Ini Dia 4 Alasan Jeng Ana Menggunakan Bahan SIMPLISIA

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga, berupa bahan yang telah dikeringkan.

Dalam membantu penyembuhan pasien-pasiennya Jeng selalu menggunakan bahan-bahan simplisia. Yang digunakan adalah simplisia bahan nabati, baik berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat.

Mengapa Jeng Ana lebih senang menggunakan bahan simplisia?
Menjawab pertanyaan tersebut, Jeng Ana setidaknya menyebutkan 4 macam keunggulan dari bahan simplisia, yakni:

  1. Efek samping simplisia bila digunakan secara benar dan tepat, baik tepat takaran, waktu penggunaan, cara penggunaan, ketepatan pemilihan bahan, dan ketepatan pemilihan ramuan tanaman obat untuk indikasi tertentu, sangatlah kecil bahkan hampir dapat dikatakan nihil.
  2. Dalam suatu ramuan simplisia umumnya terdiri dari beberapa jenis tanaman obat yang memiliki efek saling mendukung satu sama lain untuk mencapai efektivitas pengobatan. Formulasi dan komposisi ramuan tersebut dibuat setepat mungkin agar tidak menimbulkan efek kontradiksi, bahkan harus dipilih jenis ramuan yang saling menunjang terhadap suatu efek penyembuhan yang dikehendaki.
  3. Pada satu simlisia nabati bisa memiliki lebih dari satu efek farmakologi. Zat aktif pada tanaman obat umumnya dalam bentuk metabolit sekunder, sedangkan satu tanaman bisa menghasilkan beberapa metabolit sekunder, sehingga memungkinkan tanaman tersebut memiliki lebih dari satu efek farmakologi atau penyembuhan.
  4. Simplisia lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolik dan degeneratif. Perubahaan pola konsumsi mengakibatkan gangguan metabolisme dan faal tubuh sejalan dengan proses degenerasi. Yang termasuk penyakit metabolik antara lain diabetes (kencing manis), hiperlipidemia (kolesterol tinggi), asam urat, batu ginjal, dan hepatitis. Sedangkan yang termasuk penyakit degeneratif antara lain rematik (radang persendian), kanker, asma (sesak nafas), ulser (tukak lambung), haemorrhoid (ambein/wasir) dan pikun (lost of memory). Untuk mengobati penyakit-penyakit tersebut diperlukan waktu lama sehingga penggunaan obat alam lebih tepat karena efek sampingnya relatif lebih kecil.

Keempat keunggulan tersebut menjadi rahasia besar keberhasilan Jeng Ana dalam membantu penyembuhan penyakit para pasiennya yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sebagian negeri jiran seperti Malaysia, Singapura dan Brunei.

Disamping itu Jeng Ana juga selalu menjaga kualitas simplisia racikannya, baik khasiat maupun segi kebersihannya. Dari segi kebersihan atau higienisitas misalnya, Jeng Ana selalu menerapkan 5 standar, yakni:

  1. Simplisia harus bebas serangga, fragmen hewan, kotoran hewan
  2. Simplisia tidak boleh menyimpang dari bau dan warna
  3. Simplisia tidak boleh mengandung lendir, cendawan, atau menunjukkan tanda-tanda pengotoran lainnya
  4. Simplisia tidak boleh mengandung bahan lain yang beracun atau berbahaya
  5. Simplisia tidak boleh memiliki kadar abu yang larut dalam keasaman maksimal

Dengan standardisasi yang sedemikian ketat inilah maka kualitas pengobatan herbal Jeng Ana dapat menunjukkan kelasnya. Ini juga yang membuat Jeng Ana tetap bertahan di tengah aturan larangan beriklan di berbagai media. Justeru, promosi yang membuatnya langgeng adalah karena “gethok tular” dalam istilah Jawa, yang berarti “promosi dari mulut ke mulut”.


++++

Artikel terkait...