pemphigus-2131-704x150

Assalamu’alaikum Jeng Ana..

Nama saya Pujiono, umur 32 tahun, asal Sragen. Saya mau nanya, apakah ada obat herbal untuk pederita terdiagnosa autoimun (Pemphigus). Kata dokter, penyakit ini penyembuhanya lama, bahkan mungkin sampai seumur hidup.

Dari awal, sakit smpai sekarang sudah 3 tahunan lebih, kalau mau nerusin program obat sampai seumur hidup, dari awal sakit smpai sekarang sudah 3 tahunan lebih. Kalau mau nerusin program obat, saya takut efek sampingnya.

Menurut informasi dari internet, bisa oestoporosis. Apa benar informasi tersebut. Mohon bantuannya. Sebelumnya terimakasih.

Wassalammualaikum.

Pujiono

jojie.pho71@gmail.com

JAWAB:

Wa’alaikum salam.

Pemfigus merupakan penyakit kulit yang jarang terjadi. Penyakit ini umumnya ditandai dengan adanya lepuhan-lepuhan (bula) dengan berbagai ukuran pada permukaan kulit dan selaput lendir (selaput mulut, vagina, penis dan selaput lendir lainnya).

Ciri utama dari pemfigus adalah lepuhan lembut berisi cairan dengan berbagai ukuran. Pada beberapa bentuk pemfigus disertai dengan terbentuknya bercak-bercak bersisik. Cubitan ringan atau gesekan bisa dengan mudah menyebabkan terlepasnya permukaan kulit dari lapisan di bawahnya.

Lepuhan sering muncul pertama kali di bagian mulut, lalu pecah dan membentuk luka terbuka yang menimbulkan nyeri. Kemudian akan muncul lepuhan dan luka lainnya sampai seluruh selaput mulut terkena.

Hal yang sama juga terjadi pada kulit. Lepuhan pertama kali muncul pada kulit yang normal, lalu pecah dan meninggalkan luka keropeng yang kasar. Lepuhan bisa menyebar luas dan lepuhan yang pecah bisa mengalami infeksi.

Sampai sejauh ini belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit ini. Yang jelas Pemfigus adalah penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang protein tertentu di permukaan kulit dan selaput lendir. Akibatnya antibodi ini menimbulkan reaksi berupa pemisahan sel-sel epidermis kulit (akantolisis).

Selain itu, ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu terjadinya Pemfigus. Diantaranya adalah:

–         Faktor genetik (keturunan), dimana molekul MHC kelas II yang beralel dengan antigen leukosit manusia DR4 dan DRw6 umum ditemukan pada mereka yang memiliki pemphigus

–         Faktor Usia. Puncak kejadian pemphigus umumnya terjadi antara usia 50-60 tahun. Dapat terjadi pada anak-anak dan manula,  namun insiden kejadian lebih jarang.

–         Berkaitan dengan penyakit autoimun yang lain, seperti miasthenia gravis dan timoma.

 

JENIS PEMFIGUS

Ada beberapa jenis Pemfigus, diantaranya adalah:

1. Pemfigus Vulgaris

Penyakit ini bisa menyerang pria maupun wanita. Biasanya menyerang para lansia (50 – 60 tahun) dan jarang didapatkan pada anak muda. Penyebab pasti Pemfigus vulgaris belum diketahui. Penderita penyakit ini biasanya didahului dengan keluhan subyektif berupa malaise, anoreksia, subfebris, kulit terasa panas, serta sulit menelan.

Lebih dari setengah penderita pemfigus vulgaris ditemukan adanya lesi pada mukosa mulut. Beberapa bulan kemudian biasanya diikuti lesi kulit. Bila bula atau lepuhan tersebut pecah akan menimbulkan erosi yang rasanya nyeri. Luka ini akan meluas ke bibir sehingga menyebabkan terjadinya fisura dengan krusta di atasnya. Setelah itu menyebar ke selaput lendir lainnya seperti konjungtiva, hidung, vulva, penis, dan mukosa rektum.

Umumnya penyakit kulit ini tidak disertai dengan rasa gatal, tetapi penderita sering merasa nyeri atau perih terutama pada daerah yang erosif.

2. Pemfigus Vegetans

Ini meruupakan varian jinak pemfigus vulgaris, namun penyakit ini jarang ditemukan. Terdapat dua jenis Pemfigus Vegetans, yakni:

– Tipe Neumann: Penyakit ini biasanya timbul pada penderita dengan usia lebih muda daripada pemfigus vulgaris. Ciri khasnya adalah pada stadium dini muncul lesi kulit mirip pemvigus vulgaris, tetapi erosinya cepat mengering dan menimbulkan jaringan granulasi hipertrofik berbentuk vegetasi atau bentukan-bentukan papilomatous. Jaringan vegetatif ini mengeluarkan serum dan pus serta timbul pustula-pustula kecil. Lokasinya biasanya daerah-daerah lipatan, seperti aksila, paha, perineum, dan juga sering ditemukan di berbagai tempat seperti hidung dan mulut.

– Tipe Hallopeau: Ditandai oleh pustula-pustula yang bersatu, meluas ke perifer, dan menjadi vegetatif di daerah aksila dan lipatan paha. Di dalam mulut terlihat gambaran yang khas berupa granulomatosis seperti beledu.

3. Pemfigus Foliaseus

Jenis yang ini biasanya berupa lepuhan berukuran kecil, lembek, dan mudah pecah, karena letaknya superfisial. Bula yang pecah akan menjadi erosi dengan tepi yang eritematous dan bila sembuh meninggalkan krusta dan skuama.

Umumnya jenis Pemfigus ini berawal di daerah kulit kepala, wajah, dada, dan punggung, yang kemudian menyebar ke bagian lainnya. Keadaan umum pasien biasanya masih baik dengan keluhan rasa terbakar pada lesi dan kadang gatal.

4. Pemfigus Eritematosus

Merupakan bentuk pemfigus foliaseus yang lebih ringan, walaupun pada kenyataannya kedua kondisi ini sulit untuk dibedakan. Tanda yang khas jenis ini adalah lesi yang keing, eritematous, bersisik, hiperkeratotik dan sering ditemukan pada bagian tengah hidung dan pipi, sehingga berbentuk kupu-kupu (buterfly area). Jenis Pemfigus ini menyerupai LE (lupus eritematosus).

Apakah penyakit inin bisa disembuhkan? Para dokter biasanya mengatakan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan, karena yang terjadi dalam penyakit ini adalah gangguan kekebalan tubuh atau penyakit autoimun.

Dokter biasanya mengatakan bahwa Pemfigus hanya bisa dikontrol melalui jalan terapi. Bila terapi tidak dilakukan, maka dampaknya bisa fatal, bahkan mengakibatkan kematian. Tujuan dari terapi adalah mengurangi reaksi peradangan dalam tubuh, mengurangi produksi autoantibodi, mengurangi terjadinya pelepuhan pada kulit dan mukosa, serta memproduksi fase ‘remisi’ atau fase ‘penyembuhan’ dalam jangka panjang.

Secara pribadi, kami sebagai herbalis, menyarankan agar Anda tidak putus asa. Percayalah dan yakinlah bahwa tidak ada yang tidak mungkin di mata Tuhan. Apalagi dengan berbagai jenis obat-obatan alam yang sudah disediakan di alam semesta ini, insyaAllah akan ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit Anda.

 

 


++++

Artikel terkait...