Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


kanker-payudara-710x150

Kanker payudara merupakan jenis penyakut yang sangat ditakuti kaum hawa. Tak jarang perempuan yang langsung mengalami stres begitu mengetahui bahwa dirinya tengah mengidap kanker ini. Padahal kondisi psikis yang tertekan justru berdampak buruk bagi kondisi kanker yang dideritanya.

Sebelum kita membahas kanker payudara, perlu dipahami bahwa tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Kebanyakan benjolan di payudara ternyata hanyalah perubahan fibrokistik. Istilah fibrokistik mengacu pada fibro dan kista.

Fibrosis adalah pembentukan jaringan parut, sedangkan kista adalah kantung berisi cairan. Perubahan fibrokistik dapat menyebabkan payudara bengkak dan nyeri. Seringkali terjadi sebelum periode menstruasi dimulai. Payudara dapat terasa kenyal dan kadang keluar cairan bening/susu dari puting.

Lantas, apa yang dimaksud dengan  kanker payudara?

Kanker payudara merupakan suatu penyakit dimana sel-sel ganas terbentuk pada jaringan payudara. Seperti diketahui bahwa payudara wanita terdiri dari beberapa bagian, diantaranya:

  • Kelenjar sebagai penghasil air susu ibu (disebut lobulus)
  • Saluran kecil yang membawa susu dari lobulus ke puting (disebut duktus)
  • Lemak dan jaringan ikatnya
  • Pembuluh darah
  • Kelenjar getah bening

Sebagian besar kanker payudara bermula pada sel-sel yang melapisi duktus (kanker duktal), beberapa bermula di lobulus (kanker lobular), dan sebagian kecil bermula di jaringan lain.

Dalam perkembangannya, sel-sel kanker payudara dapat memasuki pembuluh limfe dan mulai tumbuh di kelenjar getah bening. Jika sel-sel kanker payudara telah mencapai pembuluh getah bening di ketiak (node axilaris), maka lazimnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Bila ini terjadi, maka kemungkinan besar sel-sel kanker juga masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lainnya.

Jenis-jenis Kanker Payudara

Ada banyak jenis kanker payudara, namun beberapa di antaranya sangat langka. Kadang suatu tumor payudara tunggal dapat merupakan perpaduan dari beberapa jenis, atau campuran antara kanker invasif dan in situ.

Jenis kanker payudara yang paling banyak terjadi ada dua jenis, yakni ductal carcionoma dan lobular carcinoma. Ductal carcinoma merupakan  kanker yang muncul di ductus atau jaringan pipa yang mengangkut susu di dalam payudara. Sedangkan Lobular carcinoma adalah kanker yang terdapat di lobulus atau kelenjar pembuat susu. Kanker yang tidak menyebar di luar ductus atau lobulus disebut in-situ yang artinya “di tempat”. Bila sudah menyebar maka disebut invasif atau infiltratif.

  1. Ductal Carcinoma:
    Pada ductal carcinoma in-situ kanker hanya berada di sepanjang saluran ASI. Pada stadium ini, hampir 100% penderita kanker masih bisa disembuhkan. Cara termudah untuk mengidentifikasi ductal carcinoma in- situ adalah dengan mamogram secara berkala/tahunan. Anda juga bisa memeriksanya sendiri dengan teknik yang disebut SADARI (memeriksa payudara sendiri).Bila dibiarkan, ductal carcinoma akhirnya menyebar ke jaringan sekitarnya.Dinding saluran ASI akhirnya menipis dan pecah, lalu kanker pun menyebar.Penyebaran bisa terbatas di sekitar asal kanker, tetapi dapat juga ke seluruh tubuh (bermetastase) melalui sirkulasi darah. Penyebaran terutama ke kelenjar limfa di ketiak dan organ lainnya seperti tulang, liver dan paru-paru. Sekitar 70% kanker payudara adalah ductal carcinoma invasif.
  2. Lobular Carcinoma:
    Pada lobular carcinoma in- situ (disebut juga lobular neoplasia), kanker masih belum menembus dinding lobulus. Lobular carcinoma invasif berpotensi metastase dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, dimulai dari jaringan lemak payudara. Sekitar 10-15% kanker payudara adalah lobular carcinoma invasif.Kanker jenis ini tidak selalu menimbulkan benjolan, tetapi hanya membuat jaringan yang terkena menebal sehingga dapat sulit terdeteksi.

