Ibuku Sembuh Dari Kanker Setelah Rutin Konsumsi Herbal Jeng Ana

Kanker merupakan penyakit yang sangat mematikan. Sulit membayangkan seperti apa perasaan kita bila ada salah satu dari keluarga atau orang yang kita cintai didiagnosa mengidap penyakit ini.

Itulah yang terjadi pada Sri Lestari (21). Ketika hasil tes laboratorium menyimpulkan, ibu yang sangat dicintainya mengidap kanker, maka seketika itu dunianya terasa berubah suram.

“Ibu saya divonis mengidap penyakit kanker otak stadium empat. Saya sepertinya ingin mati saja ketika mendengar berita ini,” cerita sulung dari dua bersaudara itu saat ditemui di kediamannya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Ibundanya bisa dikatakan sebagai tulang punggung keluarga. Sejak ayahnya wafat, maka sang ibulah yang melanjutkan usaha toko pakaian peninggalannya. Toko inilah yang menjadi sumber penghasilan satu-satunya untuk menopang ekonomi keluarga.

“Sulit digambarkan dengan kata-kata bagaimana paniknya perasaan saya waktu itu. Rasanya, tak mungkin kami akan sanggup membiayai biaya pengobatan Ibu.

Belum lagi saya sempat berpikir, andaipun kami sanggup membiayainya, sepertinya penyakit Ibuku ini mustahil dapat diobati mengingat belum ada obat-obatan medis yang bisa menyembuhkannya,” cerita Sri Lestari lebih lanjut.

Tuhan Maha Berkehendak dengan segala putusanNya. Setelah hampir berhari-hari bingung diambang-ambing perasaan, Sri akhirnya mendapatkan informasi tentang Herbal Jeng Ana.

“Waktu itu, saya kebetulan lihat acara Jeng Ana di TV. Entah kenapa hati saya begitu tertarik. Saya pun akhirnya mengajak ibu berobat,” lanjutnya, mengenang.

Singkat cerita, setelah berobat ke Herbal Jeng Ana, akhirnya diketahui kalau kanker yang diidap ibunda Sri Lestari sebenarnya sudah lama ada. Hanya saja, sang bunda selalu merahasiakan hal ini.

Menurut Jeng Ana, karena sekian lama tidak mendapat pengobatan, kanker tersebut menjalar ke tulang rusuk belakang dan akhirnya menjalar juga ke atas sampai menjadi kanker otak stadium empat yang membuatnya sempat mengalami kebutaan. Tidak hanya itu, dari hidung dan telinga juga sering mengeluarkan darah.

“Meskupun keadaan Ibuku sudah sedemikian, namun Jeng Ana selalu mendorong kami agar tidak patah semangat. Tetap berjuang untuk hidup, karena umur itu ada di tangan Allah. Itulah yang selalu dikatakan Jeng Ana untuk menyemangati Ibuku dan saya sendiri,” kisah Sri Lestari lagi.

Pada pertemuan pertama dengan Jeng Ana, Sri Lestari diberi satu paket racikan herbal yang harus rutin dikonsumsi oleh ibunya. Sejak rutin minum rebusan air racikan herbal Jeng Ana, Ibunda Sri Lestari mulai berangsur sembuh hingga kemudian benar-benar sembuh dan penglihatannya yang semula sudah buram bisa terang kembali.

“Seingat saya, Ibuku menghabiskan tiga paket racikan herbal Jeng Ana. Setelah itu, Ibu tidak mengeluh sakit,” urai Sri Lestari.

Namun, ujian Allah sepertinya belum berakhir. Usai sembuh dari penyakit kanker otak, pada 2018 akhir, ibunda Sri Lestari kembali diberikan cobaan berupa penyakit kanker getah bening. Akibat penyakit tersebut, wanita parobaya itu kesulitan untuk menelan air.

Tapi lagi-lagi, berkat kesungguhan mengkonsumsi racikan herbal Jeng Ana, dan mematuhi semua pantangan yang diberikan, penyakit kanker getah bening ini pun kembali berangsur sembuh.

“Sekarang Ibuku benar-benar sudah sembuh, bebas dari kanker. Bagi kami sekeluarga, ini merupakan suatu anugerah Tuhan yang sangat tak ternilai,” tegas Sri Lestari.

Gadis sawo matang yang masih tercatat sebagai mahasiswa di sebuah peguruan tinggi negeri di Surbaya ini mengaku sedih ketika banyak pihak menghujat pengobatan herbal Jeng Ana. Menurutnya, racikan herbal Jeng Ana sudah banyak memberikan bukti kesembuhan kepada para pasiennya.

“Tentu saja sembuh tidaknya penyakit itu urusan Allah. Tapi kita patut menghargai usaha dan jerih payah Jeng Ana dalam membantu penyembuhan.

Lebih dari itu kita juga harus menghargai ilmu-ilmu meracik jamu atau herbal yang diwariskan oleh nenek moyang kita, seperti yang dipraktekkan Jeng Ana selama ini dalam membantu penyembuhan pasiennya,” tutup Sri Lestari. (*)


++++

Artikel terkait...