Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


jeng-ana-sezi1-710x150

Sebelum obat-obatan kimia dibuat oleh para ahli di bidang kedokteran, zaman dahulu kala dalam mengobati penyakit nenek moyang kita menggunakan daun-daunan, akar-akaran, biji-bijian, dan batang pohon yang disesuikan menurut jenis penyakitnya.

Inilah yang kemudian di zaman sekarang ini dikenal dengan istilah Penyembuhan Herbal. Teknik penyembuhan penyakit ini terus berkembang, yakni dengan teknik pencampuan antara berbagai macam tumbuhan dengan diolah secara tradisional tanpa menggunakan bahan-bahan kimia.

Terapi Penyembuhan Herbal ini terbukti sangat efektif dalam proses penyembuhan berbagai macam penyakit, tak terkecuali aneka jenis penyakit yang erat hubungannya dengan kaum wanita. Sebutlah misalnya Kista, Mioma, Endometriosis, Kemandulan, Kanker Rahim dan Kanker Payudara. Di tangan herbalis sekelas Jeng Ana, sudah tak terhitung lagi kaum Hawa yang terbukti sembuh setelah mengkonsumsi racikan ramuannya. Mereka bahkan sangat yakin dengan obat tradisional yang diracik oleh herbalis yang dikenal dengan julukan Ratu Herbalis Indonesia ini.

“Yang paling sering saya tangani adalah Mioma dan Kista,” tegas Jeng Ana ketika dihubungi di kliniknya, Klinik Herbal Jeng Ana, yang terletak di Jl. Kalibata Timur I No. 1 RT.11/04 Rawajati Barat (Belakang TMP Kalibata), Jakarta Selatan.

Menurutnya, mayoritas wanita memang amat potensial terkena Mioma dan Kista. Mioma terjadi karena adanya perangsangan hormon estrogen terhadap sel-sel yang ada di otot rahim. Sedangkan penyebab Kista belum diketahui persis.

“Belum ketahuan, misalnya apakah Kista disebabkan oleh kelenjar yang tersumbat sehingga membesar atau karena hormon estrogen,” jelas pemilik lesung pipit itu.

Makanya, gangguan Mioma dan Kista ini sangat jarang ditemukan pada anak-anak usia pubertas atau para gadis yang belum menikah, bahkan nyaris tidak pernah ada. “Anak usia ini, kan, belum ada rangsangan estrogennya,” tegas dia.

Dia juga menambahkan, penanganan gangguan Miom dan Kista lewat Terapi Herbal yang dilakukannya tidak membutuhkan tindakan operasi. Bahkan, banyak kasus menunjukkan, mereka yang semestinya harus dilakukan pengangkatan, ternyata setelah mengkonsumsi ramuan racikan Jeng Ana, Miom atau Kistanya dinyatakan hilang.

“Kuncinya hanya satu, harus sabar dan telaten dalam mengkonsumsi ramuan dan disiplin dengan pantangan yang saya anjurkan,” jelas Jeng Ana yang bisa dihubungi lewat call center 08138 9999 11.

Pasien-pasien Jeng Ana yang mayorits kaum perempuan berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari ibu rumang tangga biasa, pengusaha, isteri pejabat, hingga kalangan artis. Dari kalangan selebritis yang telah membuktikan sentuhan “tangan dingin” Jeng Ana sebutlah misalnya Misye Arsita dan Ratna Listy, juga beberapa artis lainnya. Bahkan, komidian Rini S. Bonbon yang beberapa waktu lalu diberitakan mengidap diabetes kini telah sembuh setelah mendapat penanganan Jeng Ana. Rini yang hampir saja diamputasi kakinya sekarang sudah sehat seperti sedia kala. Dia juga tak perlu menggunakan tongkat untuk berjalan.

Di tengah kondisi perekenomian yang sulit seperti sekarang ini, sebetulnya solusi penyembuhan yang paling efektif dari perbagai penyakit adalah dengan pengobatan herbal. Disamping nyaris tidak ada efek samping, karena ramuan dibuat dari tumbuh-tumbuhan, solusi penyembuhan ini juga relatif berbiaya murah jika dibandingkan dengan perawatan di rumah sakit.

Memang, ada anggapan di masyarakat bahwa penyembuhan herbal agak sedikit lama kesembuhannya. “Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, sebab yang terpenting adalah kesabaran dan ketelatenan dalam mengkonsumsi ramuan,” tegas Jeng Ana yang juga buka klinik herbal di Bandung, Denpasar dan Pekanbaru.

Dengan terapi herbal, tegas dia, jika pemakain secara terus menerus penyakit yang ada dalam tubuh kita hilang tanpa bekas. Hal ini berbeda dengan pengbatan kimia, yang jika dipakai secara terus menerus akan menimbulkan penyakin yang lain seperti ganguan ginjal dan lain-lain. (*)


++++

Artikel terkait...