Jeng Ana Percaya Dan Yakin Tanaman Itu Berjiwa

Sebagai seorang herbalis yang sudah lama malang melintang di dunia penyembuhan alternatif, Jeng Ana sangat percaya dan yakin bahwa tanaman itu adalah makhluk yang memiliki jiwa. Karena alasan inilah dirinya selalu berusaha memuliakan tanaman.

Di luar kesibukannya melayani pasien, Jeng Ana melakukan penanaman berbagai macam jenis tanaman herbal. Ia juga berusaha memperbaiki mutu genetik tanaman sehingga diperoleh khasiat tanaman yang lebih bermanfaat.

“Saya selalu berkeinginan untuk mengetahui lebih dalam mengenai manfaat tanaman bagi kesehatan dan kehidupan,” ungkap Jeng Ana.

Bagi Jeng Ana, tanaman itu adalah makhluk yang tidak hanya berjiwa tetapi juga secara batin dapat diajak berdialog. Inilah yang kerap dilakukannya apabila mendapatkan pasien dengan penyakit yang secara medis sulit disembuhkan. Untuk mendapatkan resep pengobatan, ia melakukan kontemplasi dan berdialog dengan tanaman.

“Memang, banyak yang menganggap tanaman itu makhluk tak berjiwa. Mereka yang meyakini tanaman adalah makhluk berjiwa seperti saya, bisa jadi akan dicap sebagai penganut animisme atau dinamisme yang musyrik,” terang Jeng Ana.

Sejak ratusan tahun silam, nenek moyang bangsa kita telah terkenal pandai meracik jamu dan obat-obatan tradisional. Menurut Jeng Ana, hal ini sebenarnya menjadi bukti bahwa nenek moyang kita dapat berdialog dengan tanaman dengan bahasa batin yang mereka miliki.

“Zaman dulu itu tidak ada laboratorium dan alat untuk penelitian, tapi nenek moyang kita bisa mengetahui beragam jenis tumbuhan yang diracik sebagai ramuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Ini bukti mereka bisa melakukan dialog batin dengan tanaman,” tegas perempuan tinggi semampai itu.

Keyakinan Jeng Ana bahwa tanaman merupakan makhluk berjiwa kiranya sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Ar-Rahman ayat 6 yang menyebutkan, “Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.”

Bahkan tak hanya ayat tersebut, di dalam Al-Quran, masih banyak ayat lain yang menyebut tentang tanaman dan pepohonan bertasbih dan bersujud kepada Allah. Selama ini, ayat-ayat tersebut ditafsirkan hanya sebagai kiasan. Artinya, tumbuhan bersujud dan bertasbih dengan cara tunduk pada hukum alam (sunnatullah). Padahal maknanya lebih dari itu.

Untuk membuktikan tanaman itu berjiwa, Jeng Ana menyebut salah satu contohnya adalah pohon sirih. Daun sirih sejak dahulu kala dipercaya sebagai media pengobatan akibat gangguan makhluk halus.

“Artinya, secara kebudayaan pohon sirih itu sebenarnya sudah dipercaya memiliki jiwa. Padahal, perlu diingat daun sirih itu tidak hanya untuk menaklukan makhluk halus, tapi juga bermanfaat untuk tubuh. Misalnya sangat berguna untuk kecantikan.

Salah satunya bisa mencegah jerawat. Caranya sangat mudah, tumbuk daun sirih hingga halus, kemudian seduh ke dalam satu gelas air panas. Gunakan untuk membasuh muka. Lakukan terus sehari dua kali sampai jerawat hilang,” papar Jeng Ana menutup perbincangan. (***)


++++

Artikel terkait...