Fenomena mati suri bisa disamakan seperti halnya mimpi.

Mati suri merupakan sebuah fenomena ketika seseorang kembali hidup setelah dinyatakan meninggal dunia, dalam rentang waktu tertentu. Kejadian mati suri sering dikaitkan dengan pengalaman spiritual yang unik dan berbeda-beda pada tiap orang yang mengalaminya.

Fenomena mati suri bisa disamakan seperti halnya mimpi. Keduanya merupakan pengalaman atau kejadian bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, pera¬saan, atau indra lainnya pada saat tidur.

Meski ada banyak teori yang dihubungkan dengan mati suri, sampai saat ini belum ada penelitian yang mampu menjabarkan fenomena ini secara detail. Namun demikian intinya, mati suri bukanlah fenomena mistis yang perlu ditakuti atau dibesar-besarkan. Pada dasarnya seseorang yang mati suri bukan hidup kembali, tapi dia memang belum meninggal dunia.

Dalam pandangan ilmiah, mati suri sering disamakan dengan pengalaman mendekati kematian alias near death experience (NDE). Pengalaman mendekati kematian dikaitkan dengan keberadaan gas karbondioksida di dalam tubuh seseorang. Penelitian yang mengaitkan hal ini menyatakan, adanya gas CO2 kemungkinan memberikan pengaruh pada keseimbangan kimia tubuh.

Banyak orang yang mengalami mati suri. Masing-masing mengalami sensasi atau pengalaman tersendiri. Misalnya saja, ada yang menyaksikan sorga atau neraka, melihat ibunya yang sudah lama mati dan tengah disiksa, memasuki perkampungan dan bertemu orang-orang asing yang aneh. Tentu masih banyak lagi pengalaman mati suri dalam sensasi lainnya.

Ina Soviana alias Jeng Ana adalah salah seorang yang menjalani sensasi khusus dalam pengalaman mati surinya. Seperti banyak ditulis pewarta, dalam keadaan mati suri Jeng Ana merasa berada di sebuah istana yang sangat indah. Di istana alam gaib inilah Ana yang waktu itu berusia 8 tahun diajari ilmu-ilmu meracik ramuan tumbuhan, beserta khasiat dan manfaatnya.

Belakangan ini, ada pihak-pihak yang mengolok-olok atau bersikap nyinyir atas kesaksian pengalaman mati suri Jeng Ana tersebut. Mereka menganggap itu adalah kisah yang mengada-ada.

Menghadapi tudingan ini, Jeng Ana bersikap santai. Dirinya meyakini pengalaman spiritual saat mati suri itu merupakan petunjuk Allah atas jalan hidupnya. Pelajaran meramu herbal dalam pengalaman mati suri tersebut banyak yang sudah diaplikasikannya dan terbukti berkhasiat penyembuhan.

Meski demikian, dalam menjalani profesinya sebagai pengobat altarnatif, herbalis berjuluk Ratu Herbal Indonesia ini tidak hanya mengandalkan pengalaman spiritualnya saat mati suri. Disamping belajar ilmu pengoabatan dari mendiang kakeknya, untuk menambah pengetahuan dia juga banyak mengikuti pendidikan nonformal pengobatan herbal. Bahkan, dirinya sudah lama tercatat sebagai mahasiswi program S1 jurusan farmasi di sebuah perguruan tinggi swasta.

“Saya ini calon sarjana farmasi. Jadi apa yang saya praktekkan dalam membantu penyembuhan tidak hanya bermodal pengalaman spiritual saat mati suri. Saya selalu mencoba dan mencari yang terbaik untuk membantu mereka yang membutuhkan,” kata dia baru-baru ini di hadapan pewarta.
Pengalaman alwam bawah sadar seperti mati suri atau mimpi, memang dapat mengilhami terjadinya sesuatu yang nyata. Bahkan, banyak sekali penemuan sejumlah ahli yang sangat berguna sampai saat ini ternyata awalnya berasal dari bunga tidur yang terus mereka kembangkan.

Sebagai contoh, dalam dunia medis misalnya, tercatat Frederick Banting, tokoh yang memprakarsai penggunaan Insulin pada manusia untuk kepentingan pengobatan diabetes. Awalnya dia tidak pernah berpikiran akan hal tersebut, tapi pada suatu waktu saat dia tidur di rumahnya. Dia bermimpi dan mendapat sebuah pencerahan akan fungsi Insulin untuk mengendalikan penyakit diabetes pada manusia. Waktu itu, hal ini belum terpikirkan sama sekali oleh ilmuan-ilmuan lainnya.

Setelah terbangun, Frederick segera melakukan eksperimen terkait mimpinya tersebut. Ternyata benar dan terbukti. Insulin sangat baik bagi manusia penderita diabetes.

Sementara itu, dalam dunia kimia tercatat sang legenda ilmu kimia Friedrich August Kekule von Stradonitz. Tokoh ini terkenal karena mampu menjelaskan bagaimana 6 atom karbon molekul benzena berikatan dengan 6 atom hidrogen.

Ilham tentang penjabaran struktur benzene ini juga fidapatkan dari mimpi. Dalam mimpinya August Kekule melihat seekor ular yang berukuran sangat besar, lalu ular itu menggigit ekornya sendiri.

Awalnya mimpi itu hanya sebuah mimpi yang tidak dianggap penting, tapi lambat laun Kekule menemukan pencerahan dan ilham dari mimpi tersebut….

Jadi, jangan pernah meremehkan suatu pengetahuan yang diperoleh dari proses pengalaman spiritual baik dari mati suri ataupun mimpi. Meskipun tidaklah sefenomenal dan melegenda seperti Frederick Banting dengan insulinnya, atau August Kekule dengan benzenanya, namun dalam skla kecil Jeng Ana adalah sebuah bukti.

Dengan pengetahuan meracik herbal yang diperolehnya lewat pengalaman spiritual saat mati suri, Jeng Ana sudah banyak membantu penyembuhan penyakit para pasiennya. Tentu saja, dia memadukan rahasia penyembuhan ini dengan pengetahuan nyata yang diperolehnya lewat jalur pendidikan formal maupun nonformal. (*)


++++

Artikel terkait...