yuli-710x150

Jangan pernah meremehkan keputihan. Penyakit yang pernah dialami hampir oleh setiap perempuan ini seringkali dipandang remeh, sehingga tidak dilakukan pengobatan. Padahal, keputihan yang kronis bisa mengakibatkan berbagai jenis penyakit, bahkan mempersulit untuk mendapatkan keturunan.

Kondisi seperti inilah yang dialami oleh Yuli, salah seorang pasien Jeng Ana yang selama enam tahun tidak bisa memiliki keturunan. “Berbagai usaha sudah kami lakukan, mulai dari dokter spesialis kandungan hingga berbagai macam bentuk pengobatan alternatif, tetapi tidak ada jasilnya,” tutur Erik, suami Yuli, saat memberi kesaksian dalam Acara Medika Natura, di Jak TV, beberapa waktu lalu.

Toh pasangan muda ini tak begitu saja putus asa. Mereka terus berusaha, hingga akhirnya bertemu dengan Jeng Ana. Semua rekam medis yang pernah mereka lakukan pun dibawa ketika berobat ke Jeng Ana. “Awalnya saya keputihan dan haid tidak teratur. Ketika cek ke dokter, hasilnya menunjukkan bahwa hormon prolaktin saya tinggi. Alhamdulillah setelah ke Jeng Ana ternyata ada hasilnya,” terang Yuli.

Yuli mengaku menghabiskan tiga paket obat Jeng Ana hingga akhirnya bisa hamil. “Setelah memasuki paket ketiga, sekitar sebulan lamanya ternyata saya positif hamil. Dan sekarang anak saya sudah umur 9 bulan,” jelas Yuli yang kala itu membawa anaknya turut serta ketika memberi kesaksian.

Jeng Ana yang hadir sebagai nara sumber utama acara tersebut menjelaskan, bahwa setiap pasien yang berkonsultasi untuk mengikuti program keturunan di kliniknya akan diwajibkan untuk membawa hasil uji lab suami-istri. “Bila suami gak ada masalah, dan masalah berada di ibu, misalnya, maka penanganan ditekankan pada ibu. Sedangkan Sang Bapak ditekankan di pola makan dan stamina, misalnya rutin mengkonsumsi jus buah, kacang ijo, ikan supaya dapat protein yang bagus,” paparnya.

Mengenai Yuli, kata Jeng Ana, ketika datang memang sedang mengalami gangguan hormon prolaktin. Terjadinya prolaktin tinggi bisa karena berbagai sebab. Diantaranya karena sering mengkonsumsi obat-obatan kimia, karena kondisi kejiwaan seperti stress, dan sebagainya. “Prolaktin yang tinggi ini yang mengakibatkan sulit memiliki keturunan. Terkadang disertai dengan keputihan, mungkin disebabkan infeksi” terang Jeng Ana.

Prolaktin tinggi, menurut Jeng Ana, disebabkan oleh kelebihan sel darah putih. Dampak prolaktin tinggi sangat bermacam-macam. Bukan hanya sulit memiliki keturunan, tetapi bisa juga menimbulkan penyakit lain. Misalnya terkadang pasien sering mengalami pusing di kepala. Bisa juga ibu-ibu yang sudah usia lanjut mengalami seminoma di tempura kepala. “Bukan jenisnya benjolan, tetapi karena riwayat. Jadi, prolaktin ini adalah hormon sel darah putih,” tegas Jeng Ana.

Pengobatannya, lanjut Jeng Ana, harus menggunakan ramuan herbal yang tepat. Tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Selain itu juga terapi untuk membetulkan peranakan. “Terapi peranakan harus dilakukan sangat hati-hati, tidak boleh sering diurut. Tidak boleh keras, karena bagian pencernaan,” katanya.

Pada kesempatan ini Jeng Ana juga mengingatkan pentingnya mengobati keputihan. Dari pengalamannya menangani pasien yang jumlahnya sudah mencapai ribuan, ternyata banyak kasus keputihan yang mengakibatkan kanker serviks

“Mulanya diawali servisitis kronik. Hal ini terjadi karena adanya keputihan di dalam yang tidak keluar. Keputihan ini adanya di bagian leher rahim. Yang seperti ini biasanya punya riwayat suka mengeluarkan keputihan saat berhubungan dengan suami. Penyebabnya banyak, misalnya kurang menjaga kebersihan,” ujarnya.

Karena itu, Jeng Ana menyarankan agar kaum hawa melakukan deteksi dini untuk menjaga kesehatan kewanitaannya. Misalnya dengan melakukan papsmear. Kalau gejala-gejala bisa diketahui, maka bisa diobati sebelum menjadi penyakit. “Aalagi misalnya merasakan saat berhubungan terasa panas, pedih. Juga mengeluarkan bercak darah. Itu sudah merupakan ciri-ciri adanya peradangan atau infeksi. Jangan sampai ini terjadi papiloma. Itu gejala-gejala terjadinya kanker serviks,” terangnya.

Selain itu Jeng Ana juga mengingatkan agar kaum hawa tidak mudah putus asa ketika mengalami problem keturunan. Jangan mudah menyimpulkan mandul. “Susahnya memiliki keturunan itu sama sekali bukan berarti mandul. Yang disebut mandul itu misalnya seperti suami yang mengalami sperma nol, punya hormon tetapi tidak bisa pecah. Kalau perempuan, misalnya, ibu-ibu yang sama sekali tidak pernah mengalami haid. Yang seperti itu memang benar-benar tidak bisa punya keturunan. Tetapi kalau masih bisa menstruasi tetapi tidak bisa punya anak, maka harus dicari dimana letak permasalahannya. Mungkin gerak sperma suami kurang, mungkin ibu ada penyumbatan, dansebagainya. Itu bisa diobati,” pungkas Jeng Ana.

 


++++

Artikel terkait...