Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


kanker-serviks-www.jengana.co.id

Penyakit kanker memang tidak mengenal usia. Tua atau pun muda bisa terkena penyakit mematikan ini.  Seperti yang dialami oleh Bu Erna yang kini usianya sudah sekitar 60-an tahun.

Perempuan berkulit kuning langsat ini sempat disarankan dokter untuk menjalani operasi pengangkatan rahim gara-gara kanker serviks yang dideritanya. Ceritanya, kata Bu Erna, penyakit yang dideritanya itu berawal dari keputihan yang dialaminya.

“Semula saya kira hanya keputihan biasa karena capek atau apa gitu, karena tidak terasa sakit sama sekali. Karena itu saya biarkan. Eh sekitar dua bulan kemudian flek-flek yang keluar semakin banyak. Karena itu saya bicarakan sama anak-anak,” tutur Bu Erna saat mendampingi Jeng Ana di acara ‘Medika Natura’ di Jak TV, beberapa waktu lalu.

kanker-serviks-www.jengana.co.idAnak-Anak Bu Erna kemudian menyarankan untuk memeriksakannya ke dokter kandungan.  “Disini dilakukan pemeriksaan darah dan kemudian biopsi. Dari biopsi ini kemudian diketahui bahwa ternyata saya tengah menderita kanker serviks,” terang Bu Erna.

Meski kanker serviks yang diderita Bu Erna baru stadium 1B, namun dokter tetap menyarankan agar dilakukan operasi angkat rahim. Mendengar saran dokter, Bu Erna tidak begitu saja memenuhinya. “Saya kan sudah tua, yang saya takutkan itu pasca operasinya. Karena itu saya kembali rundingkan dengan anak-anak, dan mereka justru menyaran agar saya berobat ke Jeng Ana,” ujarnya.

Kebetulan waktu itu Jeng Ana sendiri yang menangani Bu Erna.  “Setelah berkonsultasi dengan Jeng Ana, kami pulang diberi satu paket obat, termasuk aturan-aturan pola makan dan pantangan-pantangannya,” terang Bu Erna.

Karena ingin cepat sembuh, Bu Erna pun mematuhi semua arahan yang disampaikan Jeng Ana. “Pada hari pertama setelah mengkonsumsi obat memang belum terasa dampaknya sma sekali. Tetapi pada gari kedua dan ketiga, alhamdulillah flek-fleknya sudah berhenti. Tetapi saya terus meminum obatnya. Sekitar sebulan kemudian, benar apa yang dikatakan Jeng Ana waktu kami konsultasi, bahwa keluar  seperti hitam-hitam gitu. Baru setelah itu saya periksakan ke lab dan ternyata saya dinyatakan sembuh,” ujar Bu Erna.

Meski demikian, Bu Erna tetap mengkonsumsi obat sampai habis, hingga kemudian datang lagi ke Jeng Ana untuk memastikan kesembuhannya dengan membawa hasil uji lab terakhir. “Alhamdulillah saya memang sudah dinyatakan sembuh,” kata Bu Erna senang.

Menurut Jeng Ana, cepatnya kesembuhan yang dialami Bu Erna karena saat itu masih stadium 1B. “Pengobatan kanker stadium ini relatif jauh lebih cepat dibanding kalau sudah stadium lanjut. Apalagi kalau pasien mamtuhi semua aturan yang kami sampaikan, insyaAllah kesembuhan jauh lebih cepat,” terang Jeng Ana.

Karena itu pemilik Klinik Herbal Jeng Ana ini mengingatkan agar kaum perempuan jangan sampai mengabaikan papsmear atau USG kalau merasakan adanya sesuatu yang aneh pada organ kewanitaannya. “Banyak kami jumpai di kalangan pasien yang datang, bahwa akibat kelalaian atau keteledorannya melakukan papsmear atau USG sehingga terlambat mengetahui adanya kanker hingga sudah mencapai stadium 3 atau 4. Ini yang membuat lama pengobatannya karena pada stadium lanjut tentunya sudah terjadi komplikasi,” terang Jeng Ana.

Logo Baru

Khusus mengenai kanker serviks, kata Jeng Ana, memang banyak dialami para ibu yang sudah berusia tua. “Biasanya sekitar usia 50-an atau 60-an. Ini terjadi karena biasanya mereka lalai atau membiarkan ketika keluar cairan atau flek-flek,” ujarnya.

Karena itu, pesan Jeng Ana, kalau ibu-ibu yag berusia lanjut mengalami flek sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. “Karena perempuan yang sudah menopause kan sudah tidak mengeluarkan cairan putih. Jadi kalau tiba-tiba keluar, maka segeralah melakukan pemeriksaan agar tidak terlambat kalau terjadi kanker misalnya,” ujar Jeng Ana.

 


++++

Artikel terkait...