Selan dua jenis tersebut, masih ada beberapa jenis kanker payudara lain yang relatif jarang terjadi, diantaranya adalah:

  1. Kanker Payudara Terinflamasi (IBC):
    Kanker payudara jenis ini statistiknya adalah sekitar 1-3% dari semua kasus kanker payudara. Biasanya tidak terjadi benjolan tunggal atau tumor. Sebaliknya, IBC membuat kulit payudara terlihat merah dan terasa hangat. Hal ini juga membuat kulit payudara tampak tebal dan mengerut, seperti kulit jeruk. Dokter biasanya baru mengetahui bahwa perubahan ini bukan disebabkan oleh inflamasi/peradangan atau infeksi, tetapi karena sel-sel kanker telah memblokir pembuluh getah bening di kulit.Payudara yang terkena biasanya lebih besar, kenyal, lembek atau gatal. Pada tahap awal, jenis kanker ini kadang salah diartikan sebagai infeksi payudara (mastitis) dan diobati dengan antibiotic. Bila tidak juga membaik, biasanya dokter akan menyarankan biopsy. Karena tidak terjadi benjolan, jenis ini biasanya tidak terdeteksi saat mammogram. Jenis kanker ini biasanya cenderung menyebar dan kelihatannya lebih buruk daripada tipe IBC ataupun ILC.
  2. Penyakit Paget pada Puting:
    Jenis kanker payudara ini dimulai pada duktus dan menyebar ke kulit puting dan kemudian ke areola (lingkaran gelap di sekeliling putting). Jenis ini jarang terjadi (hanya sekitar 1% dari semua kasus kanker payudara). Tandanya adalah kulit puting dan areola pecah-pecah, bersisik, dan merah, dengan adanya area berdarah.Pasien biasanya melihat adanya area yang seperti terbakar atau gatal. Penyakit Paget seringkali diasosiasikan dengan DCIS, atau lebih sering IDC. Pengobatannya seringkali memerlukan mastektomi. Jika DCIS hanya ditemukan (tanpa kanker invasif), ketika payudara diangkat, harapan sembuhnya sangat baik.

Penyebab dan Pencegahannya

Sejauh ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker payudara. Tetapi beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker, misalnya:

  1. Usia: Satu faktor resiko terbesar kanker payudara adalah usia. Usia rata-rata wanita yang didiagnosis kanker payudara adalah awal 40-an tahun. Sedangkan pada pria biasanya mulai pada usia 60 tahun.
  2. Genetik: Risiko terkena kanker payudara akan meningkat, jika ada kerabat dekat yang pernah menderita kanker payudara.
  3. Sejarah pribadi: Wanita yang belum pernah hamil, atau yang mengalami kehamilan pertama pada usia di atas 30 tahun lebih beresiko terkena kanker payudara. Selain itu, menyusui dapat menurunkan kemungkinan terkena kanker payudara (semakin panjang masa ibu menyusui, semakin rendah wanita terkena kanker payudara).
  4. Pola makan yang tidak sehat dan mengalami obesitas: Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara. Meskipun tidak ada jenis makanan khusus yang meningkatkan resiko kanker payudara pada seseorang. Untuk kesehatan dan penurunan resiko kanker payudara, wanita disarankan melakukan diet seimbang dengan mengkonsumsi makanan kaya buah dan sayur.
  5. Merokok dan sering mengonsumsi alkohol: Banyak penelitian menunjukan, bahwa kadar tinggi asupan alkohol dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Umumnya, semakin banyak anda meminum alkohol, semakin tinggi resiko terkena penyakit kanker payudara.

Karena itu, sebaiknya hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa memicu terjadinya kanker tersebut. Sebaliknya, lakukan upaya-upaya pencegahan, diantaranya sebagai berikut:

