Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


keputihan-saat-hamil-usia-muda

Keputihan merupakan gangguan yang pernah dihadapi hampir semua wanita. Tapi, jangan pernah meremehkan keputihan, karena kalau dibiarkan bisa menjadi penyakit yang berbahaya, bahkan mematikan.

Inilah yang dialami oleh Rita. Ibu rumah tangga berusia 40 tahun ini semula menganggap keputihan yang diidapnya hanyalah penyakit biasa, sehingga cenderung membiarkannya. Namun karena keputihan itu semakin menjadi-jadi, Rita kemudian memeriksakannya ke dokter.

“Setelah berobat keputihan itu memang sembuh, makanya saya tidak khawatir. Tetapi tak lama setelah itu keputihan muncul lagi. Begitu terus berulang-ulang,” jelas Rita di studio Jak TV, beberapa waktu lalu.

Bahkan kali ini keputihan yang dialaminya disertai dengan rasa nyeri dan panas. Selain itu perutnya juga kerap mengalami kembung. Karena itu dia pun melakukan pemeriksaan lab atau papsmear. Hasilnya cukup mengejutkan bagi Rita. “Ternyata ada kista kecil. Selain itu juga mulai terjadi radang di mulut rahim,” terang Rita.

Mengatasi hal ini, Rita pun kemudian memilih jalur pengobatan herbal, yakni ke Klinik Herbal Jeng Ana. “Habisnya, berobat ke dokter ternyata sembuhnya sebentar, dan setelah itu kambuh lagi dan lagi,” ujarnya.

Menurut Jeng Ana, sembuh dan kambuh yang dialami Rita itu terjadi karena obat yang diberikan oleh dokter biasanya berupa antibiotik. “Jadi, ketika meminum obat, keputihannya hilang. Tetapi setelah tidak meminum obat, keputihan muncul lagi,” terang Jeng Ana.

Untuk kasus yang dialami Rita, menurut Jeng Ana, memang belum bahaya. Namun, katanya, bila hal ini dibiarkan, efeknya bisa berbahaya. “Infeksi atau radang mulut rahim itu bila tidak segera diobati, maka akan berkembang menjadi kanker mulut rahim,” jelas Jeng Ana.

Seperti diketahui, kanker mulut rahim merupakan salah satu jenis kanker kewanitaan yang cukup berbahaya. Selain tidak bisa memiliki keturunan, penderita kanker ini juga bisa terancam nyawanya bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Karena itu Jeng Ana selalu menyarankan agar kaum wanita jangan pernah malas untuk melakukan papsmear atau USG. “Minimal setahun sekali harus dilakukan. Karena penyakit kewanitaan seperti kista, miom atau kanker rahim dan sejenisnya hanya bisa diketahui dari hasil pemeriksaan lab. Gara-gara malas papsmear banyak pasien yang baru mengetahui adanya kanker ketika sudah memasuki stadium lanjut,” terangnya.

Untuk kasus yang dialami Rita, hal pertama yang dilakukan Jeng Ana adalah melakukan perbaikan hormon yang bermasalah. “Jadi, obat-obatan yang kami tekankan untuk Bu Rita adalah perbaikan hormon agar seimbang. Kalau hormonnya sudah seimbang otomatis keputihan ataupun penyakit yang menyertainya akan hilang,” ujarnya.

Selain itu, karena Rita sudah mengalami radang di mulut rahimnya, Jeng Ana juga memberinya salep. “Alhamdulillah setelah minum ramuan Jeng Ana satu paket, sekarang saya sudah tidak pernah mengalami sakit lagi. Tapi saya masih melanjutkan ke paket kedua untuk penyembuhan total,” aku Rita.

Selain mengkonsumsi herbal, kata Jeng Ana dan Rita, yang tak kalah pentingnya adalah pola makan dan gaya hidup. “Harus disiplin dalam menghindari makanan-makanan yang bisa memicu terjadinya keputihan. Dan tentu saja juga harus menjaga kebersihan,” kata Jeng Ana.


++++

Artikel terkait...