Jangan lupa saksikan inspirasi pagi bersama Jeng Ana setiap hari sabtu dan minggu pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di Jak tv.

SOLUSI KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


ratu-meta-syok

Ratu Herbal Jeng Ana kembali tampil sebagai bintang tamu acara Bukan Empat Mata di Trans TV, Jumat (1/2/2013). Pada acara yang dipandu oleh Tukul Arwana ini, pemilik nama lengkap Ina Soviana ini berkisah tentang mati suri yang pernah dialaminya semasa masih kecil.

Jeng Ana menceritakan kisah mistisnya ini lantaran pengalaman tersebut erat kaitannya dengan profesi sebagai herbalis yang dijalaninya saat ini. Menurut Jeng Ana, kejadian tersebut terjadi ketika dirinya masih berusia 8 tahun. “Waktu itu saya masih duduk di kelas 3 SD,” terang Jeng Ana menjawab pertanyaan Tukul.

Mati suri ini terjadi karena sakit yang diderita Jeng Ana waktu itu sangat parah. Kondisi badanya kurus kering, rambutnya rontok sampai gundul, dan tenaganya nyaris tak ada. “Saat itu saya dinyatakan sudah mati sekitar pukul 7 malam. Karena malam hari, maka tidak langsung dimakamkan, karena menunggu keesokan harinya,” tutur pemilik Klinik Herbal dan Salon Aura Jeng Ana ini.

Sanak keluarga tentu saja sudah berkumpul. Isak tangis terdengar cukup keras. Sedangkan warga setempat juga sudah berdatangan untuk turut berdoa dan membacakan yasin, laiknya suasana rumah orang yang meninggal. “Nah, saat itu saya yang sudah dianggap mati itu seperti sedang bermimpi. Dalam mimpi itu bertemu dengan laki-laki tua tinggi besar berjubah putih, dan berjenggot panjang. Sampai sekarang saya masih bisa melihat kakek itu. Dia kemudian memberi saya air dan berkata ‘nduk ini obat buat kami’,” cerita Jeng Ana.

bg_slider_0001_Layer-1Tak lama berselang setelah itu, Jeng Ana mulai sadar dri mati surinya. Tentu saja keluarga yang berisak tangis dan para tetangga yang datang terkejut dengan hidupnya kembali Jeng Ana. “Alhamdulillah kemudian saya sembuh,” ujar Jeng Ana.

Setelah sembuh, Jeng Ana memilih untuk membantu kakeknya yang merupakan ahli pengobatan alternatif.  Setiap sang kakek pergi mengobati warga, Jeng Ana selalu ikut. Jadi, bisa dikatan sebagai asisten. “Jadi, saya selalu mengamati apa yang dilakukan kakek,” jelasnya.

Begitu pula ketika di rumah, Jeng Ana lebih suka sibuk dengan tanaman-tanaman obat yang ada di pekarangan rumah sang kekek ketimbang bermain dengan anak-anak seusianya. Dengan telaten Jeng Ana mempelajarinya. Hingga akhirnya Jeng Ana menjadi begitu akrab dengan tanaman-tanaman obat.

Bahkan ada yang bilang kalau Jeng Ana bisa bicara dengan tanaman. Maklum, Jeng Ana waktu itu memang sudah memiliki keahlian khusus dalam menilai sebuah tanaman. Hanya dengan melihat dan menyentuhnya saja, dia sudah tahu apa khasiat tanaman itu bagi pengobatan penyakit. “Kebetulan dulu saya juga suka melakukan perjalanan ke hutan,” tambahnya.

Setelah sang kakek meninggal, Jeng Ana akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan sebagai pengobat. Keahliannya pun terus meningkat seiring dengan perjalanan waktu. Hingga akhirnya sekrang menjelma menjadi Ratu Herbal dengan kliniknya yang sudah dikenal dimana-mana, yakni Klinik Herbal & Salon Aura Jeng Ana.

Sudah tak terhitung berapa jumlah pasien yang pernah diobatinya. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa, hingga artis dan pejabat. Salah satu pasien Jeng Ana yang kebetulan juga menjadi bintang tamu aacara Bukan Empat Mata kemarin adalah Trio Macan.

Trio beranggotakan Ifa, Lia dan Chacha ini pun menceritakan betapa besar pengaruh pengobatan dan perawatan yang dilakukan oleh Jeng Ana terhadap eksistensinya saat ini. Diantara perawatan yang kerap dilakukan personel Trio Macan di Salon Aura Jeng Ana adalah mandi rempah dan totok aura.

Bagi Ifa Cs, pengobatan dan perawatan herbal jauh lebih aman ketimbang menggunakan zat-zat kimia. Selain tidak efek samping, perawatan secara herbal juga memiliki efek khusus yang tidak bisa didapatkan dengan menggunakan obat kimia.Jeng-Ana

Ifa mencontohkan pengalamannya yang semula sering digangguin oleh makhluk halus. “Ifa ini sering sekali diganggu oleh makhluk-makhluk halus yang ingin mendekati mba Ifa. Tadinya ngantuk terus kalo mau manggung. Alhamdulillah berkurangnya Mba Ifa diganggu makhluk-makhluk yang ada karena Mba Ifa sering datang ke saya untuk mengikuti aura mandi rempah ,” papar Jeng Anna.

Meski demikian, Jeng Ana memastikan bahwa pengobatan dan perawatan yang dilakukannya adalah murni dengan menggunakan herbal dan doa, tidak ada faktor klenik atau mistis.

 

 


++++

Artikel terkait...