demensia-710x150

Assalamualaikum wr.wb
Jeng Ana, sebelumnya saya mau menceritakan bahwa ibu saya tekanan darahnya 165/80. Terus kurang lebih 1 minggu kok daya ingatnya jadi menurun, susah komunikasi, jadi pendiam, dan tidak beraktifitas seperti biasanya. Jadi ibu jadi banyak bengong.

Ketika saya bawa ke dokter, katanya ibu terkena demensia karena faktor usia. Lalu ibu diberi obat penurun tekanan darah plus vitamin untuk menambah daya ingat.

Sekarang tekanan darahnya 130/80, tapi badannya terasa lemas dan separuh badannya tidak terasa. Bicaranya juga jarang-jarang, lebih banyak diamnya. Padahal dulunya ibu termasuk tipe orang yang banyak bicara dan beraktifitas.

Yang mau saya tanyakan, kalau mau berobat ke Jeng Ana apa saja yg harus saya bawa. Soalnya nggak punya hasil rekam medis/ hasil cek darah. Kalau misalkan harus cek darah apa saja yg harus dicek biar pas datang ke tempat Jeng Ana langsung bisa diobati. Terima kasih.

Wulan
veilmoon@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum salam Wr. Wb.
Apa yang dikatakan dokter sudah benar, bahwa ibu Anda kemungkinan besar terkena Demensia. Dalam dunia medis, yang dimaksud dengan demensia adalah penyakit atau gangguan yang terjadi pada pikiran.

Demensia bukanlah suatu penyakit yang spesifik, melainkan sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan kumpulan gejala yang bisa disebabkan oleh berbagai kelainan yang mempengaruhi otak.

Fungsi intelektual penderita demensia terganggu, sehingga aktivitas sehari-hari maupun hubungan dengan orang sekitarnya juga ikut terganggu. Penderita demensia juga kehilangan kemampuan untuk memecahkan masalah, mengontrol emosi, dan bahkan bisa mengalami perubahan kepribadian dan masalah tingkah laku, seperti mudah marah dan berhalusinasi.

Biasanya, dokter akan mendiagnosa seseorang mengidap demensia bila dua atau lebih fungsi otak, seperti ingatan dan keterampilan berbahasa, menurun secara signifikan tanpa disertai penurunan kesadaran.

Proses awal penyakit ini biasanya dimulai secara perlahan, bahkan tidak disadari. Tetapi lama kelamaan menjadi semakin parah, yakni penurunan dalam ingatan, kemampuan untuk mengingat waktu dan kemampuan untuk mengenali orang, tempat dan benda. Penderita juga kesulitan untuk menemukan dan menggunakan kata yang tepat dan dalam pemikiran abstrak (misalnya dalam pemakaian angka). Sering terjadi perubahan kepribadian dan gangguan perilaku.

Sedangkan gejala awal penyakit ini biasanya berupa lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi. Tetapi bisa juga bermula dari depresi, ketakutan, kecemasan, penurunan emosi atau perubahan kepribadian lainnya.

Orang semacam ini biasanya mengalami perubahan ringan dalam pola berbicara, sehingga menggunakan kata-kata yang lebih sederhana, menggunakan kata-kata yang tidak tepat atau tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat. Ketidakmampuan mengartikan tanda-tanda juga bisa menimbulkan kesulitan dalam beraktivitas, sehingga penderita tidak dapat menjalankan fungsi sosialnya.

Beberapa penderita bisa menyembunyikan kekurangan mereka dengan baik. Misalnya dengan menghindari aktivitas yang rumit seperti membaca atau bekerja. Penderita yang tidak berhasil merubah hidupnya bisa mengalami frustasi karena ketidakmampuannya melakukan tugas sehari-hari.

Demensia cukup sering dijumpai pada lansia, menimpa sekitar 16% kelompok usia di atas 65 tahun dan 32-50% kelompok usia di atas 85 tahun. Data medis memperlihatkan bahwa sekitar 10-20% kasus demensia bersifat reversibel atau dapat diobati. Yang paling sering menyebabkan demensia adalah penyakit Alzheimer.

Sedangkan penyebab penyakit Alzheimer tidak diketahui. Tetapi diduga melibatkan faktor genetik, karena penyakit ini tampaknya ditemukan dalam beberapa keluarga dan disebabkan atau dipengaruhi oleh beberapa kelainan gen tertentu.

Pada penyakit Alzheimer, beberapa bagian otak mengalami kemunduran, sehingga terjadi kerusakan sel dan berkurangnya respon terhadap bahan kimia yang menyalurkan sinyal di dalam otak. Di dalam otak ditemukan jaringan abnormal (disebut plak senilis dan serabut saraf yang tidak beraturan) dan protein abnormal, yang bisa terlihat pada otopsi. Demensia Lewy Body sangat menyerupai penyakit Alzheimer, tetapi memiliki perbedaan dalam perubahan mikroskopik yang terjadi di dalam otak.

Kembali ke pertanyaan Anda, karena penyakit ini menyangkut otak, maka pemeriksaan tidak cukup pada darah, tetapi kita juga perlu mengetahui kondisi otak, yakni dengan melakukan CT Scan (Computerized Tomography ) atau MRI (Magnetic Resonance Imaging). Semoga Ibu Anda bisa sehat dan pulih kembali seperti sedia kala. Amin

Terimakasih.


++++

Artikel terkait...