  1. Berolah raga: Dalam sebuah eksperimen, para peneliti menanyai 1.550 wanita berusia 40-85 tahun mengenai kebiasaan berolah raga mereka. Para wanita yang aktif berolahraga memiliki risiko terkena kanker payudara setengah lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang berolah raga. Berjalan kaki 30 menit, lima kali seminggu dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 18 persen menurut studi lain yang melibatkan 74 ribu wanita berumur 50 sampai 79 tahun.
  2. Menjaga berat badan: American Cancer Society pernah melakukan studi yang melibatkan 62 ribu wanita. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak kenaikan berat badan sejak wanita berumur 18 tahun, semakin besar risiko mengidap kanker payudara di masa menopause. Mereka yang bertambah berat badan sampai 30 kilogram meningkatkan risikonya dua kali lipat. Kelebihan berat badan tampaknya meningkatkan estrogen, yang mendukung pembentukan kanker.
  3. Menghindari lemak: Ada keterkaitan antara konsumsi tinggi lemak tak jenuh rantai jamak (minyak jagung, bunga matahari, dll) dengan kanker payudara. Pilihlah asam lemak tak jenuh rantai tunggal, seperti minyak zaitun.
  4. Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan: Pigmen karotenoid yang terdapat pada buah dan sayuran dipercaya melindungi kanker payudara. Para peneliti Universitas New York membandingkan sampel darah 270 wanita penderita kanker payudara dengan sampel darah 270 wanita sehat. Wanita yang memiliki karotenoid terendah memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan yang berkarotenoid tertinggi. Usahakan selalu menyertakan sayur dan buah-buahan dalam menu harian Anda, terutama wortel, tomat, semangka dan bayam.
  5. Banyak mengkonsumsi kedelai: Insiden kanker payudara pada wanita Asia hanya seperlima dari wanita Barat. Para ilmuwan percaya bahwa penyebabnya adalah diet yang kaya kedelai. Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa kedelai fermentasi Jepang dapat menurunkan risiko kanker payudara. Mereka yang mengkonsumi tiga porsi atau lebih setiap hari memiliki risiko lebih rendah dibandingkan yang makan hanya satu porsi atau kurang. Kedelai mengandung fitoestrogen yang mencegah kanker payudara dengan membatasi efek karsinogenik dari estrogen. Meminum segelas susu kedelai atau tiga potong tahu/tempe setiap hari dapat melindungi Anda dari kanker payudara.
  6. Menyusui: Menyusui tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tetapi juga bagi ibunya karena menekan kadar estrogen. Para peneliti membandingkan angka melahirkan dan pola menyusui wanita yang hidup di negara maju dan negara berkembang. Mereka mendapati bahwa wanita di negara maju dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga setengahnya bila memiliki anak lebih banyak dan menyusui mereka seperti para wanita di negara berkembang (rata-rata 30 bulan per kelahiran).
  7. Tidak merokok: Semakin muda wanita merokok, semakin besar peluangnya terkena kanker payudara sebelum menopause. California Environmental Protection Agency melaporkan bahwa merokok pasif, terutama di kalangan wanita muda, adalah salah satu penyebab kanker payudara. Bagi para suami atau ayah, berhentilah merokok agar istri atau anak perempuan Anda tidak terkena kanker payudara.

 

Pengobatan Secara Herbal

Bagi Anda yang sudah terlanjur mengidap kanker payudara tentu saja tidak ada pilihan lain kecuali harus mengobatonya. Karena bila Anda membiarkannya, maka bisa dipastikan bahwa kanker akan kian menyebar dan bisa mematikan.

Banyak alternatif pengobatan yang bisa dilakukan. Bila Anda memilih pengobatan secara medis, biasanya dokter akan menyarankan cara operasi dan kemoterapi. Bagi sebagian besar perempuan, pengobatan ini tentu sangat menakutkan.

Tetapi jangan khawatir, karena masih ada cara pengobatan kanker payudara tanpa harus melalui cara operasi, yakni pengobatan secara herbal. Cara ini sebenarnya sudah dilakukan sejak nenek moyang kita jaman dahulu, karena saat itu memang belum dikenal pengobatan secara medis. Hanya saja perkembangan obat kimia kemudian melupakan cara-cara yang sejatinya alami dan tanpa efek samping tersebut.

Di kalangan masyarakat dikenal adanya sejumlah tanaman yang bisa dipergunakan untuk pengobatan kanker mematikan ini, diantaranya:

1.Buah Apel:
Sebuah studi Universitas Cornell melakukan penelitian terhadap tikus dan menemukan hasil bahwa tikus yang makan satu apel per hari mengurangi resiko kanker payudara sebesar 17 persen. Tikus makan tiga apel per hari mengurangi resiko sebesar 39 persen dan mereka makan enam apel per hari mengurangi resiko sebesar 44 persen. Hasil penelitian lain buah apel juga sangat bagus untuk penyakit kanker hati, kanker usus besaar, dan juga kanker paru.

2.Buah Anggur :
Kandungan buah anggur sebagai sumber kaya vitamin A, C, B6 dan folat sebagai tambahan penting mineral seperti kalium , kalsium , zat besi , fosfor , magnesium dan selenium. Anggur juga mengandung flavonoid yang bersifat antioksidan sangat kuat. Melalui sebuah penelitian terbaru, telah ditemukan bahwa anggur berwarna ungu Concord membantu dalam mencegah kanker payudara . Penurunan yang signifikan dalam massa tumor mammae tikus laboratorium terlihat setelah mereka makan jus anggur atas dasar percobaan.

