Melawan Penyakit Mematikan Dengan Herbal
Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kegunaan atau nilai lebih dalam pengobatan. Dengan kata lain, semua jenis tanaman yang mengandung bahan atau zat aktif yang berguna untuk pengobatan bisa digolongkan sebagai herbal. Herbal kadang-kadang disebut juga sebagai tanaman obat, sehingga dalam perkembangannya dimasukkan sebagai salah satu bentuk pengobatan alternatif. (https://id.wikipedia.org/wiki/Herbal)

Racikan herbal alami sangat efektif untuk pengobatan penyakit yang sulit diobati secara medis. Mengapa bisa demikian?

Sebagai jawaban adalah karena herbal bersifat kuratif. Artinya, unsur-unsur alami yang terkandung dalam herbal benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit.

Demikian hal tersebut dikatakan Jeng Ana, sosok cantik asal Grobogan, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai salah satu herbalis paling eksis di Tanah Air.

“Riset yang dilakukan oleh para ahli jelas sekali membuktikan, herbal sangat cocok untuk gangguan kesehatan terutama penyakit kronik dan degeneratif seperti hipertensi, kencing manis, rematik, asma, penyebaran sel-sel kanker, tumor, dan lain-lain,” jelas Jeng Ana yang dikenal juga sebagai Ratu Herbal Indonesia.

Dalam beberapa dekade ke belakang, istilah herbal sendiri semakin familiar di kalangan masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan herbal adalah tumbuhan yang memiliki manfaat dalam pengobatan.

Tidak semua semua jenis tumbuhan dapat dikatakan sebagai herbal. Apabila tumbuhan tersebut memiliki bahan atau zat aktif yang berguna bagi pengobatan dan kesehatan barulah disebut sebagai herbal.

“Herbal itu bersifat alami atau organik. Berasal dari saripati tumbuhan yang mempunyai manfaat untuk kesehatan, sehingga sampai di era modern ini herbal dijadikan sebagai salah satu pengobatan alternatif,” tambah Jeng Ana.

Dia menjelaskab, alam secara alamiah telah menyediakan tumbuh-tumbuhan sebagai obat yang manjur untuk segala penyakit.

Namun pada umumnya, masyarakat hanya mengetahui obat kimia sebagai bahan yang dapat menyembuhkan penyakit secara langsung, sedangkan herbal hanya sebagai alternatif jika obat kimia tidak bisa menyembuhkan penyakit tersebut.

“Menurut saya persepsi tersebut kurang tepat. Pengalaman saya jelas membuktikan, herbal sebenarnya lebih efektif menyembuhkan berbagai macam penyakit, namun membutuhkan proses dan waktu yang harus disertai kesabaran,” tandas Jeng Ana.

Menurutnya, alasan utama banyaknya orang berpaling memilih herbal adalah dikarenakan sifatnya yang alami sehingga dapat dicerna oleh tubuh, sehingga tidak menimbulkan efek samping.

Namun demikian, Jeng Ana tetap mengingatkan, jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan obat tradisional, ada baiknya Anda mengenal bentuk-bentuk sajian obat tradisional terlebih dahulu.

“Saya pribadi sebagai pemilik dan pengelola Herbal Jeng Ana selalu menggunakan bahan-bahan herbal berupa simplisia. Ini saya pilih karena sifatnya yang masih benar-benar alami dan sama sekali tidak terkontaminasi bahan-bahan kimia,” ungkapnya menegaskan.

Keunggulan bahan alam atau simplisia adalah efek sampingnya yang relatif lebih kecil bila digunakan secara benar dan tepat. Artinya harus tepat takaran, waktu penggunaan, cara penggunaan, ketepatan pemilihan bahan, dan ketepatan pemilihan obat tradisional atau ramuan tanaman obat untuk indikasi tertentu.

“Yang paling penting, simplisia atau herbal alami itu lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolik dan degeratif,” tegas Jeng Ana menutup paparan di hadapan awak media. (*)


++++

Artikel terkait...