getah-bening-710x150

Banyak penanya dalam rubrik konsultasi website jengana.co.id yang menyinggung soal kanker getah bening. Ada yang menanyakan soal ciri-cirinya, penyebabnya, dan juga cara pengobatannya. Karena itu kali ini kami sengaja menurunkan tips tentang penyakit yang istilah medisnya disebut limfoma ini.

Kanker getah bening merupakan penyakit kanker yang menyerang bagian sel darah putih. Jadi, yang menjadi sasaran serang kanker jenis ini adalah sistem pertahanan tubuh kita.

Sel-sel yang terpusat di kelenjar getah bening ini sangat cepat membelah, dan bahkan pembelahan sel ini cenderung tidak terkontrol. Karena itu penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan pada bagian kelenjar getah bening.

Jenis penyakit ini bisa menyerang semua usia dan tanpa kenal jenis kelamin. Namun umumnya kanker kelenjar getah bening terjadi pada orang di usia produktif.

Secara anatomi, tubuh kita memiliki sekitar 600 kelenjar getah bening. Lokasinya terdapat di beberapa bagian tubuh kita. Tetapi sekitar 55 persen diantaranya terpusat di bagian kepala dan leher.

Dalam kondisi normal, kelenjar ini sulit diraba atau dilihat secara kasat mata, kecuali di daerah submandibular (bagian bawah rahang bawah), ketiak atau lipat paha yang teraba normal pada orang sehat.

Karena limfosit beredar ke seluruh bagaian tubuh, maka (selain kelenjar getah bening) bagian bagian tubuh yang bisa terkena serangan Limfoma adalah bagian limpa dan sumsum tulang. Pada umumnya lebih dari satu bagian tubuh yang terserang penyakit ini. Limfoma di otak/di urat saraf tulang belakang disebut limfoma susunan saraf pusat (SSP).

Pada abad ke-19 dan abad ke-20, penyakit ini disebut penyakit Hodgkin, karena ditemukan oleh Thomas Hodgkin tahun 1832. Namun saat ini dikenal ada dua jenis Limfoma, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Karakteristik Limfoma non-Hodkins umumnya lebih ganas dan memiliki dampak lebih fatal.

Untuk mendeteksinya diperlukan pemeriksaan seperti sinar-X, CT scan, PET scan, biopsi sumsum tulang dan pemeriksaan darah. Biopsi atau penentuan stadium adalah cara mendapatkan contoh jaringan untuk membantu diagnosis.

Penyebaran Limfoma dapat dikelompokkan dalam 4 stadium. Stadium I dan II lazimnya disebut sebagai stadium awal, sementara stadium III dan IV merupakan stadium lanjut.

  • Stadium I : penyebaran Limfoma hanya terdapat pada satu kelompok yaitu kelenjar getah bening.
  • Stadium II : Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, tetapi hanya pada satu sisi diafragma, serta pada seluruh dada atau perut.
  • Stadium III : Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, serta pada dada dan perut.
  • Stadium IV : Penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otak.

 

Gejala dan Faktor Penyebabnya

Gejala pada Limfoma secara fisik umumnya berupa munculnya benjolan yang kenyal, tidak terasa nyeri, mudah digerakkan, dan tidak ada tanda-tanda radang. Namun , tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfoma. Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfa dengan sejenis virus atau mungkin tuberkulosis limfa.

Terdapat 3 gejala spesifik pada Limfoma :

  • Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius
  • Sering berkeringat pada malam hari
  • Kurang nafsu makan dan berat badan bisa turun lebih dari 10% dalam kurun waktu 6 bulan
  • Pada beberapa orang, kadang-kadang menyerang dada yang menyebabkan gangguan pernafasan.

Lantas apa yang menyebabkan terjadinya kanker kelenjar getah bening?

