darah tinggi

Sumber gambar: gaya.tempo.co

Derita yang dialami oleh Bu Maimunah sungguh memprihatinkan. Dia hanya bisa terbaring lemas gara-gara pembengkakan jantung yang dialaminya.

“Semula saya hanya merasakan sesak dan perut mual. Saya kira hanya penyakit biasa saja sehingga saya biarkan. Tetapi kok lama-lama semakin parah sampai saya tidak bisa ngapa-ngapain, sehingga saya periksakan ke dokter. Ternyata terjadi pembengkakan jantung,” tutur Bu Maimunah saat mendampingi Jeng Ana di Jak TV, beberapa waktu lalu.

Saat itu, kata perempuan paruh baya ini, dokter menyarankan untuk segera menjalani operasi  agar bisa sembuh. Namun, Bu Maimunah tidak mmenuhi saran dokter. Ia berkeyakinan bahwa masih ada jalan lain untuk bisa sembuh. Hingga akhirnya Bu Maimunah memilih untuk berobat ke Jeng Ana sebagai ikhtiarnya.

Saat datang ke Klinik Herbal Jeng Ana, kondisinya sudah sangat lemas. Tetapi alhamdulillah setelah menjalani pengobatan oleh Jeng Ana, kondisinya berangsur membaik. “Bulan pertama setelah saya mengkonsumsi obat dari Jeng Ana, saya yang semula tidak bisa bergerak saat itu sudah bisa miring,” terang Bu Maimunah.

Pembengkakan jantung bukanlah penyakit sederhana. Bila tidak dilakukan pengobatan bisa berefek terjadinya pembekuan darah dan kesulitan bernafas. Tentunya kondisi ini bisa mengakibatkan kematian bila dibiarkan terus-menerus.

Pembengkakan jantung disebabkan oleh adanya penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah sehingga jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen dan darah yang cukup. Pada garis besarnya, hal ini diakibatkan oleh 2 faktor utama, yaitu faktor yang diakibatkan oleh jantung itu sendiri, seperti adanya riwayat gangguan jantung hipertensi, katup atau jantung koroner. Selain itu bisa juga diakibatkan oleh faktor non  jantung seperti faktor genetik, yakni karena adanya gangguan virus, HIV, inflamasi, toksik yang disebabkan oleh komsumsi alkohol atau zat antibiotik dan kokain.

Lebih jelasnya, penyebab pembengkakan jantung adalah sebagai berikut:

Jarang olahraga :

Penyebab pembengkakan jantung yang pertama adalah jarang berolahraga. Tubuh yang jarang berolahraga jarang mengeluarkan keringat. Resikonya terjadi kelebihan berat badan (obesitas). Ini sangat berbahaya karena membuat jantung bekerja lebih keras dan menyebabkan terjadinya pembengkakan pada jantung. Bukan hanya membuat jantung bengkak, tidak rajin berolahraga juga beresiko menyebabkan penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi.

Kelainan jantung sejak lahir :

Tidak semua orang lahir dengan jantung normal. Beberapa orang mengalami kelainan jantung atau yang biasa disebut sebagai penyakit jantung bawaan. Contohnya, seperti jantung bocor atau timbulnya lubang pada jantung. Ini membuat jantung harus bekerja keras karena tidak sempurnanya organ jantung. Jantung harus memompa lebih keras dan itu sangat potensial menyebabkan terjadinya pembengkakan jantung.

Otot jantung lemah :

Otot jantung melemah bisa disebabkan beberapa faktor seperti serangan jantung. Otot jantung yang lemah membuat jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Semakin lama hal ini terjadi, semakin tinggi resiko terjadinya jantung bengkak.

Tekanan darah tinggi :

Terjadinya tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras. Ini sangat berpengaruh terhadap peluang terjadinya jantung bengkak. Apalagi umumnya penderita tekanan darah tinggi biasanya jarang menyadari jika terserang penyakit ini. Pasalnya, penyakit ini nyaris tanpa gejala berarti. Untuk itu, sangat baik untuk memeriksakan tekanan darah pada pihak medis untuk mengetahui secara pasti tingkat tekanan darah Anda. Agar jika terjadi tekanan darah tinggi bisa segera diobati supaya tidak merembet menyebabkan jantung bengkak.

Kerusakan katup jantung :

Rusaknya katup pada jantung juga potensial menyebabkan jantung bengkak. Kerusakan katup jantung tersebut bisa disebabkan oleh demam rematik atau karena sebab lainnya. Karena organ yang tidak lagi sempurna, membuat jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah. Kerja jantung yang berlebihan tersebut yang kemudian menyebabkan terjadinya pembengkakan jantung.

Dari lima penyebab jantung bengkak, empat di antaranya disebabkan karena penyakit lainnya. Jadi boleh dikatakan bahwa jantung bengkak merupakan penyakit lanjutan dari suatu penyakit.

Menurut Jeng Ana, hal ini pula yang waktu itu dialami oleh Bu Mainunah. Sebelum menderita pembengkakan jantung, kata Jeng Ana, Bu Maimunah menderita maag dan lambung kronis, juga komplikasi asma.

Karena itu, terang Jeng Ana, pengobatan yang dilakukannya juga memperhatikan kronologi terjadinya penyakit tersebut. “Ketidakseimbangan hormon diperbaiki, begitu juga dengan autoimun yang lemah diperkuat. Semuanya menggunakan ramuan herbal,” jelas Jeng Ana.

Karena kondisi Bu Maimunah yang waktu itu cukup kronis, maka terapi yang dilakukannya cukup komplit. Tidak hanya ramuan herbal seduh, kapsul ekstrak herbal, sarang semut dan minyak rempah yang diberikan Jeng Ana, tetapi juga dilakukan terapi pemijatan rileksasi.

“Terapi pemijatan dilakukan untuk rileksasi saraf-sarafnya agar aliran darah lancar. Setelah itu dilakukan mandi rempah, tujuannya untuk menenangkan diri. Takutnya yang komplikasi, agar tenang pikiran, batin, juga pakai air doa,” terang Jeng Ana.

Dan tentu saja yang tidak kalah pentingnya adalah penerapan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Makanan dan minuman yang menjadi pantangan harus dihindari. Begitu juga dengan pola hidupnya harus sehat.

Alhamdulillah, kini kondisi Bu Maimunah sudah sembuh total.


++++

Artikel terkait...