Ilustrasi gambar ; panduanhidupsehat.com

Kanker payudara merupakan penyakit mematikan. Celakanya, saat ini makin banyak wanita yang terkena.

Seperti penyakit kanker lain, kanker payudara juga punya 4 tahap berkembangnya yakni dari stadium 1 hingga stadium 4. Apabila sudah berada pada kondisi kronis yaitu stadium 4, maka ini merupakan tahap akhir.

Saat stadium 4 sel kanker ganas sudah menjalar ke organ tubuh lainnya dan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa dirasakan oleh penderita. Harapan kesembuhan pada stadium ini sudah semakin menipis, sehingga diperlukan kesiapan mental serta dukungan yang tinggi dari keluarga.

Di fase stadium 4, sel kanker dapat menjalar ke bagian kelenjar getah bening. Ini menjadi tanda awal penyebaran kanker menuju organ vital lainnya seperti otak, hati, dan paru-paru.

Apabila kanker payudara menyerang kita, maka saatnya kita mempertebal keimanan dan keyakinan bahwasannya yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah semata. Namun demikian, bukan berarti menjadi penghalang seorang hamba untuk mengambil sebab kesembuhan dengan melakukan pengobatan. Salah satunya adalah dengan pengobatan alternatif di Herbal Jeng Ana.

Kepasrahan inilah yang ditempuh oleh Davina (40). Perempuan yang berprofesi sebagai HRD disebuah pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya ini mendapat cobaan berupa serangan penyakit kanker payudara.

“Di Surabaya saya tinggal bersama anak saya, Jovita, karena sudah lama suami saya meninggalkan kami berdua bersama WIL-nya (wanita idaman lain). Tahun 2016, secara tidak sengaja ketika meraba bagian payudara sebelah kiri, saya mendapati benjolan sebesar kacang merah. Karena kesibukan, saya tidak menaruh curiga atas gejala ini,” kisahnya.

Waktu terus berlalu begitu cepat. Tanda disadari, benjolan itu tidak juga kempes, malah sebaliknya, semakin membesar menjadi seukuran bola bekel. Bahkan, benjolan itu semakin banyak. Ada yang besar ada yang kecil, pokoknya tidak beraturan, menyebar membentuk seperti kembang kol.

“Saya baru sadar penyakit itu sudah menggerogoti tubuh saya. Namun karena takut diketahui orang lain, saya berusaha merahasiakannya. Keadaan saya terus memburuk, tapi saya tidak putus asa.

Saya tetap berdoa dan bekerja walau stamina saya semakin merosot. Sudah setahun penderitaan mendera, tapi tidak seorang pun yang saya beritahu. Bahkan Jovita pun tidak, sebab saya khawatir kalau dia sampai tahu, emosinya akan terganggu,” sambung Davina.

Davina tidak menceritakan penyakitnya ini kepada orang lain. Dia sadar solusinya pastilah dokter dan akhirnya operasi. Padahal untuk operasi jelas kondisi keuangannya sangat tidak memungkinkan.

Sungguh ajaib, awal Januari 2017, tanpa sengaja Davina melihat tayangan Jeng Ana di stasiun Jawa Pos Tv. Ketika itu entah mengapa muncul keinginan yang sangat kuat dalam hatinya untuk bertemu Jeng Ana. Akhirnya, dia putuskan untuk bertemu dengan pakar herbal ini.

“Saat bertemu Jeng Ana, luka di payudara saya sangat besar dan sering mengeluarkan darah bercampur nanah. Jeng Ana memberi saya satu paket herbal rebus yang bisa dikonsumsi selama sebulan. Saya juga diberikan catatan berupa pantangan dan anjuran mengkonsumsi makanan tertentu selama proses penyembuhan,” kenang Davina.

“Setelah menghabiskan satu paket, luka payudara saya mengering dan berangsur sembuh. Rasa sakitnya juga perlahan berkurang dan menghilang. Saya mulai percaya bahwa penyakit saya akan berangsur sembuh lewat pengobatan herbal Jeng Ana,” tambahnya lagi.

Setelah menghabiskan 3 paket ramuan rebus, Davina benar-benar merasakan kesembuhan yang seutuhnya. Yang tersisa hanya sedikit bekas luka di atas payudara sebelah kanan.

“Sejak merasakan kesembuhan total, saya tidak lagi minum herbal kanker dari Jeng Ana. Saya pun bersyukur karena tidak pernah dikemoterapi. Tuhan, terima kasih, Engkau sudah menyembuhkan saya secara total lewat tangan Jeng Ana,” Davina mengucapkan rasa syukur yang tak terkira.

Menanggapi kesaksian Davina, mantan pasiennya, Jeng Ana pun tak lupa mengucapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, Allah SWT telah meridhoi kerja keras saya dan mengabulkan doa-doa Ibu Davina,” cetus Jeng Ana, lega.

Menurutnya, kunci kesembuhan penyakit adalah keikhlasan dan tawakkal. “Tawakkal dalam Islam ketika sedang sakit disertai usaha, bukan tawakkal yang berdiam diri. Cari pengobatan yang baik semampunya, tetap jalin silaturahmi dan kasih sayang salah satunya dengan bersedekah,” terang Jeng Ana.*


++++

Artikel terkait...