3.Kulit manggis :
Hasil riset memuaskan dari kulit manggis sebagai obat kanker payudara alami dengan kandungan xanthone yang terkandung didalam kulit manggis. Hasil riset Moongkarndi. Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Mahidol itu menguji Xanthone  dalam riset praklinis dengan SKBR3 alias kultur sel kanker payudara manusia. Hasilnya? Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang kuat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.   Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis atau mendukung penghancuran sel kanker.

4.Daun sirsak:
Begitu juga dengan Daun sirsak yang memberi hasil sangat memuaskan dalam beberapa penelitian sebagai obat kanker payudara, kanker otak, kanker paru dan segala jenis penyakit kanker lainnya.  Mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa sebenarnya daun sirsak memiliki manfaat yang luar biasa sebagai obat herbal kanker termasuk sebagai obat kanker payudara alami, bahkan ada sebuah sumber yang mengatakan khasiat daun sirsak lebih kuat 10.000 kali dari kemoterapi dengan keunggulan secara selective ekstrak daun sirsak ini hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan Tidak membahayakan / membunuh sel-sel sehat.

Bahkan khasiat daun sirsak yang sangat luar biasa dalam menumpas kanker pernah tesebut sempat di tutup-tutupi selama 10 tahun karena Karena ahli farmasi tersebut takut akan tidak lakunya obat-obatan yang mereka jual yang akhirnya “mengancam” kelangsungan hidup kemoterapi dan industri kimia. Hasil penelitian tersebut baru tersebar setelah salah satu keluarga dari seorang peneliti mengidap kanker, setelah beberapa waktu kanker keluarganya tersebut sembuh. Hal tersebut langsung menuai pertanyaan oleh dokter dan menjadi bahan pembicaraan oleh dokter-dokter yang menangani penyakit kanker pada saudaranya tersebut dan sampai sekarang hal ini menyebar luas oleh masyarakat umum.

5.Teh Hijau:
Senyawa yang terkandung dalam teh hijau dapat melindungi payudara dari serangan kanker. Hal itu terungkap dari studi awal yang dilakukan beberapa peneliti Amerika Serikat. Dalam percobaan itu, mereka memberikan seduhan teh hijau kepada beberapa tikus, sedangkan yang lainnya hanya memperoleh air biasa. Ternyata, tikus yang meminum teh hijau mendapat manfaat yang menggembirakan. Ukuran tumor payudaranya makin mengecil dan keganasannya pun berkurang dibanding tikus yang hanya meminum air biasa. Selain itu, tumor tikus yang meminum teh kemudian tumbuh lebih lambat dan tidak lagi menyerang sel-sel yang sehat.

6.Ciplukan :
Tanaman dengan nama latin Physallisa angulata L memiliki efek sitotoksik dan mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara in vitro. Ciplukan mengandung senyawa Fisalin dan Withanolid yang disinyalir dari berbagai laporan mengandung aktivitas antikanker. Tanaman ini juga bersifat sitotoksik pada beberapa sel kanker, mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MDA-MB 231, sel adenokarsinoma paru NCL-H23, sel leukimia, serta memiliki aktivitas anthihepatoma pada sel hepatoma manusia Hep G2, Hep 3B, dan PLC/PRF/5. Manfaat tanaman yang banyak ditemukan di sawah ini juga terbukti mampu menghambat sel kanker payudara setelah dijadikan ekstrak. Ekstrak diperoleh dari pengolahan buah ciplukan yang telah dihilangkan akarnya.

 

Lantas, bagaimana dengan pengobatan di Klinik Herbal Jeng Ana?

Yang pasti, pengobatan di klinik kami 100 persen menggunakan bahan-bahan alami, termasuk berbagai tanaman dan buah yang disebutkan diatas. Selain itu masih ada sejumlah herbal lainnya yang memang memiliki khasiat dalam pengobatan kanker. Lebih dari itu, yang diperlukan dalam pengobatan secara herbal adalah kemampuan dalam menentukan komposisi racikan yang pas dan tepat sesuai dengan kondisi kanker yang diderita pasien. Karena penggunaan herbal secara sembarangan dampaknya justru bisa membahayakan pasien.

Itulah sebabnya, kami selalu mensyaratkan pasien untuk membawa hasil uji lab terbaru ketika berobat di klinik kami. Ini penting sebagai bahan untuk mengetahui secara pasti kondisi penyakit pasien, sehingga komposisi ramuan yang dibuat bisa tepat.

Lebih dari itu yang tak kalah pentingnya adalah pengaturan gaya hidup dan pola makan yang harus dipatuhi. Semua pasien yang berobat di klinik kami selalu diberi panduan pola makan dan gaya hidup. Pelanggaran terhadap panduan ini sangat mempengaruhi proses penyembuhan.

 

Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

 


++++

Artikel terkait...