Menstruasi

Assalamualaikum wr.wb

Salam Hangat saya untuk Jeng Ana. Saya Ilham Syahputra, 24 tahun, asal Medan Sumatera Utara. Saya ingin sekali berkonsultasi dengan Jeng Ana langsung, namun terkendala jarak yang sangat jauh, dan berharap fasilitas konsultasi via email ini juga sarana tepat buat saya untuk bisa berdiskusi dengan Jeng Ana (Kru Klinik Jeng Ana).

Saya sudah menikah dan saat ini rumah tangga saya memasuki usia yang ke 9 bulan, namun sampai saat ini kami belum dikaruniai anak yang sejatinya menjadi dambaan setiap keluarga, mungkin sebagian orang mengatakan hal ini merupakan biasa karena tergolong usia pernikahan yang masih muda. Namun bagi kami hal ini adalah suatu kebimbangan dimana rekan-rekan dan saudara yang menikah setelah kami ternyata sudah dikaruniai kehamilan.

Beberapa upaya telah kami jalani, diantaranya melakukan terapi herbal dengan rutin mengkonsumsi Madu + Serbuk Kayu Manis, Madu Putih, Bekam, dan mengkonsumsi sarang semut. namun sampai hari ini belum juga dikaruniai momongan.

Analisa mengenai istri saya, memiliki dudukan rahim yang baik setelah di USG, dan konsultasi ke dokter spesialis kandungan mengenai siklus menstruasi yang tidak teratur, terkadang 30 H, atau 45 H, bahkan 50 H. Namun menurut dokter kandungan ini masih dalam keadaan normal.

Dua hari yang lalu kami kembali ke dokter kandungan untuk melakukan USG berhubung istri saya sudah telat menstruasi hampir 3 bulan, namun ketika kami melakukan tes dengan alat tes kehamilan hasilnya tetap negative. Setalah kami USG ternyata pada istri saya terjadi menstruasi yang menumpuk di dalam rahim dan tidak keluar hampir 2 bulan, dan terjadi penumpukan sel telur sebanyak 9 buah di dalam Ovum.

Ketika mengetahui hal itu saya sedikit sedih dengan keadaan ini, namun saya tetap yakin bahwa Allah memang belum memberikan kami rezeki anak kepada kami. dan kami masih tetap optimis.

Analisa saya pribadi setelah berdiskusi dengan dokter kiranya saya melakukan tes laboraturium sperma. Sekitar dua bulan yang lalu saya melakukan tes sperma ke salah satu klinik lab dan hasil analisa sperma saya adalah OLIGOZOOSPERMIA.
dengan keterangan sbb :

– 50 %         : Sperma tidak aktif (diam ditempat)
– 20 %         : Bergerak Lambat
– 20%          : Mati
– 10%          : bentuk tidak normal (kepala besar / Pir)

Dan riwayat masa kecil saya pernah mengalami penyakit Hernia, yang bisa terjadi pembengkakan pada Testis. Saya melakukan program herbal seperti yang saya sebutkan diatas, dan mengikuti saran dokter kiranya tidak menggunakan pakaian (celana) yang terlalu ketat, tidak duduk terlalu lama (berhubung saya pekerja kantoran).

Mohon masukan dan sarannya dari Jeng Anan. Jika pun ada herbal yang harus kami konsumsi mohon di informasikan ke kami agar dapat kemi membelinya dari Jeng Ana.

Demikiah hal ini saya sampaikan atas perhatiannya saya ucapkan banyak terimakasih.

Salam

Ilham Syahputra, Medan (Sumatera Utara)
iam.loker@yahoo.com

JAWAB:

Wa’alaikum salam Wr Wb.

Untuk Bapak Ilham, langkah yang Anda lakukan sudah tepat, yakni menempuh langkah-langkah secara dini. Tetapi juga tidak perlu terlalu panik, karena apa yang Anda dan istri Anda alami masih sangat mungkin diatasi, sehingga bisa mendapatkan keturunan yang diidam-idamkan.

