Racikan-Herbal-Jeng-Ana

Sebagai herbalis yang lama malang melintang di dunia penyembuhan alternatif, Jeng Ana memang dikenal kelebihannya dalam menangani berbagai jenis penyakit. Kelebihannya yang paling utama adalah pemilihan simplisia sebagai sarana pengeobatan yang diberikan kepada pasien-pasiennya.

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apa pun, berupa bahan yang dikeringkan. Dalam kondisi menjalankan ibadah puasa Ramadhan, apakah mengkonsumsi simplisia ini cukup baik, atau malah ada hal-hal khusus yang penting untuk diketuhui?

 

Berikut adalah tips yang diberikan Jeng Ana:

Selama Ramadan kesehatan tubuh harus terjaga. Kondisi tubuh saat berpuasa mengalami kecenderungan untuk turun, rasa lemas umumnya menyerang orang yang berpuasa.

Bagaimana bagi orang yang sakit dan diharuskan mengkonsumsi herbal berupa simplisia murni?

Dikatakan Jeng Ana, konsumsi simplisia baik yang sudah berbentuk serbuk jamu maupun ramuan godokan sudah menjadi minat masyarakat Indonesia sejak jaman dahulu kala, dan trendnya terus meningkat.

Berbagai jenis tanaman herbal baik serbuk jamu maupu simplisia godokan sangat berperan untuk menguatkan daya tahan tubuh oleh karena itu sangat baik untuk dikonsumsi oleh orang yang tengah berpuasa.

“Tidak ada bahaya sama sekali minum jamu baik berupa serbuk maupun godokan simplisia di saat puasa. Bahan-bahannya kan natural dan dapat diminum setiap saat, malah ada sejumlah herbal yang menguatkan daya tahan tubuh orang yang lagi berpuasa. Ada juga herbal untuk mag yang dapat menjaga lambung, khusus menjaga agar mereka tidak kena lambung begitu mudah. Mengurangi perih orang yang tidak makan atau tidak sesuai makanannya,” papar Jeng Ana.

Lebih jauh diingatkan Jeng Ana, racikan herbal tersebut sebaiknya dikonsumsi sewaktu berbuka dan juga sahur untuk mengurangi risiko sakit mag saat berpuasa.

Meskipun aman dari efek samping, Jeng Ana mengingatkan ada beberapa tanaman herbal yang tingkat asamnya tinggi. Karena itu harus dihindari konsumsinya di saat berpuasa.

Menjaga kesehatan ataupun mengurangi gangguan kesehatan memang dapat dilakukan dengan meminum racikan herbal. Jeng Ana mencontohkan, aaat terserang pusing-pusing atau migren, bisa memanfaatkan kunyit yang ditumbuk halus. Ditambah air panas secukupnya dan disaring. Hasilnya ditambah madu dan diminum dua kali, saat buka serta sahur.

Ramuan serupa juga dapat untuk melawan perut mulas. “Baik perut mulas akibat masuk angin atau makanan. Herbal seperti ini juga untuk mengatasi muntah-muntah dan diare,” tegasnya.

Minum jamu atau racikan herbal saat bulan puasa tetap bisa dilaksanakan, meski tidak harus sebanyak ketika bukan bulan puasa. Hal ini berkhasiat untuk menjaga stamina dan kesegaran tubuh selama masa berpuasa.

“Bagi mereka yang sedenga dalam perawatan khusus dengan konsumsi herbal, sebaiknya tetap mengkonsumsi selepas berbuka dan sahur,” tegas Jeng Ana dengan senyum khasnya. (***)


++++

Artikel terkait...