penyakit-keputihan-710x150

Pertanyaan yang paling sering terdengar dari kaum perempuan, termasuk diantara pasien Klinik Herbal Jeng Ana, adalah soal keputihan. Penyakit ini memang tak mengenal kelas sosial dan juga tak punya batas usia.

Banyak faktor yang menyebabkan keputihan (flour albus). Tetapi pada garis besarnya, penyakit ini disebabkan oleh jamur, parasit, bakteri dan virus. Hasil studi di tanah air menunjukkan bahwa 92%  kasus keputihan disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Sedangkan salah satu pencetusnya adalah pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.

Misalnya saja soal kebersihan. Kebersihan di darerah vagina haruslah terjaga dengan baik. Jika, kebersihan daerah vagina tidak dijaga akan menimbulkan berbagai macam penyakit salah satunya keputihan. Pasalnya gangguan kebersihan pada vagina akan meningkatkan kelembaban. Ini yang memicu terjadinya infeksi oleh bakteri pathogen yang mudah menyebar.

Hal lain yang kerap menjadi penyebab keputihan adalah stres. Kenapa? Karena pusat stress adalah terletak di otak. Sedangkan semua organ tubuh kinerjanya di pengaruhi dan dikontrol oleh otak. Jadi, kondisi stress akan mempengaruhi keseimbangan hormon-hormon dalam tubuh, yang pada akhirnya menimbulkan terjadinya keputihan.

Selain itu masih banyak lagi penyebab terjadinya keputihan, termasuk penggunaan obat-obatan kimia yang berlebihan, terutama antibiotik. Jadi, singkatnya, faktor pola makan dan gaya hidup sangat menentukan penyakit ini.

Umumnya jenis makanan yang kita konsumsi cenderung kurang serat dan berkadar gula tinggi. Jumlah dan frekuensi buang air kecil juga berkurang karena kurangnya asupan cairan. Di samping itu, kemungkinan dapat terjadi konstipasi (sulit buang air besar). Kondisi ini mempengaruhi risiko keputihan akibat infeksi jamur.

Pembatasan jumlah gula dalam makanan/minuman dapat menurunkan risiko infeksi jamur vagina. Selain gula juga madu, sirup maple, molases dan semua makanan/minuman yang mengandung bahan tersebut, minuman beralkohol, makanan yang mengandung asam cuka, kacang tanah, pistasio, kacang mede, kecap, susu, softdrink, buah kering, makanan olahan, kopi dan teh. Sementara makanan yang membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi jamur vagina di antaranya makanan probiotik seperti yoghurt atau suplemen probiotik.

Maka mulailah terapkan pola  makanan seimbang untuk mencegah infeksi jamur vagina. Dengan menjaga asupan cukup cairan, minimal 8 gelas per hari baik dalam bentuk minuman maupun makanan, asupan cukup serat dari buah dan sayuran, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung tepung dan gula.

Yang perlu digarisbawahi bahwa jangan pernah meremehkan penyakit yang terkesan sepele ini. Pasalnya keputihan yang berlarut-larut bisa memicu terjadinya berbagai jenis penyakit kewanitaan lainnya.

Kemandulan dan kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) adalah salah satu akibat dari keputihan. Selain itu gejala awal kanker rahim biasanya dimuali dengan adanya keputihan. Dan tentunya kanker leher rahim merupakan jenis penyakit yang berbahaya yang jika tidak ditangani dengan baik, akan berujung pada kematian. Jadi jangan anggap enteng keputihan.

Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir. Keputihan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan daerah genitalia dan pola makan yang sehat, menghindari faktor risiko infeksi seperti berganti-ganti pasangan seksual, pemeriksaan ginekologi secara teratur termasuk pemeriksaan deteksi dini kanker serviks (pap smear) satu tahun sekali bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Secara umum, ada dua jenis keputihan, yakni keputihan patologis dan keputihan fisiologis.

Keputihan Fisiologis

Jenis keputihan ini sering terjadi saat perempuan memasuki masa subur, serta saat sesudah dan sebelum menstruasi. Pada kondisi-kondisi tersebut umumnya terdapat lendir yang berlebih.

Jangan khawatir, karena ini merupakan kondisi normal. Biasanya keputihan jenis ini juga tidak menyebabkan rasa gatal serta tidak berbau. Ada beberapa cirri keputihan jenis ini, yakni cairannya encer, berwarna krem atau bening, tidak berbau, tidak gatal, dan jumlah cairannya juga sedikit.

Keputihan fisiologis pada wanita hamil tidak berpengaruh terhadap janin secara langsung, karena adanya selaput ketuban yang dapat melindungi janin.

Keputihan Patologis

Keputihan jenis ini kerap disebut keputihan tidak normal. Mengapa? Karena jenis keputihan ini sudah termasuk jenis penyakit. Keputihan patologis dapat menyebabkan berbagai efek dan hal ini akan sangat mengganggu bagi kesehatan wanita pada umumnya dan khususnya kesehatan daerah kewanitaan.

Keputihan patologis terjadi lantaran adanya infeksi. Pada wanita hamil, keputihan jenis ini berisiko terjadinya kelahiran premature, dan bayi pun akan turut terkena infeksi. Sedangkan bayi yang terinfeksi virus berisiko mengalami ganngguan pencernaan dan gangguan pernapasan, terjadinya kebutaan hingga bisa menyebabkan kematian.

Keputihan patologis memiliki ciri-ceiri antara lain: cairannya kental,  warnanya putih seperti susu, atau berwarna kuning atau juga hijau, menimbulkan rasa gatal, baunya juga tidak sedap, jumlah cairannya banyak, dan terkadang menyisakan bercak pada celana dalam wanita.

 

 

 

 


++++

Artikel terkait...