Seperti berkali-kali Jeng Ana sampaikan, baik melalui website ini maupun dalam acara-acara di televisi, bahwa gangguan haid atau menstruasi yang menimpa kaum hawa pasti ada sebab-sebabnya. Itulah sebabnya, untuk mengetahui secara lebih pasti, kami selalu mensyaratkan semua pasien yang berobat ke klinik kami untuk menyertakan atau membawa hasil uji labaratorium. Bagi yang belum punya, maka harus melakukan uji lab/USG terlebih dulu.

Sayangnya Anda tidak menyertakan hasil USG istri Anda, karena itu bila Anda serius ingin berobat disini, kami tetap meminta Anda mengirimkan hasil USG istri Anda, Apalagi penjelasan yang Anda sampaikan juga tidak lengkap.

Anda mengemukakan bahwa dari hasil USG terakhir, istri Anda mengalami menstruasi yang menumpuk di dalam rahim selama hampir dua bulan, sehingga terjadi penumpukan sel telur sebanyak 9 buah di dalam ovarium.

Penumpukan sel telur seperti Anda jelaskan tentunya ada sebabnya. Mungkin penyakit yang Anda maksud adalah PCOS (Policystic Ovary Syndrom), yakni gangguan endokrin atau indung telur yang terjadi pada 5-10 persen perempuan usia subur. Folikel-folikel pada indung telur ini menumpuk dan berkembang tidak sempurna.

Indung telur adalah sepasang organ reproduksi di dalam tubuh perempuan yang bertanggung jawab terhadap kesuburan dan reproduksi. Sejak waktu kelahiran, indung telur mengandung 200.000 sel telur.Indung telur juga bertanggung jawab untuk memproduksi hormon progesteron dan estrogen, hormon ini memainkan peran kunci dalam hal penebalan dinding rahim selama implantasi (penempelan) janin.

Penyebab PCOS sangat bervariasi seperti genetik, obesitas, anovulasi yang menyebabkan tidak lancarnya haid, jerawat, jumlah hormon androgen (maskulin) yang terlalu tinggi sehingga tumbuh rambut berlebihan. Selain itu diabetes dan resistensi insulin juga menjadikemungkinan besar penderita PCO.

Sebagai contoh adalah kasus obesitas PCOS yang kerap terkadi pada penderita obesitas. Biasanya kelainan itu muncul akibat kecenderungan meningkatnya jumlah hormon androgen (hormon pria) pada wanita gemuk. Jika jumlah hormon androgen mulai menyaingi hormon wanita, banyak hal bisa terjadi. Salah satunya, menghambat proses pematangan sel telur dalam indung telur. Alhasil, sel telur gagal matang dan tidak keluar dari indung telur. Sel-sel telur yang tidak matang itulah yang membentuk kista di dalam indung telur.

Lebih jelasnya, penderita PCOS biasanya mengalami gangguan-gangguan, antara lain:

– Hormon ovarium tidak normal, sehingga indung telur tidak melepaskan setiap bulan yang akhirnya mengkibatkan androgen. Inilah yang mengakibatkan haid tidak teratur.
– Hormon androgen menjadi lebih tinggi, sehingga timbul jerawat dan rambut berlebihan (hiperandrogenisme).
– Akhirnya kadar insulin dan gula darah meningkat.

Tetapi jangan khawatir, wanita penderita PCOS tetap bisa punya anak bila terus melakukan terapi dan perawatan. Namun, jika tidak dilakukan pengobatan, maka pada jangka panjang dapat membahayakan karena meningkatkan resiko terjadinya kanker endometrium, diabetes, penyakit jantung, dan stroke.
.
Lantas bagaimana cara mengobatinya? Tentu saja disesuaikan dengan penyebab terjadinya penyakit tersebut, misalnya mengurangi tingkat insulin dalam tubuh dan pemulihan siklus menstruasi.

InsyaAllah semuanya itu bisa diatasi melalui pengobatan herbal. Klinik Herbal Jeng Ana memiliki ramuan khusus untuk jenis gangguan atau penyakit ini. Kami mengkombinasikan sejumlah jenis tanaman herbal dalam dosis atau kadar tertentu sesuai dengan jenis penyakit dan kondisi sang pasien.

InsyaAlah setelah semuanya kembali normal, program kehamilan atau keturunan yang Anda jalankan akan membuahkan hasil. Sebaiknya Anda bersabar seraya terus berikhtiar untk mendapatkan solusi terbaik.


++++

Artikel terkait...