Jeng Ana Selalu Meracik Herbal Dengan Doa
Ilustrasi Gambar Berdoa (www.dream.co.id)

Di antara nama-nama Allah dalam Asmaul Husna, salah satunya adalah Asy Syaafii. Makna dari Asy Syaafii adalah Dzat Yang Maha Mampu Menyembuhkan.

“Kesembuhan penyakit hati maupun penyakit jasmani sepenuhnya ada di tangan Allah. Tidak ada yang mampu memberikan kesembuhan dari penyaki-penyakit tersebut selain Allah Ta’ala. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan yang berasal dari-Nya,” kata Jeng Ana saat ditemui di ruang kerjanya.

Lebih jauh dijelaskan, kendatipun keimanan dan keyakinan bahwasannya yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah semata, hal ini bukan berarti menjadi penghalang seorang hamba untuk mengambil sebab kesembuhan dengan melakukan pengobatan.

Terdapat banyak hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perintah untuk berobat dan penyebutan tentang obat-obat yang bermanfaat. Hal tersebut tidaklah bertentangan dengan tawakal seseorang kepada Allah dan keyakinan bahwasanya kesembuhan berasal dari Allah Ta’ala.

“Salah satu wasilah penyembuhan yang bisa dilakukan adalah dengan cara alamiah, yaitu mengkonsumsi herbal,” tegas Jeng Ana.

Jeng Ana meyakini doa menduduki peringat teratas dalam proses penyembuhan. Karena itulah sebagai herbalis dirinya selalu mendahulukan berdoa sebelum meracik herbal-herbal andalannya.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dan tanah yang subur yang membuat negara kita ini dianugrahi beragam tumbuhan. Termasuk juga tanaman rempah-rempah yang menjadi ciri khas negara agraris ini.

“Sejak zaman dahulu nenek moyang kita sudah menggunakan beragam jenis tumbuhan yang digunakan untuk mengobati penyakit luar maupun dalam. Namun untuk meramunya tidak asal meramu saja. Ada doa-doa khusus agar tanaman menjadi semakin berkhasiat. Doa-doa inilah yang jarang diamalkan,” terang Jeng Ana.

Menurutnya lagi, sebelum memanfaatkan tanaman, dari sejak memetik, meramu hingga mengkonsumsinya, sebenarnya ada doa-doa khusus agar khasiat tanaman lebih manjur. Sebagai pewaris ilmu pengobatan turun-temurun, Jeng Ana selalu melewati semua proses ritual ini.

“Bahkan kepada pasien saya ajarkan doa-doa sebelum mengkonsumsi herbal racikan saya. Terbukti hasilnya jauh lebih baik dan memuaskan. Kita harus percaya pada kekuatan doa,” tegasnya pula.

Seiring berjalannya waktu, pengoabatan herbal ala Jeng Ana memang semakin dikenal masyarakat. Meskipun banyak kendala untuk pengembangannya, misalkan saja karena adanya hambatan regulasi, toh eksistenti Jeng Ana seakan tidak dapat lekang. Pasien-pasiennya masih tetap membludak setiap kali Jeng Ana berkunjung ke wahana herbal miliknya yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

“Insha Allah ini berkat bukti yang saya persembahkan kepada para pasien, Mereka memberikan informasi dari mulut ke mulut tentang penyembuhan herbal yang saya lakukan,” kata Jeng Ana dengan rasa syukur.

Dirinya meyakini, doa menjadi kekuatan utama dari usaha-usaha membantu penyembuhan yang dilakukannya. Karena itulah, tegasnya, setiap kali sebelum meracik herbal, Jeng Ana selalu melakukan kontak batin dengan tanaman-tanaman. Tentu dengan lantunan lafadz-lafadz doa yang telah diwarisinya secara turun temurun. (*)


++++

Artikel terkait...