Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


Nama saya Arnita Damayanti. Saya bekerja sebagai seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan garment di Tangerang. Saya memiliki dua orang anak, putra dan putri dengan suami yang juga bekerja sebagai seorang karyawan swasta.

Tahun 2010 lalu, suatu pagi, secara tidak sengaja ketika meraba bagian payudara sebelah kiri, saya mendapati benjolan sebesar kacang merah. Karena saya banyak membaca perihal tentang kanker payudara, saya pun menaruh curiga atas gejala ini, sekalipun kekhawatiran itu belum terlalu menyergap perasaan saya.

Waktu terus berlalu, benjolan itu tidak juga kempes, malah sebaliknya, semakin membesar menjadi seukuran bola bekel. Tentu saja melihat gejala ini saya semakin khawatir. Namun, saya masih berharap kekhawatiran saya tersebut tidak berubah menjadi kenyataan.Kanker-Payudara

Benjolan di payudara saya semakin membesar. Bahkan, benjolan itu semakin banyak, ada yang besar ada yang kecil, pokoknya tidak beraturan, menyebar membentuk seperti kembang kol. Selain itu, kanker ini ternyata cukup memengaruhi stamina saya.

Keadaan ini terus memburuk, tapi saya tidak putus asa. Saya tetap berdoa dan bekerja walau stamina saya semakin merosot.

Setelah setahun penderitaan mendera, akhirnya saya memberitahukan penderitaan ini kepada suami. Selama ini saya sengaja tidak menceritakan penyakit saya ini karena solusinya pastilah dokter yang berakhir pada operasi. Padahal untuk operasi jelas kondisi keuangan keluarga saya sangat tidak memungkinkan. Tabungan saya hanya 2,5 juta. Uang sejumlah ini rencananya untuk membayar biaya kuliah anak pertama saya.

Pertengahan Desember 2010, ketika pulang kerja, saya merasa di bagian payudara yang sakit ada cairan, saya segera masuk kamar dan membuka baju. Betapa kagetnya, ternyata cairan yang keluar itu darah. Waktu itu pukul 20.00 WIB. Saya tidak memberitahukan hal ini kepada suami. Namun, betapa semakin terkejutnya saya karena darah langsung menyembur melalui tiga lubang yang ada di payudara saya. Darah mancur begitu derasnya. Rasanya sakit sekali, tapi saya tidak berani berteriak. Namun yang terjadi selanjutnya adalah pandangan yang berubah gelap. Kesadaran saya hilang. Pada saat siuman saya mendapati tubuh ini terbujur di atas kasur rumah sakit. Suami dan semua keluarga akhirnya tahu penyakit yang saya derita.

Singkat cerita, setelah dirawat beberapa hari, kondisi saya tak juga membaik. Bahkan dokter mengatakan pada adik saya, bahwa percuma saja saya dioperasi sebab menurut hasil pemeriksaan, kanker sudah menjalar ke tulang dan paru-paru, hanya bagian paru-paru kanan saja yang belum kena.

Karena kondisinya demikian, maka perawatan yang diberikan hanya sekadar untuk memperbaiki gizi saya. Waktu itu dokter sudah memperkirakan bahwa kondisi saya akan menurun, menurun, dan meninggal. Kepada adik saya dokter juga bilang, “Tinggal menunggu harinya saja karena itu senangkanlah hati kakakmu.”

Di tengah keputusasaan muncul Lidya, sahabatku. Dari Lidya saya mendapatkan informasi tentang klinik herbal Jeng Ana. Dengan sabar, Lidya menceritakan pada saya tentang penyakit salah seorang kerabatnya di Bandung yang hampir mirip dengan penyakit saya.

Setelah mendengar cerira Lidya, saya tertarik untuk berobat ke klinik Jeng Ana. Disamping itu, banyak alasan mengapa saya lebih memilih penyembuhan secara alami. Selain relatif lebih terjangkau biayanya, penyembuhan secara alami lebih aman dan tidak ada efek samping.

Keputusan saya bulat untuk berobat ke Klinik Herbal Jeng Ana. Saya mengkonsumsi satu paket ramuan kanker. Setelah menghabiskan satu paket ramuan, saya mendapatkan bukti penyembuhan. Luka pada payudara saya mengering dan rasa sakitnya berkurang sekali.

Setelah menghabiskan satu paket, saya kembali datang ke Klinik Herbal Jeng Ana di Jakarta untuk memesan paket ramuan lanjutan. Untuk mempercepat proses penyembuhan, Jeng Ana juga memberikan saya satu botol kapsul yang harus diminum bersama ramuan herbal. Saya meminum kapsul herbal dan racikan itu sesuai petunjuk.

Subhanallah, kanker payudara saya bisa sembuh. Benar-benar tanpa operasi dan tanpa pembedahan apapun. Hanya dengan penyembuhan secara alami menggunakan kapsul herbal dan racikan ramuan dari Jeng Ana.

Secara pribadi saya ucapkan terimakasih dan bersyukur sekali pada Allah SWT. Melalui proses yang tidak sulit, kanker payudara saya bisa disembuhkan. Terimakasih Tuhan atas karunia dan kebesaranMu….(Tim)


++++

Artikel terkait...