serviks-710x150

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Perkenalkan nama sama Yoki Efriamor. Ibu saya baru-baru ini berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium menderita Adenocarcinoma Cervix. Yang menjadi pertanyaan saya adalah:

  • Gambaran umum mengenai penyakit/kanker ini?
  • Seberapa besar pengaruh/berat/ganas penyakit/kanker ini?
  • Apakah penyakit/kanker ini banyak penderitanya dan pernakah Klinik Herbal Jeng Ana menanganinya?
  • Apakah ada ramuan dari Klinik Herbal Jeng Ana dan berapa lama masa pengobatan atau therapy?

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesarnya atas perhatian, jawaban dan bantuan dari Klinik Herbal Jeng Ana.

Salam

yoki.efriamor@simp.co.id

Yoki Efriamor

JAWAB:

Wa’alaikum salam

Adenocarcinoma Cervix merupakan salah satu jenis kanker serviks atau kanker mulut rahim atau kanker leher rahim. Jenis kanker ini jarang terjadi, yakni hanya sekitar 10 persen dari total kanker mulut rahim. Sedangkan kebanyakan jenis kanker serviks yang menimpa kaum hawa adalah karsinoma, yang mencapai 90 persen kasus kanker serviks. Satu lagi jenis kanker serviks yang jarang terjadi, yakni karsinoma campuran.

Sebelum bicara lebih jauh, ada baiknya kita mengenal apa itu serviks. Yakni bagian bawah uterus (rahim). Rahim memiliki 2 bagian. Bagian atas disebut tubuh rahim, adalah tempat di mana bayi tumbuh. Sedangkan serviks (leher rahim) berada di bagian bawah, menghubungkan tubuh rahim ke vagina, atau disebut juga jalan lahir.

Kembali ke adenokarsinoma. Kata ini berasal dari dua subkata, yakni ‘ado’ yang berarti ‘berkaitan dengan kelenjar’ dan ‘karsinoma’ yang menggambarkan kanker dalam sel-sel epitel. Adenokarsinoma merupakan kanker yang berasal dari kelenjar jaringan. Kanker ini diawali dengan munculnya lendir pada sel-sel kelenjar.

Adenokarsinoma sebenarnya tidak hanya terjadi pada mulut rahim, tetapi dapat juga muncul di bagian jaringan tubuh lainnya. Penyakit ini bisa bersifat jinak, tetapi juga bisa ganas, tergantung pada tingkatannya. Bila sifatnya masih jinak, maka tidak akan menyerang jaringan lainnya. Tetapi bila sudah menjadi ganas, maka bisa menyerang jaringan tubuh lainnya.

Seperti sifat kanker serviks, kanker ini terbentuk sangat perlahan. Pertama, beberapa sel berubah dari normal menjadi sel-sel pra-kanker dan kemudian menjadi sel kanker. Ini dapat terjadi bertahun-tahun, tapi kadang-kadang terjadi lebih cepat. Perubahan ini sering disebut displasia. Mereka dapat ditemukan dengan tes Pap Smear dan dapat diobati untuk mencegah terjadinya kanker.

Secara umum, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita kaum wanita di Indonesia. Setiap hari, ditemukan 40-45 kasus baru dengan jumlah kematian mencapai 20-25 orang. Sementara jumlah wanita yang berisiko mengidapnya mencapai 48 juta orang.

Kematian ini biasanya terjadi karena keterlambatan penanganan atau pengobatan. Pasalnya, sebagian besar pengidap kanker jenis ini baru mengetahui penyakitnya setelah mencapai stadium lanjut, sehingga sulit diobati. Padahal bila penyakit ini diketahui lebih dini, kemungkinan sembuh jauh lebih besar.

Apakah klinik kami pernah menangani penyakit ini? Sebagai pusat pengobatan herbal yang lebih banyak menangani wanita, tentu saja sudah sangat banyak penderita kanker serviks yang sudah kami tangani. Sebagian besar memang karsinoma serviks, dan hanya sebagian kecil saja adenokarsinoma serviks. Namun pada dasarnya, pengobatannya tidak jauh berbeda.

Mengenai cepat atau lambatnya pengobatan tentu saja tidak bisa disama ratakan antara satu pasien dengan pasien lainnya. Banyak faktor yang menentukan. Selain tingkat keganasan kanker yang diderita, juga kondisi fisik dan psikis masing-masing pasien. Selain itu juga tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, termasuk menjalankan pola makan yang sehat.

Ada enam tingkatan kanker serviks yang selama ini dikenal, yakni:

  • Tingkat 0 : Karcinoma In Situ (KIS) atau carcinoma intraepithelial : bagian membrane basalis masih utuh.
  • Tingkat 1 : Proses masih terbatas pada serviks uteri walaupun ada perluasan ke corpus uteri.
  • Tingkat IA : carcinoma mikroinvasif, bila membrane basalis sudah rusak dan sel tumor sudah memasuki stromatak lebih dari 3 mm dan sel tumor tidak terdapat di dalam pembuluh limfe atau pembuluh darah.
  • Tingkat IB occ : Secara klinis tumor belum tampak sebagai carcinoma tetapi pada pemeriksaan histologik ternyata sel tumor telah mengadakan invasi stroma melebihi IA.
  • Tingkat IB : Secara klinik sudah diduga adanya tumor yang secara histologik menunjukkan invasu ke dalam stroma serviks uteri.
  • Tingkat II : Proses keganasan sudah keluar dari serviks uteri dan menjalar ke 2/3 bagian atas vagina dan atau ke parametrium, tetapi tidak sampai mencapai dinding panggul.
  • Tingkat IIA : Penyebaran hanya ke vagina, parametrium masih bebas dari infiltrasi tumor.
  • Tingkat IIB : Penyebaran ke parametrium, uni atau bilateral tetapi belum sampai ke dinding panggul.
  • Tingkat III : Penyebaran telah sampai ke 1/3 distal vagina atau ke parametrium sampai ke dinding panggul.
  • Tingkat IIIA : Penyebaran telah sampai ke 1/3 distal vagina sedangkan penyebaran ke parametrium tidak dipermasalahkan, asal tidak sampai ke dinding panggul.
  • Tingkat IIIB : Penyebaran sudah sampai ke dinding panggul, tidak ditemukan daerah bebas infiltrasi antara tumor primer dengan dinding panggul (frozen pelvic) atau proses pada tingkat klinis I dan II tetapi sudah didapatkan gangguan faal ginjal.
  • Tingkat IV : Proses keganasan telah keluar dari panggul kecil dan melibatkan bagian mukosa rectum dan atau vesica urinaria (dapat dibuktikan sevara histologik) atau telah terjadi metastasis keluar panggul atau ke tempat – tempat yang jauh.
  • Tingkat IVA : Proses telah keluar dari panggul kecil atau sudah menginfiltrasi mukosa rectum dan atau vesica urinaria.
  • Tingkat IVB : Telah terjadi penyebaran jauh.

 


++++

Artikel terkait...