Sejauh ini tidak ada bukti adanya faktor keturunan yang berhubungan dengan kasus-kasus limfoma non Hodgkin. Penyebab pastinya sampai saat ini belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang menunjang penyakit ini, seperti:

  1. Karena infeksi seperti HIV/AIDS, leukemia, dan Epstein-Barr virus (EBV): Penderita HIV positif lebih mungkin mengidap Limfoma non Hodgkin dibandingkan orang lainnya. Virus Epstein-Barr merupakan virus umum yang menyerang kebanyakan orang pada suatu waktu tertentu dalam masa hidupnya. Virus ini mengakibatkan infeksi singkat atau demam glandular. Akan tetapi, dalam sejumlah kecil kasus ekstrim, ia dikaitkan dengan Limfoma Burkitt dan bentuk limfoma non Hodgkin yang berhubungan dengan imunosupresi. Limfoma Burkitts adalah jenis Limfoma non Hodgkin yang dikenal sangat agresif.
  2. Karena penyakit dan obat-obatan yang dapat melemahkan sistem kekebalan: Ada banyak jenis penyakit dan makanan yang bisa mempengaruhi kekebalan tubuh, misalnya toksin lingkungan seperti herbisida, zat pengawet, zat pewarna, dan sebagainya.

 

Cara Pengobatannya

Pengobatan pada Limfoma Non Hodgkin dapat dilakukan melalui beberapa cara, sesuai dengan diagnosis dari beberapa faktor seperti apakah pernah kambuh, stadium berapa, umur, kondisi badan, kebutuhan dan keinginan pasien. Secara garis besar penyembuhan terjadi sekitar 93%, membuat penyakit ini sebagai salah satu kanker yang paling dapat disembuhkan.

Bila Anda melakukan pengobatan di rumah sakit, dokter umumnya menyarankan pengobatan dengan cara-cara seperti: Kemoterapi, Terapi antibodi monoklonal, Terapi Radiasi, Transplantasi, Pembedahan, Terapi eksperimental, atau Penatalaksanaan gejala.

Namun, cara-cara pengobatan diatas pasti memiliki dampak dan efek samping. Terapi radiasi, misalnya, pasti akan bisa merusak sel-sel sehat yang tidak seharusnya ikut dihancurkan. Selain itu cara-cara dengan menggunakan obat kimia juga bisa menimbulkan jenis penyakit lainnya.

Bila ingin menghindari efek samping tersebut, Anda dapat mempertimbangkan alternatif pengobatan kanker getah bening dengan pengunaan herbal.

Sarang Semut adalah salah satu herbal dari Papua yang dapat Anda yakini khasiatnya karena telah terbukti secara empiris sebagai obat kanker dan tumor. Sudah banyak pasien Klinik Herbal Jeng Ana yang merasakan khasiat dan manfaat sarang semut.

Mengapa bisa begitu? Kehebatan Sarang Semut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan kanker yang telah terungkap diantaranya:

  • Inaktivasi karsinogen:  Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi: Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel: Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi: Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis: Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat: Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

Selain itu, Sarang Semut juga mengandung Tokoferol yang juga berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol sarang semut cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya.

Sarang Semut yang juga dikenal kaya vitamin E itu konon mengandung zat antipenuaan. “Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya”, ujar Ahmad Sulaeman PhD, Doktor Ahli Nutrisi Alumnus University of Nebraska Lincoln.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, bahwa peran vitamin E bagi kesehatan amat vital, dimana ia mencegah komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Maka, kandungan senyawa ini juga merupakan salah satu senyawa yang memegang peranan penting sebagai antikanker. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.

Artinya, persentase efektivitas antioksidan dalam Sarang Semut akan bekerja jauh lebih kuat dalam tubuh. Hal ini baik dalam menumpas tumor dan kanker dalam tubuh. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Tak heran jika penggunaan Sarang semut dalam pengobatan kanker getah bening makin diminati. Tanaman herbal ini telah terbukti secara empiris sebagai obat kanker, termasuk dalam pengobatan kanker getah bening.

Jadi, sekarang tinggal terserah pada Anda, mau menempuh pengobatan dengan cara bagaimana.


++++

Artikel terkait...