pernapasan (bernapas seperti berat /ampek) karena otot dinding dada terganggu.

Di saat lain, ada pasien ALS yang memperlihatkan gangguan gerak (kesulitan berpindah posisi), kesulitan menelan, bicara terbata-bata atau pelo. Separo pasien ALS menunjukkan emosi yang labil, sehingga tiba-tiba tertawa keras sekali, menangis diselingi tersenyum.

Penyebab

Sebagian besar (95%) tidak diketahui sebabnya. Sisanya disebabkan oleh faktor keturunan, bahan kimia, trauma kepala (olahraga kontak yang mencederai kepala), atau tersengat listrik.

Tidak ada pemeriksaan khusus yang bisa mendiagnosis secara pasti. Apalagi secara tepat menentukan apakah kelainannya di motor neuron atas atau bawah. Diagnosis ALS berdasarkan gejala dan tanda klinis yang dikeluhkan pasien dan dengan pemeriksaan dokter sambil me­nyingkirkan kemungkinan diagnosis lain.

Pemeriksaan penunjang yang cukup membantu diagnosis adalah EMG (Elektro Miografi). Sambil mengevaluasi kelemahan otot, otot yang mengalami atropi (pengecilan), refleks otot yang berlebihan, serta spastisitas otot. Pemeriksaan EMG dapat mendeteksi aktivitas listrik otot.

Pemeriksaan MRI juga dapat membantu menyingkirkan kemungkinan diagnosis lain yang mirip ALS seperti: tumor medulla spinalis, multipel sclerosis, Herniasi saraf di daerah leher, Syringomyelia atau Spondilosis servikal.

Selain itu tetap diperlukan pemeriksaan tes darah dan urin sebagai pemeriksaan rutin. Sebab ALS gejalanya mirip penyakit infeksi seperti: HIV, penyakit lyme, sifilis, dan ensefalitis.

Terapi dan Pengobatan

Pengobatan ALS yang pokok adalah fisioterapi atau rehabilitasi medik agar pasien mampu bergerak senyaman mungkin dan bisa beraktivitas sebagaimana sebelumnya. Diperlukan terapi wicara bagi yang ada gangguan bicara dan terapi okupasi dengan penuh perhatian.

Obat-obat yang dikonsumsi biasanya untuk mengurangi gejala yang timbul seperti: fatig, kram otot, pengontrol spastisitas otot, pengurang rasa nyeri, obat antidepresi, gangguan tidur dan disfagi (kesulitan menelan) serta konstipasi (kesulitan buang air besar).

Pasien dapat hidup sehat seperti orang lain dengan ketekunan dan ketelatenan dalam menjalani terapi. Seperti  DR Stephen Hawking, penulis terkenal yang terserang ALS saat mengambil studi doktoral. Dengan kesabarannya mampu menyelesaikan studi dengan baik walaupun menyandang penyakit tersebut.

Namun ada juga yang harus tetap berada di tempat tidur, meski pun semua organ tubuh normal, kecuali tidak mampu berjalan dan untuk makanpun harus dibantu selang NGT (langsung ke lambung).

Lantas bagaimana dengan di Klinik Herbal Jeng Ana? Kami juga pernah menangani pasien penyakit ini. Alhamdulillah setelah menjalani terapi dan pengobatan, kondisi pasien berangsur membaik. Seperti halnya dengan jenis penyakit lainnya, pengobatan yang kami lakukan murni menggunakan herbal dan terapi fisik bila diperlukan.

Seperti kita ketahui bahwa Allah memberi kekayaan alam yang begitu banyak, termasuk juga obat-obatan. Karena itu, pasien harus memiliki keyakinan kuat bahwa bila Allah memberikan penyakit, maka juga memberikan obatnya. InsyaAllah dengan ramuan obat herbal dengan komposisi yang tepat, penyakit ALS bisa diobati.

Buat Bapak Joko, kami sarankan agar datang langsung ke klinik kami dengan membawa rekam medis atau hasil uji lab. Data tersebut sangat penting untuk membuatkan ramuan yang tepat bagi istri Anda. Terimakasih.

 

 


++++

Artikel terkait...