kanker-prostat-710x150

Jeng Ana yang baik, setahun lalu suami saya divonis kanker prostat stadium 4. Saat itu PSA-nya 422, setelah menjalani terapi medis sekarang turun 2,2. Hanya saja selama menjalani terapi hormon gairah seksualnya sama sekali mati.

Kondisi itu membuat dia tertekan. Semoga Jeng ada bisa membantu. Salam

Atika

rindang33@yahoo.com

JAWAB:

Untuk Sdri Atika, ada beberapa kemungkinan yang mengakibatkan hilangnya gairah seksual pada suami Anda. Seperti kita ketahui bahwa kanker prostat erat kaitannya dengan faktor hormonal.

Prostat adalah kelenjar pada alat reproduksi laki-laki yang berperan memproduksi cairan (air mani) yang membawa sperma. Kelenjar sebesar kenari ini, terletak diantara kandung kemih dan uretra. Fungsi prostat diatur oleh testosteron, hormon yang diproduksi oleh testikel.

Sehingga, pengobatan terhadap kanker prostat yang tidak atau kurang tepat tentu berpeluang besar dalam mempengaruhi hormon, yang pada gilirannya akan berpengaruh pada kemampuan seksnya.

Selain itu, pengobatan medis terhadap hampir semua jenis kanker atau tumor memang kerapkali berpengaruh pada gairah seks seseorang. Kami tidak tahu pasti mengapa hal itu bisa terjadi, apakah karena pengaruh obat atau karena faktor lainnya.

Kemungkinan munculnya efek samping tersebut lebih besar pada lelaki lanjut usia. Gangguan yang sering terjadi diantaranya:

– Ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi)

– Kesulitan mencapai klimaks/orgasme

– Orgasme tanpa mengeluarkan cairan semen (orgasme kering)

– Orgasme yang lemah dan tidak memuaskan

– Kehilangan libido

– Sakit selama melakukan seks

– Kurang energi untuk aktivitas seksual

Nah, untuk memastikan apa penyebab gangguan gairah seks tersebut sebaiknya lakukan pemeriksaan lab terlebih dulu.

Sementara mengenai kanker Prostat yang tengah diderita suami Anda bisa dikatakan sudah dalam kondisi kronis. Karena sebuah kanker dikategorikan Stadium 4 ketika sel-sel kanker sudah menyebar ke jaringan lain, seperti kelenjar getah bening, limfa atau organ lain seperti tulang dan paru-paru.

Kanker prostat merupakan suatu penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat. Itu terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi, dan berkembang di luar kendali, serta masuk ke organ lain, terutama pada bagian tulang.

Secara medis, kanker prostat rentan dialami mereka yang memiliki garis keturunan penderita dan berusia 40-50 tahun. Penyebab lain penyakit ini antara lain peningkatan kadar hormon testosteron, diet tinggi lemak, dan toksik. Kanker ini tidak menular, tapi sangat berbahaya.

Pada tahap lanjut, kanker prostat bisa menimbulkan kematian, terutama pada pria berusia diatas 74 tahun. Sedangkan, pria yang memiliki risiko lebih tinggi terserang kanker prostat adalah pria berusia di atas 60 tahun.

Penderita kanker prostat secara umum diklasifikasi berdasarkan derajat kegananas (grade) dan stadium (stage). Derajat keganasan tergambar dari sel-sel tumor yang telah menggerogoti sel normal kelenjar prostat. Dengan menggunakan mikroskop jaringan tumor, ahli patologi bisa menentukan apakah tumor sudah masuk pada tahap rendah, sedang, atau tinggi. Salah satu cara untuk menentukan grade kanker prostat adalah menggunakan sistem gleason, yaitu sistem angka 2 – 10. Semakin tinggi nilai gleasonnya, maka semakin tinggi pula derajat keganasan kanker.

Ada pula cara sederhana mendeteksi kanker prostat, yaitu lewat colok dubur.  Colok dubur ini direkomendasikan pada pria usia lanjut (40-50 tahun), atau mereka yang merasa nyeri saat buang air kecil dan ereksi.

Selain itu, setiap tahun pria berusia di atas 50 tahun dan memunyai garis keturunan dianjurkan melakukan pemeriksaan PSA (Prostat Specific Antigen). PSA adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat yang berfungsi mengencerkan cairan ejakulasi, hingga memudahkan sperma keluar. Pada keadaan normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah. Apabila terjadi peradangan atau kerusakan jaringan prostat maka kadar PSA dalam darah akan meningkat.

Dalam beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan belakang) atau ke ginjal. Ini bisa menyebabkan gagal ginjal, dan kanker tulang, serta menimbulkan rasa nyeri dan tulang menjadi rapuh serta mengalami fraktur (patah tulang).

Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia. Bukan hanya itu, pada tahap selanjutnya kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan penderita kejang-kejang. Dan sangat terbuka kemungkinan juga menyerang organ-organ yang bisa membunuh gairah seksual.

Jadi, sekali lagi kami menyarankan agar melakukan pemeriksaan lab lengkap untuk mengetahui kondisi suami Anda yang sebenarnya. Selanjutnya, setelah ada data-data tersebut, bila Anda ingin menempuh pengobatan herbal, silakan datang ke klinik dambil membawa data-data tersebut.

InsyaAllah pengobatan herbal jauh lebih aman dan tanpa efek samping.

 

 


++++

Artikel terkait...