ari Sabtu (7/9/2013) kemarin, Pak Sumarno nampak sehat dan gagah ketika hadir di studio Jak TV didampingi adiknya, Sucipto. Padahal dua bulan lalu, kondisinya sangat memprihatinkan. Jangankan berjalan, berdiri dan bicara saja tidak bisa.

“Kakak saya waktu itu menderita lima jenis penyakit, yaitu stroke, gagal ginjal, asam urat, darah tinggi, gula darah,” terang Sucipto.

Adanya komplikasi penyakit ini dirasakan Pak Sumarno sejak sekitar bulan Juli 2013 lalu. Saat itu dia baru saja pulang umroh. Tiba-tiba kondisi tubuhnya drop. “Mulanya hanya panas dingin, tetapi kemudian bagian-bagian tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali,” ujar Sucipto.

Melihat kondisi ini, pihak keluarga langsung membawa Pak Sumarno ke RSUD Bekasi. Karena kondisinya tak kunjung membaik, maka lelaki lanjut usia ini dibawa ke rumah sakit lain di Jakarta. “Tetapi tidak ada perubahan berarti,” cerita Sucipto.

Di tengah keputusasaan ini, pihak keluarga lantas bertanya ke seorang kawan di Cianjur yang pernah menderita penyakit serupa dan kini sudah sembuh. Dari sini diperoleh jawaban bahwa sang kawan tersebut sembuh setelah berobat di Klinik Herbal Jeng Ana.

“Setelah itu kami langsung menelepon ke Klinik Jeng Ana untuk konsultasi. Kami disarankan untuk melakukan uji lab terlebih dahulu sebelum datang ke klinik,” sambungnya.

Setelah melakukan uji lab, Pak Sumarno langsung dibawa ke Klinik Jeng Ana. Sayangnya, kata Sucipto, waktu itu mereka datang hari Jumat. Padahal setiap Jumat klinik milik Ratu Herbal itu libur. “Kami terpaksa pulang dan kembali lagi keesokan harinya, hari Sabtu,” ujarnya.

Untuk menghindari antrean panjang, keluarga Pak Sumarno datang ke klinik pagi hari buta. Dan alhamdulillah, Jeng Ana sedang berpraktik dan bisa menanganinya secara langsung. “Kami jelaskan semua riwayat penyakit kakak saya. Kemudian ketika pulang, Jeng Ana memberi ramuan satu paket komplet,” tutur Sucipto.

Jeng Ana menambahkan bahwa ketika datang ke klinik waktu itu kondisi Pak Sumarno memang sangat parah. “Beliau tidak bisa duduk, dibopong oleh pihak keluarganya,” ujar Jeng Ana.

Dari  hasil uji lalu yang dibawa Pak Sumarno diketahui bahwa kandungan urium 342. “Ini sudah sangat over, sehingga gagal ginjal. Bahkan beliau sudah melakukan 3 kali cuci darah,” lanjut Jeng Ana.

Selain itu data uji lab juga memperlihatkan kandungan kreatin 19,34, asam urat 12,8, dan diabetes 161, vertigo disertai hipertensi. “Jadi semuanya sudah cukup parah,” tegas Jeng Ana.

Dengan data tersebut, Jeng Ana lantas menyiapkan obat-obatan herbal yang tepat untuk diberikan kepada Pak Sumarno. Paket yang diberikan Jeng Ana kala itu lengkap, mulai dari ramuan rebus, kapsul, sarang semut, minyak rempah, dan air doa.

Pihak keluarga pun memenuhi semua saran Jeng Ana untuk mengkonsumsikan ramuan tersebut kepada Pak Sumarno. Alhamdulillah dalam waktu tak lama, kondisi Pak Sumarno berangsur membaik. “Hanya dua minggu setelah meminum ramuan, kakak saya sudah bisa bicara dan berjalan. Kalau semula menggunakan kursi roda, kali ini sudah nggak mau lagi. Hanya menggunakan tongkat kalau berjalan,” jelas Sucipto.

Sesuai saran Jeng Ana, pihak keluarga kembali melakukan uji lab setelah dua minggu mengkonsumsi ramuan. Hasilnya, data lab memang menunjukkan perubahan yang mencengangkan. “Dari data lab yang disampaikan ke kami setelah dua minggu, urium yang semula 342 turun jadi 49, kreatin turun dari 19,34 menjadi 1,7, asam urat juga menjadi 8,2 dari yang semula 12,8. Subhanallah,” sambung Jeng Ana.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut Jeng Ana, kesembuah itu semata-mata karena reaksi dari ramuan yang diberikannya serta doa-doa yang dipanjatkan. “Jadi, sama sekali tidak ada unsur magic atau mistik. Semata-mata karena obat yang kami berikan,” pungkas Jeng Ana.


++++

Artikel terkait...