bkn-710x150

Heboh kasus Ustadz Guntur Bumi (UGB) menarik perhatian produser acara Bukan Empat Mata untuk mengangkat kembali tema Pengobatan Alternatif. Salah satu tamu yang didaulat menjadi narasumber adalah herbalis kondang Jeng Ana. Dalam acara yang sedianya akan ditayangkan pada Jum’at (21/03) pukul 23.00 WIB ini, Jeng Ana banyak mengomentari isyu-isyu penting seputar dunia pengoabatan alternatif. Lewat penampilannya yang tenang dan fresh, Jeng Ana menepis pemberitaan negatif seputar pengobatan alternatif.

“Masyarakat jangan sampai salah persepsi tentang pengobatan warisan leluhur. Pengobatan alternatif berupa herbal atau jamu itu merupakan warisan pengobatan tertua di Indonesia. Sebagai orang Jawa saya berusaha melestarikan warisan ini lewat keahlian yang saya miliki,” papar Jeng Ana ketika presenter Tukul Arwana meminta komentarnya sekaitan dengan pengobatan alternatif.

Dikatakan Jeng Ana, penyembuhan herbal adalah pengobatan alternatif yang menggunakan media tanaman obat sebagai unsur utamanya. Hal ini jauh lebih ilmiah karena di dalam tanaman memang terdapat zat-zat yang bersifat menyembuhkan. Disamping itu juga ada kepercayaan di kalangan masyarakat bahwa tanaman itu mengandung sifat magis untuk penyembuhan.

“Apa yang dimaksud magis pada tanaman itu menurut saya benar kalau diambil dari sisi positifnya. Tetapi bukan berarti ini berhubungan dengan masalah klenik, lho. Artinya, tanaman itu memiliki aura dan daya hidup. Ia bisa diajak berkomunikasi dengan bahasa batin atau bahasa roso. Komunikasi inilah yang saya lakukan ketika meracik ramuan herbal untuk menyembuhkan pasien-pasien saya,” jelas Jeng Ana lagi ketika Tukul Arwana mengejarnya dengan pertanyaan mengenai aspek klenik dalam pengobatan alternatif.

Jeng Ana juga menekankan pentingnya bukti medis dalam penangan pasien. Baginya ini sangat penting agar pasien tidak terkesan “membeli kucing dalam karung.” Bukti medis berupa hasil pemeriksaan laboratorium itu merupakan tolak ukur keberhasilan proses penyembuhan.

“Saya selalu meminta hasil cek laboratorium pada saat awal menengani pasien. Ketika dirasa ada kesembuhan, saya juga selalu meminta agar pasien melakukan cek laboratirum kembali. Hal ini penting saya lakukan agar pasien tidak terkesan seumpama membeli kucing dalam karung. Kesembuhan itu tidak hanya persepsi, tapi juga harus dibuktikan secara nyata dan ilmiah,” tegas pemilik nama asli Ina Soviana.

Dalam balutan busana muslimah bercarok hitam, penampilan Jeng Ana di acara Bukan Empat Mata episode kali ini memang terkesan spesial. Para penonton pun memberikan aplaus ketika Jeng Ana melontarkan stateman bahwa banyak sekali pasiennya yang sembuh hanya setelah mendapatkan sentuhan tangannya, padahal mereka belum mengkonsumsi herbal racikannya.

“Ini bukan klenik, tapi lebih kepada faktor sugesti. Tetapi saya selalu menekankan agar mengkonsumsi herbal, sebab tanaman itu menurut saya adalah obat yang terbaik. Tanaman itu memiliki jiwa yang dapat membantu manusia, terutama dalam hal kesehatan,” ungkap Jeng Ana yang diberi tepukan tangan khas ala Tukul Arwana. Penonton pun sekali lagi menyambutnya dengan aplaus. Gerr!! Panggung Bukan Empat Mata penuh kemeriahan. (*)


++++

Artikel terkait...