Sebagai herbalis yang praktek puluhan tahun menangani pasien dengan keluhan kanker, Jeng Ana tentu saja memiliki segudang pengalaman.

Menurutnya, selama ini banyak penderita kanker kambuhan yang dia tangani. Dikatakan, kambuhnya kanker setelah penyembuhan disebabkan oleh adanya sel-sel kanker yang menetap setelah semua usaha dilakukan untuk menyembuhkan kanker.

“Kanker ini mungkin tidak aktif selama beberapa waktu, tetapi mereka terus bertambah sehingga terjadi kambuh. Bahkan, sejauh pengalaman menangani pasien, kanker dapat muncul kembali di beberapa tempat,” ungkap herbalis berparas kemayu itu.

Lebih jauh dijelaskan, kambuhnya kanker ini salah satunya bisa disebabkan karena adanya mutasi genetik yang menyebabkan sel kanker menjadi resisten terhadap obat-obatan karena terjadi konsumsi yang terus menerus.

Disamping itu juga kambuhnya kanker bisa disebabkan karena gaya hidup, seperti tidak membatasi asupan makanan, stres yang berlebihan, hingga jam tidur yang kurang.

Untuk mencegah kanker kambuh lagi, Jeng Ana memberikan tips kepada pasiennya agar rajin puasa. Menurutnya, segala macam puasa sesuai dengan agama dan aliran masing-masing.

“Inti dari puasa adalah mengurangi makan, terutama garam, gula dan makanan berbumbu lainnya. Hasilnya bagus sekali. Bahkan, dalam hitungan hari akan terasa perubahannya,” tegasnya.

Selanjutnya dijelaskan, saat sedang berpuasa sel-sel tubuh kita berada dalam mode protektif sehingga menjaga tubuh dari serangan penyakit. Selain itu, sel-sel kanker akan kesulitan berkembang karena makanan mereka, glukosa, tidak ditemukan dalam aliran darah saat kita berpuasa.

“Secara medis juga bisa dibuktikan bahwa dengan berpuasa, organ hati yang berfungsi mengolah racun dapat bekerja dengan efektif sehingga proses detoksifikasi bisa lebih maksimal,” tegasnya lagi.

Pasca sembuh dari kanker, Jeng Ana menyarankan mantan pasiennya agar minimal dalam tiga hari sekali menjalankan puasa. Lebih sering bahkan lebih baik.

“Semuanya sudah saya coba, hasil yang paling bagus adalah dengan menjalankan Puasa Daud,” akunya dengan antusias.

Puasa Daud adalah berpuasa satu hari dan tidak berpuasa di hari berikutnya. Ada beberapa jenis puasa sunah yang dianjurkan dalam Islam. Puasa Daud disebutkan sebagai puasa sunnah yang paling disukai Allah SWT.

Disamping dengan puasa, agar kanker tidak kembali kambuh Jeng Ana juga menyarankan agar pasiennya memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta mengurangi konsumsi daging.

“Ada banyak buah serta sayur yang kaya akan antioksidan, bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membunuh sel jahat terkhusus sel kanker dalam tubuh. Tapi ingat cari buah dan sayuran yang aman dari bahan-bahan kimiawi,” ingat Jeng Ana.

Menutup bincang-bincang santainya, Jeng Ana juga menganjurkan agar upaya penyembuhan kanker lebih dimaksimalkan dengan konsumsi herbal.

“Hebral untuk membantu penyembuhan kanker sudah terbukti lewat pengalaman saya selama puluhan tahun. Memeng herbal tidak menyembuhkan secara langsung, melainkan menambah daya tahan tubuh untuk menggempur sel kanker itu sendiri, atau menambah kekuatan tubuh untuk menerima pengobatan medis radikal.

Jadi mekanismenya adalah ketika seorang pasien kanker minum ramuan herbal, daya tahan tubuhnya meningkat dan berhasil mengalahkan sel-sel kanker, sehingga akhirnya menjadi sembuh. Ada beberapa ramuan herbal yang selain menguatkan tubuh juga memiliki kemampuan membunuh sel kanker, seperti sarang semut, yang sering saya pergunakan,”

tutup herbalis yang murah senyum itu. (*)


++++

Artikel terkait...