MENGHADANG KANKER DENGAN BROKOLI DAN KEMBANG KOL

Sumber gambar: www.google.com

Dua jenis sayuran ini pasti lebih mudah didapatkan dan lebih murah dibandingkan dengan perawatan kanker. Karena itu, mengonsumsi keduanya bisa dilakukan untuk mencegah kanker.

Dua jenis sayuran ini serupa tapi tak sama. Keduanya sama sama “kribo”, namun warnanya berbeda. Brokoli hijau pekat, sedangkan kembang kol putih kekuningan. Dari sisi harga juga bisa berbeda. Pastinya, brokoli lebih mahal.

Sebagai jenis sayuran silangan, brokoli dan kembang kol keduanya mengandung sifat melawan kanker. Informasi ini memang masih relatif jarang diketahui oleh khalayak.

Menurut penelitian ahli herbal, kedua sayuran ini memiliki senyawa yang sangat ampuh dalam meningkatkan enzim pelindung tubuh untuk melawan pertumbuhan sel kanker.
Berikut ini Jeng Ana uraikan lebih jauh mengenai khasiat brokoli dan kembang kol:

Brokoli

Nutrisi yang terkandung dalam brokoli sangat baik untuk mencegah dan melawan kanker. Brokoli mengandung senyawa tiosioanat yang membantu liver untuk menetralkan zat-zat beracun dalam tubuh yang kemudian dapat merusak jaringan tubuh. Selanjutnya senyawa indoles dan sulfhorapane yang berfungsi untuk membunuh sel kanker juga mengaktifkan enzim yang terdapat di dalam liver untuk memerangi zat karsinogen. Selanjutnya juga terdapat senyawa isocyanate yang berguna untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

Senyawa yang terdapat pada brokoli mendukung penyembuhan penderita kanker. Karena itulah Jeng Ana selalu memberikan arahan kepada pasien kanker untuk banyak mengkonsumsi jenis sayuran ini. Bila perlu konsumsi dengan cara menjus agar asupan lebih banyak.

 

Kembang Kol

Meskipun mungkin hanya berwarna putih, dan tidak sepopuler saudaranya si brokoli, namun sayur kembang kol ini tidak kalah hebat dalam nutrisi. Bahkan, kembang kol memiliki antioksidan yang mampu mencegah mutasi sel ke arah sel kanker. Mutasi sel disebabkan oleh proses oksidasi di dalam tubuh karena radikal bebas.

Salah satu senyawa yang dimiliki adalah indole-3-carbinol atau I3C yang umumnya ditemukan dalam sayur seperti kubis, brokoli dan kembang kol, yang terbukti mampu mengurangi risiko kanker payudara dan kanker reproduksi pada pria dan wanita. Kembang kol juga memiliki kandungan sulfur, yang menurut penelitian, bisa memberikan kekuatan pada pasien kanker untuk melawan penyakit kanker yang sedang diderita.

Bukan hanya itu, bahkan banyak mengonsumsi kembang kol juga bisa mengurangi risiko kanker paru-paru karena kaya antioksidan dan mengurangi risiko kanker usus besar karena kaya serat.

Jadi, mulai sekarang, jangan hanya memperbanyak makan sayuran berwarna atau sayuran hijau saja ya, perbanyak juga makan kembang kol yang murah harganya. Selain mudah diolah dan enak, juga bisa mencegah kanker.

Nah, bagi yang tengah mandapat ujian sakit kanker, silahkan mampir ke klinik Jeng Ana. Insha Allah kami akan memberikan racikan herbal terbaik untuk Anda….


++++

Artikel terkait...