Meningkatkan Efek Khasiat Herbal

Rebusan daun herbal (sumber: YouTube.com)

Ibu Asmanah (54) adalah mantan pasien Herbal Jeng Ana yang telah sembuh dari penyakit ganas berupa Kanker Payudara. Alhamdulillah, ini merupakan karunia Allah yang tak ternilai harganya, Sudah tentu, Ibu Asmah hanya salah satu contoh saja dari begitu banyak pasien yang sembuh berkat konsumsi herbal dari Herbal Jeng Ana.

Pertanyaannya, benarkah efek khasiat herbal dapat menyembuhkan, dan bagaimana cara rahasia meningkatkan efektifitas herbal itu sendiri?

Memang, sudah bukan rahasia lagi jika kinerja herbal masih belum memuaskan banyak pihak, bahkan banyak yang sama sekali meragukannya. Salah satunya kerap disebutkan bahwa kerja obat kimia jauh lebih cepat, sedangkan kecepatan hasil yang ditunjukkan herbal sangat lambat. Anggap ini inilah yang membuat herbal, sampai saat ini, masih menduduki peringkat alternatif belaka.

Fakta lapangan jelas menunjukkan, herbal hanya dilirik jika pasien sudah merasa bosan dengan pengobatan dokter yang tidak kunjung selesai. Alasannya, kalau memang tidak sembuh, pengobatan herbal adalah upaya yang murah sehingga tidak membuang banyak biaya. Disamping itu, pasien juga mulai merasakan adanya efek samping dari konsumsi obat kimia secara terus menerus.

Obat kimia atau herbal yang lebih baik ?

Tentu saja tidak tepat memberikan ukuran mana yang lebih baik. Yang jelas, pada dasarnya, baik obat kimia maupun herbal sama-sama dapat menyembuhkan penyakit. Namun, penentu sembuhnya penyakit yang diderita seseorang bukan karena faktor obat saja, melainkan juga karena taklid keyakinan bahwa kesembuhan berasal dari Tuhan yang menciptakan penyakit.

Adapun obat baik herbal maupun kimia, dokter sangat piawai maupun herbalis, jelas hanya sarana untuk meraih kesembuhan. Dengan obat yang sama, dosis yang sama, penanganan yang sama, atau dokter dan herbalis yang sama, tingkat kesembuhannya sangat mungkin akan berbeda.

Pemahaman bahwa Tuhan sebagai sumber kesembuhan inilah yang selalu ditekankan dalam upaya penyembuhan di Herbal Jeng Ana. Upaya itu adalah doa, meminta kesembuhan kepada Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Jadi sambil ikhtiar mengkonsumsi herbal, juga dengan berdoa dan keyainan bahwa doa kita diterima.

Setelah aspek ketuhanan berhasil kami bangkitkan pada diri pasien, maka selanjutnya adalah dengan ikhtir mengkonsumsi racikan herbal secara berkesinambungan disertai dengan diet khusus makanan tertentu. Dengan disertai doa yang kami ajarkan, kami yakinkan bahwa herbal dapat menimbulkan reaksi kesembuhan yang cepat.

Tentunya dengan pertimbangan dosis yang tepat sesuai tingkat keparahan penyakit serta penanganan lain yang menunjang cepatnya terapi pengobatan. Pada beberapa kasus, sepertinya memang di banyak kasus, penanganan yang tidak berkualitas dan cenderung apa adanya jelas menjadi penyebab tidak efektifnya khasiat herbal. Apalagi jika pengobat tradisionalnya masih pemula.

Selain belum banyak makan asam garam, pasien pun cenderung ‘meremehkan’. Padahal perasaan untuk meremehkan itu bisa kembali pada reaksi tubuh saat menerima perlakuan dari obat maupun pengobat. Setidaknya, ini akan menjadi penyebab tidak mampunya herbal bereaksi dengan cepat. Yang lebih penting lagi, Herbal Jeng Ana selalu berupaua meyakinkan pasien yang terkena penyakit ganas bahwa penyakit bukanlah akhir dari segalanya.

Meski penyakit tersebut, misalnya Kanker Payudara, memang momok bagi kaum wanita tetapi ada hal lain yang lebih layak untuk kita takuti yaitu hidup sesudah mati. Karena itulah kita harus tetap dekat dengan Allah di tengah kondisi seperti apapun. Hanya dengan izin Allah Azza Wa Jala, sang pemilik kehidupan, siapa pun akan diberi kesembuhan dari penyakitnya. Karena itu tetaplah berharap kepada Sang Pemilik Kehidupan dengan tidak pernah bosan berdoa dan berikhtiar mengkonsumsi racikan herbal. Inilah keyakinan yang selalu disuntikkan oleh Herbal Jeng Ana pada diri pasien-pasiennya.


++++

Artikel terkait...