JANTUNG

Ketika datang ke Klinik Herbal Jeng Ana beberapa bulan lalu, kondisi badan Pak Cecep nampak kurus kering. Kalau bernafas juga nampak sesak dan tersengal-sengal. Alhamdulillah, kini setelah berobat sekitar tiga paket berjalan, lelaki 50 tahun itu sudah nampak segar dan sehat.

Penyakit yang diserita Pak Cecep bermula ketika suatu malam, tepatnya sehabis maghrib, dirinya mengalami sesak nafas. “Tenggorokan saya terasa seperti dicekik, sehingga saya dilarikan ke klinik dan dirawat selama satu malam,” kata Pak Cecep ketika memberikan kesaksian bersama Jeng Ana di Acara ‘Medika Natura’ di Jak TV, beberapa waktu lalu.

Untuk memastikan penyakit yang dideritanya, Pak Cecep lantas melakukan pemeriksaan laboratorium dengan menjalani rontgen. Hasilnya, kata Pak Cecep, diketahui bahwa dirinya menderita pembengkakan paru-paru dan jantung. Sejak saat itu, suami Bu Enis ini pun melakukan pengobatan ke dokter paru dan jantung. “Saya berobat ke dokter jantung selama tiga bulan. Tetapi ternyata kondisi badan saya bukannya membaik, melainkan justru semakin lemas,” ujarnya.

Karena alasan tersebut, Pak Cecep dan Istri kemudian menempuh pengobatan alternatif melalui Klinik Herbal Jeng Ana. “Ketika datang ke Jeng Ana saya bilang kalau saya sudah hampir putus asa. Terus Jeng Ana bilang kalau saya tidak boleh putus asa, melainkan harus yakin bisa sembuh,” jelas Pak Cecep.

Sementara Jeng Ana membenarkan bahwa kondisi fisik Pak Cecep ketika pertama kali datang ke kliniknya cukup memprihatinkan. “Fisiknya nampak kurus kering, nafasnya sesak dan lehernya terasa dicekik,” tutur Jeng Ana.

Dari hasil uji lab yang dibawa Pak Cecep, kata Jeng Ana, diketahui terjadinya Kardiomegali. Selain itu juga ada bronkhitis kronis. Bronkhitis ini diperparah dengan adanya cairan di paru-paru.

Hal tersebut, lanjut Jeng Ana, erat kaitannya dengan kondisi darah Pak Cecep yang ternyata bermasalah. “Ada masalah leukosit yang dibawah normal, dibawah 5000. Itu sangat riskan, karena normalnya harus diatas 5000 dan dibawah 10.000. Selain itu elektrosit dan Hemoglobinnya juga rendah. Sementara kolesterol jahatnya tinggi. Itu yang menyebabkan jantung bengkak, leher seperti dicekik. Jadi, masalah paru-paru yang dialami Pak Cecep itu karena leukositnya yang terlalu rendah,” papar Jeng Ana.

Selain itu, lanjut Jeng Ana, monositnya saat itu juga lebih tinggi. Normalnya 2 sampai 8. Kalau lebih tinggi akibatnya menekan saraf karena pengentalan darah. Hal inilah yang menyebabkan sakit kepala atau pusing, yang bila dibiarkan akhirnya bisa berisiko stroke. “Jadi, stroke bukan hanya terjadi karena hipertensi, tetapi pengentalan darah juga bisa menjadi penyebab,” tutur herbalis murah senyum ini.

Jeng Ana menduga, kondisi yang dialami Pak Cecep tersebut diakibatkan oleh gaya hidupnya yang tidak sehat, seperti rokok dan kopi, minuman berwarna, dan makanan yang tidak sehat. “Jadi, gaya hidup dan makanan sangat menentukan,” tegasnya.

Istri Pak Cecep, Bu Enis, mengakui kalau suaminya memang perokok dan peminum kopi yang cukup berat. Selain itu makanan juga tidak dijaga dengan baik.

Alhamdulillah, kini setelah berobat berjalan tiga paket di Klinik Herbal Jeng Ana, kondisi fisik Pak Cecep sudah sembuh. “Secara kasat mata, Pak Cecep memang sudah terlihat sehat dan jauh lebih segar. Nafsu makan cukup baik, tidak lagi sesak nafas, leher juga tidak lagi terasa dicekik. Pak Cecep sendiri sudah merasa sembuh. Padahal sebenarnya baru sembuh sekitar 85 persen, karena kondisi darahnya belum sepenuhnya normal. Masih harus dilakukan pengobatan untuk menormalkan darah hingga kondisi 100 persen,” ungkap Jeng Ana. (*)


++++

Artikel terkait...