Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


sulastri6-710x150

Pasangan paruh baya, Wayan Suradnya – Putu Sulastri, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika bertemu Jeng Ana dalam acara Medika Natura di Jak TV, beberapa waktu lalu (Lihat videonya klik disini). Bagaimana tidak, berkat pengobatan dari Klinik Herbal Jeng Ana, komplikasi penyakit penebalan dinding rahim (hiperplasia), miom, infeksi saluran kencing dan sesak napas yang diderita Putu Sulastri akhirnya sembuh.

Padahal, menurut Sulastri, sebelum bertemu Jeng Ana, dirinya sudah berkali-kali berobat ke dokter, tetapi tidak membuahkan hasil. “Sudah berkali-kali berobat ke medis. Sembuh, kumat lagi. Sembuh, kumat lagi. Begitu terus. Terakhir kumat, saya sampai koma. Suami saya bingung. Saya juga tidak mau berobat lagi. Biarkan saja, pasrah,” terang Sulastri mengenang penyakit yang dideritanya pada tahun 2009 itu.

Di tengah kondisi bingung dan pasrah ini, Wayan terpanggil untuk menempuh cara pengobatan alternatif setelah menonton siaran Jeng Ana di Bali TV. Sebagai suami yang setia dan mencintai istri, Wayan memang tidak ingin istrinya terus-terusan menderita. Ia ingin sang istri bisa kembali sehat dan bisa beraktivitas sebagai penari lagi.

“Sebelumnya saya konsultasi dulu dengan asisten Jeng Ana, setelah itu kami datang langsung ke Klinik Jeng Ana di Denpasar. Di hadapan Jeng Ana, saya ceritakan semua apa adanya,” ujar Wayan.

Setelah konsultasi, Wayan mengaku diberi satu paket ramuan herbal. Selain itu, kata Wayan, Jeng Ana juga memberikan arahan-arahan tentang pola makan, khususnya tentang makanan-makanan yang harus dihindari. “Waktu itu Jeng Ana juga memberitahu kalau istri saya akan mengalami pendarahan setelah meminum ramuan yang diberikan itu, yaitu darah-darah kotor dan penyakit akan keluar semua,” sambung Wayan.

Tak salah memang. Tak lama setelah istri yang dirawatnya sendiri itu meminum ramuan dari Jeng Ana, terjadi pendarahan hebat. “Kalau saya tidak diberitahu dulu, pasti saya akan panik. Tetapi karena diberitahu, maka saya tenang saja, dan ramuan terus saya minumkan ke istri saya,” tuturnya.

Sekitar dua minggu meminum ramuan Jeng Ana, jelas Wayan, pendarahan yang dialami istrinya berangsur berhenti. “Dan beberapa hari kemudian darah benar-benar berhenti total,” ujarnya.

Sulastri yang semula tidak bisa bangun pun kali ini sudah bisa duduk. Wayan yang biasanya bertugas menyuapi makan sang istri pun sempat terkejut melihat perkembangan Sulastri yang begitu cepat. “Jadi, belum habis satu paket, saya sudah bisa duduk, bisa makan,” aku Sulastri.

Dan tidak lama setelah itu, Sulastri pun sembuh total dan bisa menari kembali.

Menurut Wayan, bukan hanya ramuan yang membuat istrinya sembuh. Tetapi juga kepatuhannya menjaga pola makan sesuai dengan arahan Jeng Ana. “Waktu itu ada banyak pantangan makanan yang tidak boleh dimakan. Yang saya ingat diantaranya pisang kepok, daging-dagingan, buah-buahan berduri seperti nangka, durian, makanan siap saji, minuman bersoda, dan ada lagi, saya lupa. Saya selalu awasi istri saya agar tidak melanggar,” jelas Wayan.

Pernah suatu ketika Sulastri diam-diam mencoba melanggar pantangan. Mungkin maunya ngetes, apa benar melanggar pantangan itu bisa mengakibatkan kambuh penyakitnya. “Kebetulan waktu itu dia sedang menari, sehingga saya tidak bisa mengawasi. Hasilnya, penyakitnya kambuh lagi, sehingga saya bawa ke Jeng Ana lagi,” kenang Wayan seraya tertawa.

Jeng Ana sendiri membenarkan bahwa pola makan dan gaya hidup sangat menentukan kesembuhan pasien. Pasalnya, makanan dan minuman yang pantang dimakan dan diminum itu bisa memicu pertumbuhan penyakit, terutama jenis kanker atau tumor.

“Penyakit seperti Ibu Sulastri, kalau hasil USG sudah dinyatakan normal, boleh sedikit saja memakan makanan yang pantang. Jadi, kalau mau sehat, sebaiknya hindari pantangan itu. Dan alhamdulillah, semua pasien mematuhi pantangan itu. Daripada menjalani operasi ya kan?” kata Jeng Ana seraya tersenyum.

Ratu Herbal ini pun menjelaskan bahwa penyembuhan penyakit penebalan dinding rahim dengan herbal selama ini terbilang relatif cepat.”Minimal satu paket dikonsumsi selama dua bulan itu tingkat keberhasilannya hampir 100 persen,” ujarnya.

Sekedar diketahui bahwa hiperplasia terjadi karena ketidakseimbangan hormon progestereon dan esterogen. Jadi ada kekurangan progesteron. Untuk mengantisipasi agar penyakit ini tidak berlarut-larut, Jeng Ana memberi tips agar mengatur pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat. “Selain itu jangan megkonsumsi obat hormon. Karena kalau mengkonsumsi obat hormon terlalu lama akan terjadi penolakan di dalam tubuh kita sendiri,” jelasnya.

Di Klinik Herbal Jeng Ana sendiri sudah memiliki obat hormon yang sifatnya natural. Ramuan ini merupakan perpaduan sejumlah herbal, diantaranya biji nangka, jenetri, rumput teki, dan lainnya. “Jadi, ada beragam herbal yang diramu dengan komposisi yang tepat. Tapi jangan coba meramu sendiri kalau tidak mengerti, karena takarannya harus tepat. Kalau Anda meramu sendiri dengan komposisi yang salah, yang terjadi malah bisa menjadi racun,” saran Jeng Ana.


++++

Artikel terkait...