Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


jna-jtv1-710x150

Pengobatan medis tidak selalu berhasil menyembuhkan pasien. Apalagi untuk jenis-jenis penyakit kanker, langkah operasi tidak akan mampu mengangkat el kanker hingga ke akar-akarnya, sehingga berpotensi untuk tumbuh lagi.

Inilah yang dialami oleh Ibu H Melati Sitorus. Perempuan parohbaya ini memilih berobat ke Klinik Herbal Jeng Ana lantaran operasi pengangkatan batu ginjal yang dideritanya ternyata tak membuatnya sembuh. Dari hasil rekam medis yang dibawanya saat datang ke Klinik Jeng Ana di Jakarta, beberapa waktu lalu, nampak munculnya batu ginjal lagi, meskipun diameternya masih kecil, yakni 0,26 cm. Selain itu juga ditemukan adanya kista di ginjal dengan ukuran 2 cm.

Tak hanya itu. Menurut Jeng Ana, sejumlah penyakit baru juga muncul, diantaranya adalah kista di ovarium kanan dan kiri. Bagian kanan berukuran 3,7 cm sedangkan di kiri 2,3 cm. “Dari pengalaman para pasien yang datang ke kami, umumnya setelah operasi memang muncul penyakit yang lebih banyak lagi,” terang pemilik Klinik Herbal Jeng Ana ini.

Bu Melati Sitorus sendiri mengungkapkan bahwa sebelum datang ke klinik Jeng Ana, dirinya kerap mengalami demam tinggi dengan temperatur sampai 42 derajat selsius. Ini terjadi akibat skepsis yang dideritanya.

Istilah awam untuk sepsis adalah keracunan darah, yang juga digunakan untuk menggambarkan septikemia. Sepsis mencakup spektrum penyakit yang berkisar dari keluhan seperti demam, menggigil, malaise, tekanan darah rendah, dan perubahan status mental, sampai gejala disfungsi organ dan syok.

Sepsis disebabkan oleh kehadiran bakteri (bakteremia) dan organisme pernginfeksi lainnya atau racun dalam darah (septikemia) atau pada jaringan lain dari tubuh. Sistem kekebalan tubuh Anda mengakibatkan terbentuknya bekuan-bekuan kecil darah yang dapat menghalangi aliran darah ke organ vital. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ.

Nah, dalam kasus Bu Melati, kata Jeng Ana, hal ini terjadi karena infeksi yang menyerang ginjal, dan diperparah oleh penyakit-penyakit lain seperti kista di ginjal maupun ovarium.

“Saya ulangi lagi bahwa ketika Bu Hajah Melati datang ke klinik kami yang di Jakarta, beliau sudah pernah menjalani operasi batu ginjal dan infeksi kronis. Tetapi mengapa kemudian bisa tumbuh lagi? Itu karena operasi atau penggunaan laser hanya mampu mengikis saja, tidak mampu menghilangkan. Sehingga di kemudian bisa tumbuh lagi, apalagi bila pasien tidak menjaga pola makan,” terang Jeng Ana.

Karena itu, berbekal rekam medis yang dibawa Bu Melati, Jeng Ana kemudian membuatkan ramuan yang tepat. “Jadi, disitulah letak pentingnya rekam medis. Mengapa kami mewajibkan pasien membawa rekam medis karena tujuan kami bukan menjual obat, tetapi untuk menyembuhkan pasien. Setelah kami jelaskan semua penyakitnya sesuai dengan reka medis tersebut, pasien bebas untuk mengambil obat di kami ataukah tidak. Jadi tidak ada paksaan,” jelas Jeng Ana.

Bu Melati waktu itu langsung mengambil paket obat yang disiapkan Jeng Ana. Hasilnya, ujar Bu Melati, sekitar seminggus etelah mengkonsumsi ramuan yang diberikan Jeng Ana, efeknya sudah terasa. “Biasanya saya menderita demam sangat tinggi, setelah minum herbal dari Jeng Ana demamnya banyak sekali menurun. Bahkan sekitar 3 minggu kemudian saya lakukan medical check up ke laboratorium, dan hasilnya sangat memuaskan, infeksinya tinggal sedikit,” ujar Bu Melati.

Perkembanan positip ini kian memotivasi Bu Melati untuk lebih rajin mengkonsumsi herbal dan menjauhi pantangan sesuai anjuran Jeng Ana. Walhasil, pada pemeriksaan laboratorium terakhir, beberapa bulan lalu, menunjukkan bahwa penyakit yang diderita Bu Melati sudah bersih. “Saya sangat bersyukur dan bahagia sekali dengan hasil luar biasa ini,” tutur Bu Melati. (*)

 

 

 

 


++++

Artikel terkait...