Dalam menghadapi penyakit, banyak orang merasa tidak berdaya. Ketika mereka tidak punya tempat untuk pergi lagi, banyak di antaranya yang singgah di Herbal Jeng Ana. Mungkin, ini menjadi harapan terakhir bagi mereka.

Herbal Jeng Ana sendiri selalu berupaya melayani pasien dengan konsep holistik care. Yang dimaksud holistik care di sini adalah berupa pelayanan yang tidak hanya berbasis dengan konsumsi racikan herbal, tetapi juga memberikan konsultasi mental spiritual sehingga pelayanan diberikan secara komprehensif.

Herbal Jeng Ana meyakini, pemanfaatan tanaman herbal., ditambah dengan pendekatan terhadap pasien dapat membantu penyembuhan. Sebagai contoh, dalam perawatan penderita kanker, misalnya, salah satu hal yang berperan besar untuk membantu penyembuhan adalah semangat hidup.

“Oleh karena itu, sebaiknya tidak menebar ketakutan bagi pengidap kanker apalagi menganggap mereka sudah mendapat vonis mati. Yang saya lakukan adalah berdialog dengan tuntas dan memberikan contoh-contoh nyata mereka yang sudah berhasil sembuh.

Disamping itu, saya selalu member mereka doa-doa khusus untuk penyembuhan,” papar Ina Soviana, pemilik dan pendiri layanan kesehatan alternative Herbal Jeng Ana.

Dia menambahkan, dalam membantu penyembuhan pasien kanker, yang diberikan tidak hanya racikan herbal, tetapi juga berupaya meyakinkan orang-orang dengan kanker ini bisa sembuh dan beraktivitas seperti orang normal pada umumnya.

“Jangan dibilang penyakit kanker itu enggak bisa sembuh. Itu sama saja mematahkan semangat hidup mereka,” tegasnya.

Menurut Ina Soviana yang ngetop dengan sapaan Jeng Ana, pasien kanker jenis apa pun bisa sembuh. Ini bukan semata hanya klim saja, namun dirinya sudah membuktikan secara nyata lewat kesembuhan pasien-pasiennya.

Sebagai herbalis yang benar-benar pengalaman, kemampuan Jeng Ana memang cukup mumpuni. Hal ini bukan hanya teruji oleh banyaknya pasien yang membuktikan sentuhan tangan dinginnya, tetapi juga dengan eksistensinya yang sudah memakan waktu cukup lama.

Sudah barang tentu, untuk herbalis seperti ini, baik juga untuk pengobatan, bahkan ada metode pengobatan yang belum ditemukan dalam kedokteran modern ternyata ada metode pengobatannya oleh herbalis terpercaya seperti Jeng Ana.

“Menurut saya, hanya waktu yang bisa menjadi ukuran diterima tidaknya seorang herbalis oleh masyarakat. Saya sudah menempuhnya. Meski banyak yang jatuh bangun, nama Alhamdulillah hingga kini saya masih tetap eksis.

Meski diganjal oleh berbagai kebijakan dan aturan, toh pasien-pasien saya tetap ada. Artinya, masyarakat masih menerima saya dengan baik,” urai Jeng Ana dengan nada tenang. (*)


++++

Artikel terkait...